Thursday, August 25, 2016

Pencarian Kebahagiaan

 
Francois Lelord dalam bukunya Hector and the search for happiness menuliskan tentang pencarian seorang Psikiater akan rahasia kebahagiaan. Psikiater tersebut, Hector, merasakan keheranan bahwa banyak dari pasiennya yang merasa tidak bahagia, sehingga dia meluangkan waktunya untuk liburan sambil membawa buku catatan untuk mencatat hal-hal apa saja yang berkenaan dengan kebahagiaan yang ditemukannya. 
 
Berikut ringkasan catatannya:
  • Pelajaran no. 1 Membuat perbandingan bisa merusak kebahagiaan
  • Pelajaran no. 2 Kebahagiaan sering kali datang di saat-saat yang paling tidak terduga
  • Pelajaran no. 3 Banyak orang yang melihat kebahagiaan hanya berada di masa depan
  • Pelajaran no. 4 Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan itu berasal dari kemampuan mendapatkan kekuasaan lebih besar atau uang lebih banyak
  • Pelajaran no. 5 Terkadang kebahagiaan itu adalah tidak mengetahui seluruh kenyataan yang ada
  • Pelajaran no. 6 Kebahagiaan adalah sebuah perjalanan jauh di pegunungan yang indah dan asing
  • Pelajaran no. 7 Memikirkan kebahagiaan sebagai sebuah tujuan adalah kekeliruan
  • Pelajaran no. 8 Kebahagiaan adalah kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai
  • Pelajaran no. 8b Ketidakbahagiaan adalah terpisahkan dari orang-orang yang dicintai
  • Pelajaran no. 9 Kebahagiaan adalah mengetahui keluarga kita tidak kekurangan apa pun
  • Pelajaran no. 10 Kebahagiaan adalah melakukan pekerjaan yang kita senangi
  • Pelajaran no. 11 Kebahagiaan adalah memiliki rumah dan kebun sendiri
  • Pelajaran no. 12 Lebih sulit untuk merasa bahagia di sebuah negara yang dipimpin oleh orang-orang jahat
  • Pelajaran no. 13 Kebahagiaan adalah merasa berguna bagi orang lain
  • Pelajaran no. 14 Kebahagiaan adalah dicintai karena diri kita apa adanya Observasi: orang-orang lebih berbaik hati kepada anak-anak yang tersenyum (penting)
  • Pelajaran no. 15 Kebahagiaan hadir ketika kita merasa benar-benar hidup
  • Pelajaran no. 16 Kebahagiaan adalah mengetahui cara merayakan sesuatu Pertanyaan: Apakah kebahagiaan hanyalah sebuah reaksi kimia di dalam otak?
  • Pelajaran no. 17 Kebahagiaan adalah peduli terhadap kebahagiaan orang-orang yang kita cintai
  • Pelajaran no. 18 Kebahagiaan bisa berarti kebebasan untuk mencintai lebih dari satu wanita pada saat bersamaa. Masalahnya, tentu saja, para wanita tidak akan pernah menyetujui hal itu. Sehingga pelajaran nomor 18 pun dicoret.
  • Pelajaran no. 19 Matahari dan laut membuat semua orang bahagia
  • Pelajaran no. 20 Kebahagiaan adalah cara pandang terhadap sesuatu
  • Pelajaran no. 21 Persaingan bisa merusak kebahagiaan Pelajaran no. 22 Wanita lebih peduli untuk membuat orang lain bahagia dibandingkan pria
  • Pelajaran no. 23 Kebahagiaan berarti memastikan bahwa orang-orang yang berada di sekeliling kita bahagia
Dalam sebuah diskusi dengan temannya yang menyukai perhitungan matematis, Hector menyimpulkan bahwa kebahagiaan mungkin bisa dihitung secara matematis, jika kebahagiaan tergantung pada berbagai faktor, kita dapat mengumpulkan semua hal tersebut menjadi sebuah formula dengan berbagai koefisien yang positif dan negatif sehingga menghasilkan rumusan Happiness Quotient (HQ).
Hector juga mengkonsultasikan catatannya dengan seorang profesor peneliti kebahagiaan, ternyata hal-hal yang dicatatnya sudah hampir mencakup semua faktor penentu kebahagiaan.
Dalam diskusi mereka, dibahasa bahwa berbagai penelitian menyimpulkan kebahagiaan bisa dihitung dengan menjumlahkan tiga hal berikut ini:
  1. Perbedaan antara hidup yang dimiliki dengan hidup yang diharapkan bisa dimiliki.
  2. Perbedaan antara hidup yang dimiliki saat ini dengan masa terbaik dalam hidup di masa lalu.
  3. Perbedaan antara apa yang dimiliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain Dengan demikian akan didapatkan perbedaan rata-rata, semakin kecil perbedaannya (mendekati nol), semakin seseorang merasa bahagia.
Menurut profesor tersebut kebahagiaan juga bisa diukur, yaitu dengan beberapa metode, misalnya dengan bertanya pada seseorang berapa kali dalam sehari atau seminggu dia merasa memiliki suasana hati yang senang, ceria atau bahagia, Metode kedua adalah dengan bertanya pada mereka apa mereka merasa bahagia dalam berbagai aspek dalam kehidupannya. Metode ketiga adalah dengan merekam ekspresi wajah orang, mengukurnya (antara senyuman yang muncul karena benar-benar bahagia atau karena pura-pura tidak merasa kesal). 
 
Dalam penelitian yang lebih rumit, juga dibahas apakah kebahagiaan tergantung pada hal-hal yang berjalan dengan baik pada kehidupan seseorang atau justru tergantung pada karakter pribadi masing-masing (apakah orang memang terlahir untuk bahagia?). Memiliki kecenderungan untuk bahagia mungkint tergantung pada perkembangan otak kita sebelum dan setelah lahir, namun juga tergantung pada cara orang tua mendidik saat kita masih kecil. 
 
Sebagai kesimpulan, profesor tersebut menyatakan, jika kita membandingkan diri dengan orang lain dan tidak merasa ingin seperti mereka, jika kita tidak memiliki masalah keuangan atau kesehatan, jika kita memiliki teman, hubungan keluarga yang erat, pekerjaan yang disenangi, jika kita orang yang religius yang menjalankan ajaran agama, jika kita merasa berguna, jika kita pergi berlibur secara teratur, jika kita tinggal di sebuah negara yang tidak dipimpin oleh orang jahat, yang menjamin kesejahteraan kita, peluang kita untuk merasa bahagia akan meningkat tajam. 
 
Juga ada sebuah kesimpulan penelitian bahwa pria lajang lebih tidak bahagia dibandingkan pria yang menikah, dan oleh sebab itu mereka memiliki lebih banyak masalah kesehatan.

1 comment:

  1. sekian lama tidak memposting tulisan. Akhirnya memposting... sebagian isi buku

    ReplyDelete