Thursday, August 25, 2005

Penguasa Negeri

Aku berharap segera bisa menemukan potret diri dengan semua pencapaian. Mungkin ketenangan, kearifan, bijaksana, kedewasaan, intelektual, pemikiran, atau sebagai pejuang moral yang membawa segenap pencerahan.

Akan tetapi, masih jauh sosok itu diujung jalan. Sementara di setiap langkah yang ada terdapat aral yang merintangi, yang bahkan bersumber dari dalam diri. Bisakah berbicara tentang kejujuran, jika masih berdusta dengan hati nurani? Atau bolehkah bicara tentang keadilan, jika masih selalu dikuasai ambisi? Mungkinkah dibenarkan berbicara tentang agama, semantara belum memahami kedalaman ajaranya berikut segenap pengamalannya?

ya, tubuhku dengan jiwa sebagai penguasanya.

Bahkan meski selalu melengkapkan setiap ruang dengan aksesoris kebaikan, masih tetap tersisa lukisan buruk. Yang meski kemudian ditutupi, tetap akan membekas, lalu kembali beranak pinak.

Terkadang aku merasa lelah, tidak berkesudahan semua perjuangan ini. Berjuang melawan setiap musuh kebenaran, dan lalu dikalahkan oleh lawan yang berasal dari dalam diri sendiri.

Lalu, bagaimana caranya agar aku selalu bisa menang?

Meski mempersenjatai diri dengan idealisme yang semakin terasah, tetapi tetap selalu terjadi pertempuran antara hati nurani dan akal manusia yang terkontaminasi bisikan setan. Kemudian, siapakah yang akan menjadi penguasa dari segenap tubuh dan jiwa? Semoga kearifan yang bermahkotakan budi pekerti lah yang akan bertahta....

No comments:

Post a Comment