Saturday, March 17, 2012

mesin waktu

Mantan pacar sudah menikah. Setelah menjalani empat tahun masa pacaran, dua tahun lebih pun berlalu sejak perpisahan yang menyakitkan itu. Dia menjalani hubungan dengan orang lain, hingga berakhir, lalu perasaan kita pernah dekat lagi setahun yang lalu, hingga berpisah lagi. Akhirnya baru-baru ini dia menikah, dengan laki-laki lain, bukan denganku. 

Dan, bagaimana rasanya ditinggal menikah oleh orang yang (masih) dicintai? Rasanya, seperti pasrah karena tak berdaya melawan takdir. Tangan takdir menggenggam kita begitu erat, menarik ke arah yang diinginkannya, tak peduli kita meronta atau menerima. Suatu malam itu, aku pernah bermimpi bahwa dia menikah, yang menjadi kenyataan beberapa minggu kemudian. Sehingga, telah kupersiapkan sebentuk perasaan ikhlas, agar tidak ada kekhawatiran lagi dari diriku untuk diri sendiri, atas perasaan ku kepada dirinya

Aku tau, tak seharusnya seseorang terlalu mengagungkan cinta kepada sesama manusia, cinta yang rampuh dan pamrih. Aku tau hampir semua teori, aku membaca buku psikologi manusia, psikologi cinta, buku the art of loving, aku membaca petunjuk praktis how to move on, aku mendengar berbagai pengalaman untuk menghadapi permasalahan serupa, aku mencoba mengalihkan perhatian pada sosok lain, hanya sampai pada kesimpulan bahwa cinta memang lebih mudah dirasakan daripada dipahami. Kadang kita menjelma jadi orang yang lemah, mengetahui betapa sering perasaan mengalahkan pikiran.

Sekali waktu masih teringat pada serangkai kata-kata cinta yang tak pernah diucap serta permintaan maaf yang tak pernah diungkap, karena tak berhasil menjadikan pengalaman bersamanya sebagai kisah yang sempurna untuk dikenang.

Tentu saja aku tak akan penah hadir lagi dalam kehidupannya dan dia suatu saat akan hilang dari pikiran maupun perasaanku, sebagaimana yang kita inginkan. Aku menginginkannya berbahagia, seperti diriku  sendiri ingin berbahagia, sebagaimana yang kita inginkan. Hanya waktu yang berjalan belum mengizinkanku untuk lupa, bahwa lupa seringkali menjadi sebuah kemewahan bagi seorang yang mengenal cinta. 

Memang ada sebagian orang yang menyimpan kenangan, sepertiku, ketika sebagian besar melupakan. Sadar atau tidak sadar aku masih menyimpan berangkai bayangan wajah dan ekspresinya di benakku, terkadang gambar itu mengabur, terkadang menguat lagi. Sebagian kenangan itu tersimpan juga dalam lagu-lagu. 

Sewaktu-waktu lagu itu menjadi sebuah mesin waktu, yang bisa membawa ke masa lalu, menerobos batas-batas ruang kekinian menuju suatu tempat dan masa dimana hal-hal indah terjadi. 

Ada kisah tak sempurna dari Samson, bukan tipikal musik yang ku sukai, meski lagunya kita dengarkan. Hadir kembali peristiwa dimana kita melalui pertengkaran-pertengkaran kecil, setiap beberapa hari setelah kita menutup kisah, mendengarkan lagu ini, selalu saja salah satu dari kita akan datang mencari kepingan-kepingan yang hilang, lalu kita akan saling melengkapi kembali. 

Lebih jauh lagi, ada sebenarnya cinta dari Letto, di waktu dia sangat suka mendengarkannya, pernah kubuatkan sebuah cerita tentang lagu itu yang berusaha menterjemahkan bagaimana cinta yang sebenarnya. Disaat kita bermanja-manja oleh rasa, pernah hadir kekhawatiran bahwa mungkin cinta yang kita rasakan bukan cinta yang sebenarnya. 

Lebih lama lagi, ada lagu gemintang dari andin, di sebuah ruang dimana cinta kita bersemi, ketika kita melepas perasaan rindu dalam nuansa, kita yang merasa cinta bisa abadi untuk menyatukan asa. Kita berada dalam dekap hangat perasaan yang menepikan resah. 

Lebih awal lagi, ada lagu pengiring film Gie dan puisinya, kembali ke masa ketika kita mula-mula bertatap muka, saling menemukan. Kita yang mencari jalan atas kegelisahan manusia, kita yang tak berhenti berjuang dengan idealisme untuk mencari jawaban atas permasalahan negeri. Kita yang begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta. 

Terhempas oleh beban rasa yang membuncah, akan kuarahkan mesin waktuku ke masa yang lebih lalu, ketika kita tak saling mengenal. Atau lebih jauh lagi ke masa-masa ketika masih menjadi anak kecil yang memandang dunia dengan warna ceria, yang berlari-lari menyambut istirahat siang, berlari menyambut hujan, dan tidur lelap di awal malam demi mengharapkan esok cepat datang, karena teman-teman akan telah menunggu di halaman sekolahan. 

Masa kini yang tak sesuai harapan, masa depan yang penuh ketidakpastian, terkadang membuat kita menjelejahi waktu, pergi ke masa lalu, yang tersaji dalam keping-keping memori yang semakin kusam tertutupi debu usia dan pengalaman. Betapapun kusamnya bagian itu, bagian-bagian yang indah tetap akan indah hingga akhir zaman.

*you have my apologize to read such a gloomy story i rarely write these days..

6 comments:

  1. turut berduka cita bang he...he...
    nikmati aj dulu patah hatinya, trus ntar move on lagi #sok bijak lo gie

    ReplyDelete
  2. makasih dek.. :)
    iya, sok bijak nih..hehe

    ReplyDelete
  3. Tetep disertai dengan soundtrack lagu-lagu :p
    Aurel Hermansyah aja udah move on berkali-kali, ayo kak jangan mau kalah ;)

    ReplyDelete
  4. tapi.. tapi.. aurel itu siapa? tanya om google dulu.. :p

    ReplyDelete
  5. Ah siaran infotainmentnya pasti gak sampe ke sana :p
    itu loh si anak selebritas Indonesia, yang msh EsEmPe, yang udah ganti pacar berkali-kali *sumpah, aku terpengaruh gosip.
    Tapi sisi positifnya, jangan mau kalah sama anak EsEmPe yak ;)

    ReplyDelete
  6. hehehe iya, udah tau sekarang. siip, thanks.. :)

    ReplyDelete