<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294</id><updated>2012-01-28T16:24:45.752+07:00</updated><category term='perjalanan'/><category term='kuliah'/><category term='jogja'/><category term='islam'/><category term='puisi'/><category term='Pekerjaan'/><category term='cerpen'/><category term='beasiswa'/><category term='Jim Morrison'/><category term='musik'/><category term='sketch'/><category term='agama'/><category term='Resensi Buku'/><category term='pas band'/><category term='film'/><category term='cinta'/><category term='sahabat'/><category term='kehidupan'/><category term='England'/><category term='biografi'/><title type='text'>yows, the journey of</title><subtitle type='html'>Setidaknya kita menyadari bahwa kehidupan memiliki makna, ada hakikat yang harus dijawab sebelum  arah perjuangan ditetapkan. Pada ranah ini kita melangkah, untuk menemukan diri dalam sebuah legenda. 

Keep your eyes on the road your hands up on the wheels..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>142</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-5921292853019572113</id><published>2012-01-23T04:21:00.003+07:00</published><updated>2012-01-23T19:19:22.116+07:00</updated><title type='text'>merokok</title><content type='html'>&lt;div style="color: #b6d7a8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;Setelah sebelumnya aku menulis tentang rokok dan sekian hal yang berkaitan dengannya, kali ini aku akan menulis tentang merokok, berdasarkan pengalaman pribadi. Ada baiknya aku memulai cerita sedari awal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu SD, saat teman-teman mandi di sungai, beberapa orang mulai membawa rokok, entah kebiasaan yang berasal dari mana. Waktu itu aku mencoba, tapi langsung terbatuk-batuk tak menyenangkan. Sewaktu SMP saat beberapa teman semakin banyak yang merokok, aku juga tak mencoba, bahkan termasuk grup anti perokok. Sewaktu SMA, karena disiplin sekolah yang ketat bersama kehidupan asrama, aku pun dijauhkan dari rokok.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kecendrungan bahwa anak-anak muda belia yang masih berseragam dan bercelana pendek itu akan kelihatan lebih keren dan lebih berani bila mereka sudah mulai merokok. Anggapan yang sangat konyol memang, saat itu mereka merokok karena pergaulan. Hal yang tidak berlaku buatku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada hari yang tidak baik itu, sekitar tahun ketiga kuliah di Bandung, aku duduk seorang diri diantara warung-warung makan di Gelap Nyawang. Itu adalah saat aku memikirkan persoalan yang seakan tak memiliki penyelesaian, sedang tak ada seorang teman untuk berdiskusi atau sekedar bercerita. Lalu kuhampiri abang di salah satu kios, membeli sebatang rokok, rokok Gudang Garam (garpit). Untuk yang tidak mengerti rokok, jenis ini ada pada tingkat yang lebih berat, lebih banyak kadar tar dan nikotinnya dibanding rokok seperti Sampoerna atau Marlboro. Kenapa kupilih merek itu? karena aku telah mencoba Sampoerna dan tak merasa ada sesuatu yang istimewa.&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #b6d7a8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-iPoR9Zs9LLw/Txx9YQouAtI/AAAAAAAAAPQ/utvraEP7-KQ/s1600/DSC02340.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-iPoR9Zs9LLw/Txx9YQouAtI/AAAAAAAAAPQ/utvraEP7-KQ/s320/DSC02340.jpg" width="217" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Sejak saat itu, rokok telah jadi salah satu teman saat sepi, saat membaca buku sambil menghirup secangkir kopi, saat mengerjakan tugas-tugas di malam-malam panjang, saat memikirkan hal-hal yang nonlinear. Lalu perlahan rokok juga menjadi teman di saat ramai, saat rapat-rapat di himpunan, saat diskusi-diskusi kemahasiswaan, saat obrolan malam-malam di kampus yang tak jelas juntrungan. Salah satu lagu The Doors favoritku kala itu adalah “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Soul Kitchen&lt;/i&gt;”, dimana salah satu liriknya “&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Speaking secret alphabets, I light another cigarette, learn to forget&lt;/i&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perokok jenis garpit adalah yang terlangka di himpunan di zaman itu, dimana orang-orang selalu membawa rokok jenis Jarum Super dan mild. Tak ada yang menyukai rokok garpit selain orang-orang tertentu, aku menyebutnya rokok dengan idealisme, out of mainstream. Saat rapat dan biasanya orang melempar rokoknya untuk dibagikan ke forum, maka kulempar sebungkus penuh rokok garpit, akan dilempar kembali kepadaku dengan penuh juga dengan imbalan cercaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kebiasaan merokok ini terbawa hingga saat bekerja. Semakin berat beban pekerjaan, semakin banyak merokok, sehingga aku tak terlalu menyukai bekerja di ruangan ber AC yang hanya bisa merokok saat istirahat makan. Saat bekerja di lapangan, semakin banyak pula konsumsi rokok, saat itu bisa mencapai dua bungkus sehari. Sebungkus mild dan sebungkus garpit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah sebagai seorang Lead Engineer, mengurus pekerjaan di kantor dan di lapangan, mengurus apa saja, memakai perlengkapan safety, selalu dengan dua bungkus rokok di kantong. Orang-orang di lingkungan proyek sudah mengetahui kebiasaanku, bahwa saat aku mengeluarkan garpit, berarti pekerjaan sedang sulit dan suasana hati sedang tidak bersahabat. Sedangkan saat aku mengeluarkan rokok mild, berarti pekerjaan lancar, dan pikiran sedang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pulang ke rumah, di sana ada ayah, yang sudah berhenti merokok selama beberapa tahun terakhir. Beliau tak suka melihatku merokok, beliau tak menyuruhku berhenti merokok, beliau hanya mengatakan, “kurangilah rokok itu”. Aku tak terlalu mengerti apa yang membuat ayah secara tiba-tiba berhenti merokok, sementara teman-temannya di lingkungan pekerjaan maupun di sekitar rumah masih merokok semua. Aku juga tak terlalu mengerti bagaimana caranya beliau berhenti merokok, dengan serta merta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku ingin berhenti merokok. Waktu itu aku pernah membuat catatan dalam hati, aku akan berhenti merokok jika sang pacar memintaku untuk berhenti, kemauan dari sang pacar mungkin bisa menjadi motivasi yang kuat untuk itu, namun ternyata sang pacar yang baik hati tidak memintaku untuk berhenti, tapi dia juga tidak suka melihatku merokok. Maka, aku mengurangi kegiatan merokok saat sedang bersamanya. Saat berada di dekatnya, setidaknya dia tak akan terkena oleh asap rokok ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah dengan konyolnya mengatakan bahwa rokok adalah salah satu bahasa universal, ada saat ketika seorang pria bertemu dengan pria lain, dan tidak saling tegur sapa. Salah seorang pria akan menghidupkan rokok, dan menawari pria di sebelahnya. Pria di sebelahnya tak perlu menjawab, hanya dengan memberikan isyarat tangan bahwa dia tak perlu rokoknya, lalu segera mengeluarkan rokok sendiri. Lalu mereka merokok bersama, dan percakapan pun dimulai, suasana menjadi lebih cair. Sedemikian rupa, sehingga bisa dikatakan ada sekian banyak argumen untuk merokok, sebanyak argumen untuk tidak merokok.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-5921292853019572113?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/5921292853019572113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=5921292853019572113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/5921292853019572113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/5921292853019572113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2012/01/merokok_23.html' title='merokok'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-iPoR9Zs9LLw/Txx9YQouAtI/AAAAAAAAAPQ/utvraEP7-KQ/s72-c/DSC02340.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-1522143467376804137</id><published>2012-01-21T10:19:00.005+07:00</published><updated>2012-01-23T04:24:45.440+07:00</updated><title type='text'>rokok</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;Baru saja bangun tidur tengah malam, membuka komputer dan mendapati postingan pada facebook mengenai rokok: Vanguard: Sex, Lies, &amp;amp; Cigarettes, "Smoking Baby" and Big Tobacco in Indonesia dari link youtube. Vanguard ini serial dokumenter yang mengeksplorasi tentang isu-isu global yang berdampak sosial luas seperti kriminal, perdagangan obat-obatan dan pemberontakan bersenjata. Dan ternyata kasus perokok di Indonesia termasuk salah satu bagian dari hal-hal diatas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hGSEkoTjW1Q/Txx-OPCBDpI/AAAAAAAAAPY/SmDaIGKr3Qw/s1600/bb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="http://3.bp.blogspot.com/-hGSEkoTjW1Q/Txx-OPCBDpI/AAAAAAAAAPY/SmDaIGKr3Qw/s320/bb.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tayangan itu dimulai dengan menceritakan pusat kota Newyork yang penuh dengan semua jenis advertising, kecuali satu: rokok, yang sudah dilarang oleh pemerintah. Juga diceritakan bahwa harga sebungkus Marlboro 12 USD. Lalu reporternya terbang ke Indonesia dan mengatakan perjalanan itu seperti perjalanan menembus waktu, dimana dia kembali ke masa lalu di negaranya, masa dimana iklan rokok bertebaran dimana-mana dan industry rokok sangat berkembang. Harga sebungkus rokok hanya 1.2 USD saja. Indonesia adalah the new Marlboro country.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;Diceritakan tentang para perokok yang kebanyakan adalah anak muda, tentang anak usia 2 tahun yang sudah kecanduan rokok, tentang industry rokok yang ingin mendapatkan lebih banyak anak muda merokok sebagai investasi untuk masa depan perusahaan, tentang aturan tentang rokok yang selalu gagal disepakati oleh anggota DPR karena intervensi perusahaan, tentang orang-orang yang berjuang untuk mencegah semua itu terus berlanjut beserta pro dan kontra nya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;Iklan rokok di Indonesia memang sangat banyak, bertebaran di sepanjang jalan dari perkotaan hingga pedesaan. Di perkampungan kecil antara Aceh dan medan saja balihonya sangat membius: “Ini Panamas Bung!”. Iklan televisinya selalu jadi salah satu yang terbaik, sangat masal dan keren yang tentunya berbiaya besar. Iklan dari setiap event juga tidak kalah banyak, setiap event musik besar selalu disponsori oleh rokok, sponsor untuk acara olahraga juga rokok, tanpa rokok entah bisa atau tidak orang Indonesia mengelar liga sepakbola indonesia atau menonton liga inggris. Sebuah fakta yang.. menggiriskan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;Industri rokok memang agak susah dihilangkan dari Indonesia. Penyerapan tenaga kerja yang sangat banyak, sekitar 6.1 juta orang bekerja di Industri itu, sekitar 33.2 juta jiwa jumlah orang yang bekerja terkait langsung dengan industry rokok, belum lagi jumlah pedagang asongan yang mendapat penghasilan terutama dari menjual rokok. Dengan kata lain, keberlangsungan hidup banyak orang tergantung di situ. Jumlah para perokok yang terus bertambah, bahkan perkembangan perokok wanita meningkat pesat karena mengikuti perkembangan pergaulan. Pengharaman oleh MUI yang selalu menghadapi pro dan kontra, serta kemungkinan besar adanya campur tangan perusahaan-perusahaan untuk mengatur regulasi melalui anggota DPR. Belum lagi penghasilan Negara yang dihasilkan dari pajak rokok yang katanya mencapai sepuluh persen dari APBN.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;Akhir kata, berhubung pagi sudah menjelang dan perlu tidur lagi, aku hanya bisa menyimpulkan bahwa permasalah rokok ini, memang adalah permasalahan sulit, dilematis. Seperti dulu setiap kali seseorang mengingatkanku untuk berhenti merokok, aku selalu bilang. “Untuk memikirkan permasalahan-permasalahan sulit gw perlu merokok, untuk berhenti merokok gw perlu memikirkan kenapa dan bagaiman caranya, karena ini adalah permasalahan sulit.” Sehingga makin sering aku ingin berhenti merokok, semakin banyak aku merokok. Dan, begitulah seterusnya..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; text-align: justify;"&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.youtube.com/watch?v=hG8vw3MRRyM&amp;amp;feature=related&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://current.com/shows/vanguard/93219795_sex-lies-cigarettes-vanguard-sneak-peek.htm &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.smallcrab.com/kesehatan/541-demi-uang-indonesia-korbankan-kesehatan-masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/11/02/lu16en-industri-rokok-enggan-cantumkan-gambar-akibat-merokok-di-bungkus-rokok &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-1522143467376804137?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/1522143467376804137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=1522143467376804137' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1522143467376804137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1522143467376804137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2012/01/merokok.html' title='rokok'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hGSEkoTjW1Q/Txx-OPCBDpI/AAAAAAAAAPY/SmDaIGKr3Qw/s72-c/bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-3504844130188669102</id><published>2012-01-20T18:16:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T18:17:36.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>menyayangi kalian</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;div&gt;Malam ini, barusan saja tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  berjalan-jalan, keliling kota sendirian. Sendirian? ya biasalah, karena  kebanyakan teman jauh, dan mantan kekasih juga jauh, sudah biasa aku  keliling sendirian. Meski juga kota ini adalah kota kelahiran. Keliling  kota sendirian biasanya hanya akan membuat kita merasa gundah, seperti  tak punya teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertemu teman, namanya Eca. Teman  baru, baru saja berkenalan. Kami bercerita-cerita sebentar, sebentar  saja, tak berlama-lama. Dia bercerita tentang pekerjaannya, tentang  keluarganya, tentang bagaimana dia merasa bosan dengan pekerjaannya dan  ingin berkeluarga, lalu menjadi ibu rumah tangga saja. Umurnya baru 21  mungkin, dia sudah merasakan kegelisahan itu, apalagi aku yang sekarang  sudah berumur... entah berapa, tak jadi masalah, hanya belum ketemu  jodoh. Kami mempunyai keinginan yang sama, tapi aku tau, kami tidak akan  menjalaninya bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pulang, entah kenapa  terasa perasaanku berbeda dari sebelum-sebelumnya. Aku mengamati  sekeliling, kulihat ada orang-orang berjualan di pinggir jalan.  Berjualan apa saja, padahal ini sudah malam, waktunya tidur. Mungkin jam  kerja mereka berbeda dengan jam kerja kebanyakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satunya ada yang berjualan martabak bangka, Bangka? Perasaan ku selalu  sedikit bergetar mendengar kata bangka, sedikit saja, tak perlu  banyak-banyak. Aku hampiri, meski tak begitu lapar, mungkin ada  orang-orang lain di rumahku atau di mana saja yang nanti bisa ketemu,  yang perlu ku belikan makanan. Kalaupun tak ada, aku tetap akan membeli  hanya untuk membuat penjualnya senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjual  seorang Bapak memakai kopiah,  seorang ibu memakai jilbab yang mungkin  isterinya, juga seorang anak perempuan yang sama mungkinnya adalah anak  mereka. Mereka bekerjasama dengan sinergis untuk menyediakan pesanan.  Aku senang sekali melihat mereka. Mereka berusaha hingga semalam ini,  yang kulihat disepakati oleh hampir semua orang sebagai pukul 11 malam.  Mereka berusaha mencari penghasilan dengan cara yang baik. Mereka  terlihat ceria, dan sepertinya tidak sedang memaki kehidupan yang  membuat mereka masih bekerja hingga semalam ini. Dan banyak orang-orang  seperti mereka ini. Yang bekerja dari cinta, oleh cinta, untuk cinta.  Cinta yang universal maksudku, cinta kepada kehidupan dan pemberi  kehidupan, bukan cinta sempit menggebu-gebu yang kurasakan kepada mantan  kekasihku sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seolah-olah mendapat  sedikit perasaan dari mereka, tertular sedikit. Aku merasa nyaman,  merasa dipenuhi perasaan sayang. Entah fenomena psikologi apa ini  namanya. Aku berjalan pulang, mengucapkan terima kasih pada mereka. Aku  jadi merasa menyayangi mereka, jadi merasa meyayangi kalian semua yang  bekerja untuk untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik, aku menyayangi  kalian yang berjuang untuk merawat anak-anak kalian, aku menyayangi  kalian yang bekerja demi diri kalian sendiri, aku meyayangi kalian  orang-orang yang lewat di jalan, aku meyangi orang yang tadi terlalu  ngebut sehingga hampir menabrakku, yang menyadarkanku bahwa hidup perlu  disyukuri, aku menyayangi kalian yang malam-malam begini sedang  berkumpul di pinggir jalan, entah untuk tujuan apa. Aku meyayangi orang  tuaku yang nanti akan terbangun untuk membukakan pintu. Aku meyayangi  kalian semua teman-temanku, temanku yang sedang bersama anaknya yang  kemarin ku datangi, temanku yang senasib dengan ku yang kemarin  sama-sama mendatangi, teman-temanku lainnya yang jauh yang kadang-kadang  mengirimkan pesan-pesan untuk menghiburku, juga teman jauh ku yang  menceritakan kesedihannya untuk mendapat hiburan dariku. Orang-orang  yang telah ku kenal dan yang akan ku kenal. Aku menyayangi kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  sedang tak membenci kalian, pemerintahku. Karena toh kalian bekerja  demi kepentingan banyak orang, dan selalu akan ada hal-hal baik yang  kalian hasilkan. Hanya kami saja yang jarang menyadarinya, sehingga  selalu mencari hal-hal buruk dari kalian untuk ikut kami sesali, karena  sesungguhnya kami menyesali kehidupan kami sendiri, mungkin kami hanya  mencari sesuatu dari luar diri untuk melampiaskan sedikit rasa marah.  Aku sedang tak membenci artis-artis atau tayangan tentang artis ini  artis itu yang sering terasa betapa tak pentingnya, kalian juga manusia  yang perlu disayangi, yang perlu pencapaian. Aku sedang tak membenci  orang yang telah merebut mantan kekasihku. Aku sedang tak membenci  diriku yang tak berhasil menjaga perasaan mantan kekasihku. Aku sedang  tak membenci apapun. Karena kita semua sama, hanya sedang menjalani  peranan yang sedang dipilihkan untuk kita, jika kita menolak menjalani  peran ini, berusaha saja, masih banyak peran lain yang bisa dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah  berapa lama perasan ini akan bertahan, aku sadar, mungkin tak lama.  Karena jiwa masih berfluktuasi dan mencari titik kesetimbangannya.  Karena selalu akan ada masalah di setiap hari yang kita lalui. Masalah  yang selalu saja, jika diurai akan semakin panjang, dan jika digulung  akan semakin pendek. Aku masih percaya, semua akan indah, kalau tidak  pada saat ini, mungkin sekejap kemudian, atau beberapa kejap kemudian,  tak perlulah jumlah kejapan itu kita hitung. Hanya percaya, itu saja  yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meyangi kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catatan 25 Januari 2010&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-3504844130188669102?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/3504844130188669102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=3504844130188669102' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3504844130188669102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3504844130188669102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2012/01/menyayangi-kalian.html' title='menyayangi kalian'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-8630682168872292445</id><published>2012-01-20T18:14:00.000+07:00</published><updated>2012-01-20T18:14:53.032+07:00</updated><title type='text'>mimpi</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="146" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/162795_484696344724_593794724_5715867_624777_a.jpg" width="200" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;﻿Sedikit  saja berbaring, saat sedang lelah, aku segera tersedot dalam pusaran  yang meluruhkan diriku dan menyatukannya lagi pada suatu tempat yang  baru kuketahui apa setelah aku tak berada di sana. Aku menjelma pada  sosok yang tak kuketahui sebagai aku, aku menjadi sesuatu yang hanya  kurasakan, bahwa itu aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah burung, yang terbang  mengepak-ngepak sayap menikmati awan, melayang melalui dorongan angin  dan sewaktu-waktu memanjakan sayapku. Aku adalah burung itu yang  mendadak jatuh berdebam ke rerumputan, dimana seorang anak kecil  menemukanku dan membawaku pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah anak itu,  yang berlari kegirangan membawa seekor burung tak berdaya yang kiranya  terjatuh karena terlalu dalam mengukir jejak pada awan. Aku berlari-lari  menuju satu arah. Ingin menujukkan apa yang kudapatkan kepada ayah,  yang sedang menungguku di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jalan, kulihat  pohon-pohon mengembang meninggalkan gerak yang monoton. Mereka  berjatuhan saling bersahut-sahutan membuat ku menghindar ketakutan dan  menyelamatkan diri pada tempat yang tak pernah terpikirkan. Hanya satu  yang ku tahu, aku terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kusadari adalah  bahwa pada saat berlari tubuhku mengembang menjadi seorang pemuda.  Seorang pemuda yang pada saat melihat sekeliling, mendapari ternyata  semua ruang, semua ruang yang ku pandang, hanya berwarna abu-abu. Aku  tak bisa membedakan apa itu hitam, atau kah itu putih, semua hanya  antara hitam dan putih. Sehingga dengan perasaan tak menentu aku mencari  dimana sumber warna-warna berada. Siapa yang menyimpannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  menemukannya, pada seorang wanita, yang memberikanku setangkai kuas dan  beberapa helai warna. Perlahan-lahan aku melukis komposisi sebuah  pemandangan, tentu aku haru melukis ruang terlebih dahulu sebelum mulai  melukis benda dan kata-kata. Tapi justru ku lukis hijau sebagai merah,  biru sebagai kuning, dan hitam sebagai putih. Tidak bisa mewarnai  sesuatu dengan komposisi yang sama dengan yang dipahami setiap orang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlari lagi, ketika melihat bunga berwarna  hitam yang berdaun jambu datang hendak menerkam. Mimpi apa ini? aku  ingin keluar dari mimpi ini, dan memasuki mimpi yang lebih linear. Tentu  harusnya aku berhak membuat dekorasi mimpiku dalam sebuah taman dimana  suara air berpadu dengan hembusan angin meniup kelopak bunga ditunggangi  lebah ke tempat mana saja yang mereka ingin suburkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai  suatu ketika kulihat seorang tua berwajah kejam, menatapku dengan sorot  tajam, diiringi senyuman yang lebih mirip cibiran. Aku pernah melihat  wajah itu, si tua penafsir mimpi sebagai Sigmund Freud, yang mendeteksi  kegilaan orang lain dari obsesinya pada kegilaan diri sendiri. Apa  kepentinganmu dalam mimpiku? Kusingkirkan manusia yang tidak relefan itu  dengan kibasan tangan, dan kembali ke jalan. Kemana aku akan pergi?  Bukankah aku tadi ingin pulang ke rumah, untuk menjumpai ayah? ﻿&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-8630682168872292445?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/8630682168872292445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=8630682168872292445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8630682168872292445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8630682168872292445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2012/01/mimpi.html' title='mimpi'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-8767121134902034756</id><published>2012-01-20T18:09:00.000+07:00</published><updated>2012-01-20T18:09:37.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Dialog Isa AS dengan Iblis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #f9cb9c; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-rmxoTwdIYd8/TxlLRmjUBOI/AAAAAAAAAPI/mjXLEdLcIMs/s1600/the-gospel-of-barnabas-10-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-rmxoTwdIYd8/TxlLRmjUBOI/AAAAAAAAAPI/mjXLEdLcIMs/s200/the-gospel-of-barnabas-10-1.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Yesus menjawab: &amp;nbsp;“Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, aku  mempunyai rasa welas asih kepada setan, setelah mengetahui  keterusirannya dan aku juga mempunyai welas asih kepada umat manusia  yang tergoda oleh setan sehingga berbuat dosa. Oleh karena itu, aku  berdoa dan berpuasa untuk Tuhan kita, yang telah berfirman kepadaku  melalui malaikat-Nya, Gabriel: “Apa yang ingin engkau peroleh, O Yesus,  dan apa permohonanmu?” Aku menjawab: ”Rabb, engkau mengetahui apa yang  menyebabkan setan berbuat kejahatan, dan bahwa melalui godaan-godaannya,  banyak umat manusia yang binasa; dia adalah makhluk-Mu, Rabb, yang  telah Engkau ciptakan; oleh karena itu, Rabb, berilah dia Rahmat-Mu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Tuhan  menjawab: &amp;nbsp;”Yesus, perhatikanlah bahwa aku akan mengampuni dia. Hanya  dengan mengucap: &amp;nbsp;“Rabb, Tuhanku, aku telah berdosa, berilah aku  rahmat-Mu.” dan Aku akan mengampuninya dan mengembalikannya dalam  keadaan semula.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;“Aku merasa sangat gembira,” Kata Yesus,  “Ketika mendengar ini, merasa yakin bahwa aku telah membuat perdamaian  ini. Oleh karena itu, aku memanggil setan, yang kemudian datang berkata:  “Apa yang harus aku lakukan untukmu, O Yesus?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Aku  menjawab: “Engkau akan melakukan ini demi dirimu sendiri, O setan,  karena aku tidak menyukai layananmu, tetapi demi kebaikanmu sendiri, aku  memanggilmu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Setan menyahut: “ Jika engkau tidak  menghendaki layananku, maka begitu pula aku, tidak menghendakimu; karena  aku lebih mulia daripada engkau, oleh karena itu, engkau tidak layak  melayaniku-engkau tercipta dari tanah, sedangkan aku dari ruh.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;“Marilah  kita tinggalkan ini,” Ucapku, “dan jelaskan kepadaku apakah tidak  sebaiknya jika engkau kembali kepada keindahanmu dan keadaanmu pertama  kali. Harus engkau ketahui bahwa Malaikat Michael di hari pengadilan  nanti, mau tidak mau, akan menebasmu dengan pedang Tuhan sebanyak  seratus ribu kali, dan setiap tebasan akan memberimu rasa sakit yang  pedih setasa dengan kepedihan sepuluh neraka.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Setan  menyahut: “Kita akan lihat nanti, siapa yang dapat berbuat lebih;  pastinya, aku mempunyai banyak malaikat di sampingku dan para penyembah  berhala yang paling potensial. Yang akan mengganggu Tuhan, dan Dia akan  mengetahui betapa besar kesalahan yang Dia buat dengan mengusirku demi  segumpal tanah yang hina.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Kemudian aku berkata: ”O setan, pikiranmu sangat lemah dan engkau tidak menyadari apa yang engkau ucapkan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Kemudian  setan, dengan nada mengejek, menganggguk-anggukkan kepala, berkata:  “Baiklah, sekarang marilah kita buat perdamaian antara aku dengan Tuhan,  dan menurutmu, O Yesus, apa yang harus dilakukan, karena engkau  berpikiran cerdas.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Aku menjawab: “Hanya dibutuhkan dua kalimat untuk diucapkan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Setan menyahut: “Dua kalimat?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Aku menjawab: “Begini: Aku telah berdosa; berilah aku rahmat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Setan kemudian berkata: “Sekarang, aku akan berdamai jika Tuhan mengucapkan dua kalimat itu kepadaku.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;“Sekarang,  pergilah dariku,” kataku, “O makhluk yang terkutuk, karena engkau  adalah dalang kejahatan bagi semua ketidakadilan dan dosa, tapi  Tuhan-lah yang Maha Adil, tanpa suatu dosa.” Jawab Yesus.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Setan  pergi sambil tertawa terbahak-bahak dan berkata: “Tidak demikian  halnya, O Yesus, tapi engkau menjelaskan suatu kebohongan untuk  menyenangkan Tuhanmu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;“Sekarang pikirkan,” kata Yesus kepada muridnya, “Bagaiman dia akan memperoleh Rahmat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Catatan:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f9cb9c; text-align: justify;"&gt;Dialog ini adalah pengajaran Yesus kepada murid-muridnya, yang dikutip dari buku terjemah Injil Barnabas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-8767121134902034756?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/8767121134902034756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=8767121134902034756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8767121134902034756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8767121134902034756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2012/01/dialog-isa-as-dengan-iblis.html' title='Dialog Isa AS dengan Iblis'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rmxoTwdIYd8/TxlLRmjUBOI/AAAAAAAAAPI/mjXLEdLcIMs/s72-c/the-gospel-of-barnabas-10-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-2113526259828575110</id><published>2012-01-14T23:14:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T06:11:19.637+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><title type='text'>A Happy New Year (Sebuah Riset di Edinburgh)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;LATAR BELAKANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Metode  perpisahan dengan tahun lama dan penyambutan tahun baru biasanya  identik dengan pesta kembang api. Sebuah pernyataan yang mencurigakan,  yang perlu dibuktikan secara ilmiah kebenarannya. Benarkah bahwa tahun  baru itu dirayakan? Benarkah bahwa perayaannya melibatkan kembang? Dan  apa hubungannya semua itu dengan api? Berbagai spekulasi beredar  sehubungan dengan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pilihan cerdas  untuk membuktikan kebenaran keberadaan kembang api di malam tahun baru  di Britania Raya, berdasarkan informasi dari data sekunder yang beredar  terbatas, pertama di London dan kedua di Edinburgh. Atas pertimbangan  bahwa huruf E pada Edinburgh mendahului hurul L pada London dan  keharusan memperhatikan urutan itu di halaman daftar pustaka, maka  Edinburgh menjadi skala prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUJUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk meneliti kebenaran keberadaan perayaan  kembang api di Edinburgh, dengan batasan biaya yang semurah-murahnya  dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;METODE PENELITIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menjawab tujuan penelitian yang mulia itu, yang tak semua  penelitian bersedia menjawabnya, maka diperlukan sebuah pengamatan,  pencerapan iderawi, pengolahan data secara kualitatif dan pengambilan  kesimpulan secara empiris. Untuk sebuah pengamatan yang obyektif,  diperlukan beberapa orang yang berbeda-beda tetapi tetap satu jua untuk  menuju ke lokasi studi kasus ini, maka berangkatlah kami berempat ke  Edinburgh. Tiga orang penghuni pent house apartemen balti: Tama, Andyka,  dan Kiki beserta seorang bintang tamu asal Surabaya Om Irfan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="271" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/374577_10150531014249725_593794724_8750832_381085277_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure I Research Team Member&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan  dari Leeds memakan waktu cukup panjang, bahkan tak memandang fakta  bahwa itu yang mengantarkan kami adalah sebuah mobil Ford Vista baru  yang pintu sampingnya cuma ada dua. Mobil cantik berwarna biru ini cukup  canggih, saking canggihnya dengan sedikit pencet kiri kanan jadi bisa  berbicara, setelah terlebih dahulu mengeluarkan dering telepon. Tidak  hanya itu, kecepatan tinggi terasa rendah saja baginya. Untuk mencegah  mobil yang&amp;nbsp; biaya sewanya murah namun berharga tak terjangkau rekening  tabungan itu tergores dan kemungkinan susah mencari Ketok magic atau  tambal ban, maka kami menambahkan biaya asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="200" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/404307_10150531023054725_593794724_8750874_1589769287_a.jpg" width="133" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure II Speed Camera&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Sejak  awal berangkat, kami mencurigai bahwa kegiatan penelitian ini telah  mengundang rasa ingin tahu dari banyak pihak, termasuk paparazzi yang  biasa mencari foto-foto bintang tenar. Sehinggalah di sepanjang jalan  terlihat kamera-kamera yang memantau kegiatan kami, saat dekat kamera  otomatis langsung kita berikan senyum termanis dan ekspresi jari piss.  Namun lama-lama karena terlalu banyak kamera di pinggir jalan, akhirnya  kami tak acuhkan lagi, biarkan saja mereka mendapatkan foto kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menjadi penunjuk arah, dipergunakan GPS dari sebuah device Samsung  Galaxy X2 milik Kiki device “luar biasa canggih yang dibeli dengan  benefit maksimal dan harga minimal” (Untuk seorang Kiki the modern  devicer, kata-kata dalam tanda kutip itu, tidak bisa dipisahkan, bahkan  dengan alasan apapun). Jalanan di Britania raya tidak terlalu berliku  seperti jalan menuju puncak gemilang cahaya dimana bertebaran aa vila,  sejauh dari Leeds sampai ke Edinburgh terlihat begitu. Dengan papan  informasi yang jelas, jalan-jalan besar Motorway yang seperti jalan Tol  di Indonesia ini bisa dilalui dengan gratis saja, dengan free flow  speed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan dengan motorway, berbeloklah mobil ke jalanan  kecil. Sebentar-sebentar terlihat rambu kurangi kecepatan ketika  memasuki kota-kota kecil, berikut tanda bahwa kamera siap mengabadikan.  Sebenarnya perlambatan itu bukan tanpa tujuan, karena berdasarkan   standard perencanaan jalan raya, sudah diperhitungkan bahwa ini adalah   kecepatan maksimum yang sesuai dengan keadaan cuaca, lalu lintas,   alignement, aspek geometri jalan serta layout perkotaan. Kota-kota kecil  di tengah jalan ini sungguh sangat kecil, memadat di pinggir jalan,  mirip dengan kota penuh zombie di film Shaun of the Dead, di kanan kiri  terlihat bar-bar kecil dengan kedip lampu warna warni yang juga sepi  mencekam.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="223" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/403249_10150531026224725_593794724_8750880_1500502121_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure III Shaun of the Death City&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk  memeriahkan suasana malam, maka diputarlah lagu-lagu mellow yang  mengingatkan akan kampung halaman dari IPhone Andyka yang dengan  jaringan Bluetooth disambungkan ke speaker mobil. Lagu Michael Buble  Home dan Dewa Kangen menjadi hits, membuat Kiki the modern devicer  menyanyi-nyanyi penuh penghayatan, rindu kampung halaman, rindu yang  dirindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saat-saat memasuki Scotland segera  tiba. Hati berdebar-debar rasanya, menunggu gerbang besar di tengah  jalan yang bertuliskan selamat datang di Scotland, menunggu tulisan  “Scotland berhati Nyaman.” Atau yang semacam “Edinburgh kota  berprestasi.” Tentunya diikuti tulisan “Hati-hati anak isteri menunggu  di rumah.” Namun harapan itu harus sirna, di pinggir jalan hanya ada  papan nama kecil bertuliskan “Welcome to Scottish Borders.” Sangat  kecil, sehingga tidak layak dijadikan objek berfoto, padahal berfoto di  papan nama itu merupakan salah satu legalitas dari penelitian ini.  Sambutan yang agak mengecewakan dari pemerintah kota, mengingat sudah  jauh perjalanan kami tempuh untuk meraih perbatasan ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="266" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/403862_10150531031394725_593794724_8750888_648145693_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure IV Border Sign&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DATA DAN ANALYSIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  sampai juga di Edinburgh, kota yang merupakan salah satu World  Heritage. Edinburgh merupakan salah satu kota yang berdasarkan survey,  paling layak ditinggali di UK, dimana terdapat Edinburgh University yang  terkenal dengan tokoh filsuf sekaligus ekonom nya Mr. Uadam Smith.  Dimana JK Rowling biasa duduk di sebuah kafe dan menulis Harry Potter.  Penduduk kota ini ternyata sesuai rumor yang beredar bahwa makin ke  utara dari Inggris English dialeknya semakin semakin totok, asing,  seolah-olah diucapkan dengan kecepatan suara yang tidak terdeteksi  manusia Indonesia biasa. Daripada menanyakan alamat penukaran tiket  Homanaya ke penduduk local, lebih efektif cari di web site dan gunakan  GPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edinburgh merayakan perpisahan tahun lama dengan  serangkai acara Homanay Festival, mulai dari Torchlight procession,  Hogmanay Stret Festival, Fireworks, hingga Loony Dook. Untuk membatasi  lingkup penelitian, kami hanya mengikuti Street Festival dan Fireworks,  yaitu sebuah jalan dari ujung ke ujung dimana terdapat berbagai panggung  yang menampilkan performa artis-artis lokal sambil menunggu pertunjukan  kembang api dari arah Castle. Untuk masuk ke festival ini harus  membayar tiket masuk 15 pounds, demi tujuan mulia penelitian ini, biaya  itu bisa ditolerir. Menjelang acara, Om Irfan memberikan peringatan  untuk berhati-hati, bahwa biasanya di acara malam tahun baru ini, banyak  pelukan gratis, Kiki menjadi lebih antusias, terlihat sudah lupa bahwa  tadi baru saja menyanyikan lagu kangen dengan mendayu-dayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padat  merayap para penonton yang jumlahnya sampai 80ribuan beredar dari ujung  ke ujung, dari satu panggung ke panggung lain di sepanjang jalan,  beragam warna-warni rupa-rupi suku bangsa dan bahasanya dari berbagai  benua, sebut saja nama satu Negara, sepertinya ada semua di sini, tumpah  ruah di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="200" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/378159_10150531054104725_593794724_8750951_346847805_a.jpg" width="140" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure V a man and his bottle&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Suhu  udara sekitar 3 derajat saja, entah itu celcius, atau lintang utara,  atau lintang selatan, kurang paham juga. Karena keterbatasan dana dan  upaya, tidak ada ahli cuaca atau ahli geografi dalam tim peneliti. Dalam  udara yang sedingin itu, orang-orang terlihat membawa berbagai macam  botol minuman, yang konon katanya bisa menghangatkan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian  ini hanya berlaku untuk suhu itu, karena jika suhu udara 30 derajat  seperti di Jakarta, hasil penelitian ini tidak akan berlaku. Namun  demikian, kami tak lupa pula membawa botol minuman, coke besar yang bisa  membuat badan bertambah dingin, plastik mereknya disobek agar saat  meminum bisa menimbulkan efek lebih dramatis seperti orang-orang  sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="263" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/398684_10150531054509725_593794724_8750954_1215876712_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure VI Mr Tama, The Ladies and their bottles&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik  tahun baru, setelah semua orang menghitung mundur sampai nol, akhirnya  roket-roket meluncur ke udara dan meledak dengan berbagai intensitas  warna-warni rupa rupi kembang api, yang berlansung sekitar enam menit.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="266" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/381803_10150531054809725_593794724_8750955_1986414173_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure VII FireWorks by Amateur Photographer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oke,  mungkin gambar ini kurang memuaskan. Berikut ini gambar yang lebih  indah, dengan penerapan exposure yang tepat pada kameranya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="266" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/398770_10150531055234725_593794724_8750957_2078697197_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure VIII FireWorks by Professional Photographer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah  kembang api berakhir, orang-orang saling mengucapkan happy new year dan  heboh berpelukan dengan pasangan maupun teman di sekitarnya. Kami hanya  bergantian bersalaman, sambil menyaksikan sekeliling. Momen dimana  menyaksikan hal-hal terindah dengan perasaan sepi karena tak ada orang  spesial untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing.. hening sejanak.. beberapa pertanyaan mengudara.. mana? ga ada pelukan gratis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  itulah sekonyong-konyon terasa pelukan &amp;nbsp;seseorang dari belakang.  Seseorang.. sayangnya.. pria.. sayangnya.. seraya mengucapkan kalimat.&lt;br /&gt;“You’re  my favourite man, happy new year.” Ah, sedih rasanya.. ya sudahlah..  aku pun berbalik, balas menyalami, memeluknya dan mengucapkan.&lt;br /&gt;“Happy new year, mate.”&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="269" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/407575_10150531055504725_593794724_8750958_724210101_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure IX You’re my favourite man..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lalu  bergantian menyalami, mengucapkan happy newyear, dan memeluk rombongan  teman-temannya. Lalu kami berdelapan, empat indonesian dan empat  Scottish saling berpelukan berombongan sambil mengucapkan “HAPPY  NEWYEAAR!” sambil melompat-lompat seperti anak kecil kegirangan. Sebuah  momen dimana dinding-dinding pertahanan dan perbedaan-perbedaan melebur  menjadi rasa bersahabat, dekat, hangat, bersaudara &amp;nbsp;bahkan dengan  orang-orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata itu kata kuncinya, “happy new year”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta  pun bubar, perlahan orang-orang berbondong-bondong pulang. Sambil  pulang seringkali berpapasan dengan orang-orang yang mengucapkan happy  new year, berpelukan, happy new year, berpelukan, serasa menjadi  teletubbies. Tapi semua orang riang gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak ada  orang berbadan tinggi besar menarik tangan Om Irfan, dan lagi-lagi  mengucapkan happy newyear. Beberapa orang pria wanita juga memeluk ku  dan mengucapkan happy newyear, kami melompat-lompat sambil  bernyanyi-nyanyi dengan lirik dan diaelek yang sama-sekali tidak jelas.  Saat itulah pak Irfan menghilang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa dia digendong dan  dibawa kabur oleh pria bertubuh besar itu.. bahwa dia dengan pasrah  dibawa berlari-lari keliling kerumunan.. kami ketahui kemudian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil  menunggu Om Irfan yang masih menghilang entah kemana, kami menyaksikan  pertunjukan musik yang kedengaran sangat irlandia, yaitu dengan dominasi  suara biola berketukan cepat, di salah satu panggung, mendengar musik  yang indah itu, dan atmosfir sekitar yang sangat ceria penuh dengan  orang-orang berdansa, pertama-tama kepala ikut bergoyang, lalu kaki,  lalu tangan, lalu badan.. dan resmilah aku dan Andyka berjoget mengikuti  music, berputar-putar dengan ciri khas pada hentakan2 kaki.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="263" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/392221_10150531056399725_593794724_8750963_2085697106_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure VIII The hilarious performance&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="266" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/403636_10150531056734725_593794724_8750965_1318168673_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure IX Dancing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dimana  rimba Om Irfan masih belum ketahuan, maka sudahlah kami pulang saja  menuju parkiran, dengan pebuh rasa tega. Ternyata di tengah jalan pulang  justru bertemu lagi dengan Om Irfan, dengan kondisi yang patut  disyukuri, masih selamat. Dalam perjalanan pulang masih selalu saja ada  orang-orang yang mengucapkan happy newyear, hingga satu rombongan  terakhir. Dimana salah satunya memeluk Om Irfan dan memberikan ciuman  manis di pipi, lalu Om Irfan pun digendong, untuk kedua kalinya. Dia  hanya meronta-ronta tak berdaya..hahahaha&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="266" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/387259_10150531058204725_593794724_8750972_640606872_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;Figure X He likes him, He’d like to take him home&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pagi  menjelang, akhirnya bertemu dengan rombongan dari Glasgow dan  Newcastle, dan di pagi buta itu, ternyata penelitian harus berlanjut ke  St Andrews, tempat dimana Pangeran William dan Kate Middleton dulu  kuliah. Maka beriringanlah tiga mobil, dengan muatan peneliti-peneliti  dari Glasgow, Newcastle dan Leeds. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jalan,  karena Kiki sang Navigator tertidur pulas di bangku belakang, mobil  sempat salah jalan, tertinggal dari rombongan. Saat baru memasuki jalan  yang sepi menuju St Andrew sebuah mobil patroli polisi mengikuti dari  belakang. Mobil itu terlihat mencurigakan, karena lampu nya  berkedap-kedip, atau mungkin juga mobil kami yang terlihat mencurigakan.  Curiga mencurigai sering terbolak-balik belakangan ini. Mobil kami  terus melaju, mencoba tak mengacuhkan polisi di belakang. Mendadak  mereka itu menghidupkan sirine, seperti akan mengejar penjahat, gawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  ku pelankan mobil, dan berhenti. Seorang polisi yang muda dan berwibawa  keluar dan menghampiri lewat jendela. Kami diam saja, dengan wajah sok  polos membuka kaca jendela dan menatapnya. Biasanya polisi Indonesia  akan berkata. “Selamat malam pak, bisa saya lihat surat-suratnya?” yang  biasanya dilanjutkan dengan “Anda melanggar bla-bla bla-bla, mau  diselesaikan di sini apa dilanjutkan ke persidangan?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi yang ini, yang kemungkinan kecil namanya Kopral Ujang, malah  berkata “Apakah kalian tidak apa2, mobil ini tadi terlihat goyang kiri  kanan, jangan-jangan kalian mabuk?”&lt;br /&gt;“Oh, tidak pak, kami hanya  ragu-ragu karena masih mencari jalan menggunakan GPS.”Kira-kira begitu  jawabku yang sedang di belakang setir sambil menunjuk device super  canggih di tangan Kiki.&lt;br /&gt;“Kalian mau ke St Andrew?” tanyanya sambil  matanya menatap mataku sambil hidungnya mengendus-endus bau mulutku  untuk membuktikan bahwa kami bebas alcohol.&lt;br /&gt;“Benar sekali Pak.”&lt;br /&gt;“Baiklah, hati-hati di jalan.” Katanya kemudian.&lt;br /&gt;“Happy  new year Sir.” Kataku, roda mobil kembali berputar untuk melanjutkan  perjalanan. Jalanna yang sepi mencekam, kantuk yang melanda, dinginnya  udara, kegelapan di luar, tak mampu menghalangi tujuan mulia kami&amp;nbsp; untuk  meneliti matahari terbit sekaligus juga napak tilas kisah asmara  Pangeran William dan Kate Middleton di St Andrew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="213" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/380971_10150535367209725_593794724_8765373_20842641_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;St Andrew&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  riset yang telah diselesaikan ini, maka bisa ditarik kesimpulan adalah  benar bahwa ada perayaan kembang api pada malam tahun baru di Edinburgh,  bahkan ada dugaan bahwa kata Happy Newyear merupakan sebuah mantra yang  membuat orang-orang menjadi lebih bahagia dan berhadiah pelukan atau  cium mesra..dari pria..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini masih perlu  diuji melalui komparasi studi dengan perayaan-perayaan serupa seperti di  London, Amsterdam dan sebagainya. Namun demikian, kesimpulan sementara  yang diperoleh sudah cukup untuk memuaskan rasa penasaran akan kebenaran  ilmiah dari penyataan-pernyataan yang berkembang di kalangan masyarakat  seputaran tahun baru dan perayaannya. Tentunya juga bisa menjadi  seuntai kisah modern untuk masa lalu, kisah kontemporer yang diceritakan  kepada seseorang di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada sebuah hipohesis  sementara, bahwa rok pakaian tradisional yang biasa dipakai oleh &amp;nbsp;orang  Irlandia dan Scotland itu memiliki fungsi utama, yaitu biar gampang  dipakai pipis. Hal ini kami lihat dalam perjalanan pulang, dimana  terlihat seorang pria mengenakan rok sedang menuntaskan hasratnya  tersebut di pinggir jalan, di keramaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih:&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk Andyka, Kiki the modern devicer dan Om Irfan&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk Aryo, Masagus Eron, rekan-rekan dari Glasgow yang baik hati dan  rekan-rekan dari Newcastle yang cantik-cantik, yang telah menyusun acara  liburan dan memberikan hiburan yang cukup untuk menurunkan intelegensia&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk orang-orang local yang memberikan kesan hangat dan bersahabat&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk Pak Polisi yang masih bertugas di malam tahun baru&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;References:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Figure II http://www.navmanwireless.co.uk/speed-cameras-challenged.html&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Figure III http://www.avclub.com/articles/shaun-of-the-dead,61446/&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Figure IV, VIII http://www.facebook.com/dontbeatourist&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-2113526259828575110?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/2113526259828575110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=2113526259828575110' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2113526259828575110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2113526259828575110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2012/01/happy-new-year-sebuah-riset-di.html' title='A Happy New Year (Sebuah Riset di Edinburgh)'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-1052226380799923391</id><published>2011-12-31T10:05:00.005+07:00</published><updated>2012-01-04T18:00:04.615+07:00</updated><title type='text'>akhir tahun</title><content type='html'>&lt;div style="color: #ffe599;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Perkembangan tulis menulis ku semenjak aktif menjadi seorang blogger dari tahun ke tahun bisa terlihat dari catatan arsip berikut ini. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;2005: 50 posting&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;2006: 16 posting &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;2007:&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6 posting &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;2008: 10 posting&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;2009:&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4 posting&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;2010: 17 posting&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;2011: 30 posting&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Ternyata kecenderungan menulisku berfluktuasi dari tahun ke tahun, alias tidak konsisten. Pada tahun 2005 dimana baru mulai mengenal blog, terasa begitu bersemangat dengan dunia baru dan masih kaya akan ide-ide segar sehingga bisa menghasilkan 50 tulisan setahun, rata-rata seminggu satu tulisan. Lalu intensitas menulis mulai menurun seiring dengan kesibukan mengerjakan Tugas Akhir dan kelulusan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Karena kesibukan bekerja sejak pertengahan tahun 2006 maka kegiatan menulis menjadi semakin berkurang. Selain faktor kesibukan itu, sepertinya punya pacar merupakan salah satu faktor yang juga dominan. Sampai dengan tahun 2009 sedang berpacaran dengan seseorang, sehingga dalam masa-masa itu berbagai remeh temeh dan cerita sehari-hari hanya kepada sang pacar itulah disampaikan. Hingga dulu pernah menulis surat yang panjangnya 20an halaman sebagai hadiah ulang tahun sang pacar yang ke-20an juga. Diperlukan waktu selama sebulan berangsur-angsur untuk membuat surat itu, serasa seperti mengetik laporan penelitian, laporan yang membuai-buai tentang cinta dan semacamnya. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Jika melihat ke waktu yang lebih lampau, sebenarnya ini bukan pertama kali menulis, sejak kelas satu SMP aku sudah sering menulis. Waktu itu mulai menulis di kertas, dan diedarkan untuk dibaca oleh teman-teman sekelas, ceritanya melulu berisi lelucon dan humor yang panutannya adalah cerita Lupus oleh Hilman. Sejak kelas dua mulai menulis cerita bersambung di buku, bersama beberapa teman hingga menghasilkan dua buku tebal, selain mulai mengisi mading dengan berbagai pusisi abege dan gambar-gambar komik lucu. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sewaktu SMA, aku menjadi staf OSIS untuk seksi keterampilan dan wiraswasta dimana salah satu pekerjaanya adalah mengurus penerbitan mading sekolah. Juga menulis untuk mading, beberapa buah cerpen dan gambar-gambar. Juga ditunjuk sebagai seksi dekorasi untuk membuat dan memasang rangkaian tulisan latar belakang panggung untuk berbagai acara-acara yang diselenggarakan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Kembali ke masa kini, berhubung hati sedang sepi, tidak ada tempat berbagi, akhirnya blog menjadi salah satu media ekspresi. Mulai menulis lagi dengan panjang-panjang dan lebar-lebar. Mulai menggambar lagi di sela-sela waktu luang. Mulai membaca berbagai buku pegetahuan dan cerita berbahasa inggris. Mulai mendengar dan mengucapkan kata-kata bahasa Inggris sambil melatih logat british. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Tahun ini hampir berlalu. Setahun yang penuh warna-warni. Tahun depan sedang menanti, semoga membawa warna-warni cerita yang ceria. Akan kuceritakan lebih sering di sini, jika ada yang ingin mengetahui. Selamat tahun baru, sampai bertemu lagi, karena aku sudah harus bersiap-siap akan berangkant ke Scotland untuk merayakan akhir tahun di Edinburgh. Hal yang tahun lalu masih tak pernah terpikirkan akan terjadi tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-1052226380799923391?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/1052226380799923391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=1052226380799923391' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1052226380799923391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1052226380799923391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/12/akhir-tahun.html' title='akhir tahun'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-3328672220633043207</id><published>2011-12-27T18:15:00.005+07:00</published><updated>2012-01-20T06:12:12.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>a tribute to Uun</title><content type='html'>&lt;div style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;14 April 21.30 WIB&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #b6d7a8; text-align: justify;"&gt;&lt;div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="200" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386902279724_593794724_3759528_7271125_a.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="150" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;“We could be so good together - morrison”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="caption"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="photo_left" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Melihat  tanggal dan jam di sebelah kanan bawah komputer, mendadak teringatlah  gw kepada seorang teman yang hari kelahirannya akan berulang beberapa  jam lagi. Namanya Uun, biasa di tambahkan awalan “Kang” di depannya dan  dilengkapi dengan akhiran “Haseup” di belakangnya. Jadi selengkapnya  bisa dibaca Kang Uun Ha…ha..hatchiin, aih, kok gw jadi bersin sebelum  tuntas melafalkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah, terlepas dari masalah pengucapan  tersebut, gw sedang berpikir keras, hadiah apa yang bisa gw persembahkan  bagi sobat satu ini. Apakah itu cincin emas bertatahkan permata  bersulam berlian bersimbah darah? rasanya dia bukan orang yang  membutuhkannya. Apakah itu sebuah mobil mewah, rumah megah, jam tangan  indah? Aih, gw percaya bahwa harta benda duniawi tidak terlalu berarti  baginya, zuhud cuy, disamping alasan paling utama dan sebenarnya adalah  gw sendiri belum memiliki harta benda duniawi yang tersebut diatas.  Akhirnya, sebagai seorang teman yang masih cenderung self centered, gw  coba membongkar ingatan gw tentang manusia satu ini dan menuliskannya  dalam beberapa paragraf dalam ejaan yang tidak disempurnakan. Bukankah  kita bisa berkaca melalui mata seorang teman, berbicara melalui mulut  seorang teman, dan makan-makan menggunakan penghasilan seorang teman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama  bertemu, pada zaman dahulu kala, sewaktu manusia masih mempertahankan  hidup dengan berburu dan meramu, bertemulah gw dengan orang ini. Di  kelas T12. Orang sunda asli pencinta persib boi, jadi wae bahasana sunda  pisan. Kalau sudah berkumpul dengan geng sesama sunda, anak baru  merantau seperti gw bakalan berpikir mereka ngomongin sesuatu yang tidak  bisa di makan. Asalnya dari SMU 5 Bandung, yang setiap kali berhasil  meluluskan orang aneh ke kampus paling diminati sejagat raya, jurusan  paling dihormati sejurusannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal melihatnya, dengan cem  cem celana gunung dan sweater slipknot kali ya? Pokonya yang belel ga  karuan dan biasa dipakai orang-orang anti kemapanan lah, dengan walkman  di telinganya yang pilihan aliran musiknya tidak lebih dari hard core,  punk, british dan indie label, gw yakin banget orang ini bakal jadi  temen akrab gw. Seperti prinsip kehidupan: sama angkot bisa saling  mendahului, sesama pendekar di dunia persilatan bisa saling mengenali,  sesama orang gila bisa saling menyayangi. Maka jadilah kita memulai  perkenalan dan persahabatan. &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="223" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386901439724_593794724_3759500_6438599_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“Cobalah  lihat itu kelakuan, disaat gw berpose memperlihatkan wajah menyesal  karena tak bisa berada disebelah rahima (3 dari kiri 3 dari bawah) dia  berpose dengan tidak memperlihatkan wajah sama sekali (tertutup buku  kalkulus). Gw yakin itu bukan karena wajahnya tidak layak difoto, hanya  sebentuk firasat bahwa dia akan mengulang kuliah kalkulus”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sewaktu  tahun pertama kuliah, hal yang gw sadari dari orang ini adalah rasa  setia kawan dan rela berkorban. Setelah kudeta angkatan yang memakan  korban perasaan itu, diikuti pelantikan ketua angkatan seorang febi  febiola (feri bebi feri bebi olala), gw diangkat menjadi koordinator  kelas dengan tidak hormat sedangkan uun diangkat menjadi wakil  koordinator dengan hormat. Berjuanglah kita menghadapi ospek yang penuh  belaian kasih sayang dari para senior. Gw dengan riang gembira bisa  mendelagasikan tugas-tugas yang sangat berat kepada Uun yang sangat  setia kawan dan rela berkorban ini, salah satunya adalah mengantarkan  seorang rekan wanita ke tempat yang sangat jauh di ujung Bandung pada  malam-malam yang dingin dan gelap tiga kali dalam satu minggu selama  hampir setahun. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/26189_386901444724_593794724_3759501_3656844_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“Motor  legendaries dengan rajah Rage Again the Machine, yang menjadi saksi  perjalanan Uun yang seharusnya juga bisa menjadi saksi kisah asmaranya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada  tahun-tahun berikutnya dari kuliah, kita mendapat musibah ditempatkan  dalam ruang yang sama karena memiliki wajah tidak ganjil. Satu hal yang  saya sadari adalah manusia ini memiliki motivasi tinggi untuk menjadi  orang sukses. Jika untuk menjadi orang sukses harus memiliki nilai yang  baik, dan untuk mendapatkan nilai baik harus rajin belajar, maka dia  akan rajin belajar. Gw sadar dia sering menghadiri kuliah dengan duduk  di jajaran terbelakang seperti halnya gw atau sahrial, dan sering  menghabiskan waktu dengan ngobrol tak tentu arah dan tak jelas tujuan.  Tapi gw juga menyadari bahwa di rumahnya dia mengulangi pelajaran lebih  banyak daripada gw, dan pada detik-detik yang menentukan seperti  waktunya harus menyalin tugas dari Oscar, dia selangkah lebih maju  daripada gw, dalam artian mendapatkan salinan edisi kedua, sementara gw  biasanya baru edisi keempat dan sahrial edisi kesepuluh. Jika pada waktu  menjelang ujian terlihat kepanikan pada wajahnya yang bertentangan  dengan ketenangan pada wajah gw, maka itu hanyalah sebuah kamuflase,  karena pada akhirnya nilainya sama atau lebih besar daripada nilai gw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/26189_386901454724_593794724_3759502_2883373_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“ekspresi  wajah penuh kamuflase seolah-olah stress sesaat sebelum ujian, dan akan  segera menunjukkan kebalikannya sesaat setelah ujian.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kehidupan  bersama uun pada masa lalu bisa diringkas menjadi sebuah judul  “realita, cinta dan rock  n roll.” Kita bisa mendapati banyak paradoks  dalam sebongkah diri uun. Cobalah lihat julukannya semasa tingkat empat  “Uun si punk belajar”. Meski wajahnya menyiratkan radikalitas  pemberontakan terhadap hak-hak yang tertindas, hasil kekejaman preman  yang sering memalaknya sewaktu di sekolah, tapi perasaannya yang halus  mudah tergerak terhadap hal-hal yang bisa menyentuh perasaannya. Bahkan  untuk masalah kebersihan, jika melihat lantai yang kotor dan tidak ada  wanita berhati mulia yang sudi membersihkan, maka uun dengan serta merta  akan menyapu atau mengepel. &lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386901459724_593794724_3759503_7741101_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“Lantai  Himpunan yang bersih dan kinclong yang sering menang lomba kebersihan  sekampus raya, menjadi pelampiasan bakat uun untuk menjadi mbok inem  (gambar ini adalah asli, bukan tipuan kamera belaka).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tentu  saja bisa kita pahami dan kita lihat niat tulus Uun dalam menjaga  kebersihan tersebut dari keringat yang membasahi dahinya. Hal ini sangat  berbeda dalam hal motif, dengan kasus lainnya, yang bisa kita telaah  dari gambar berikut: &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386983699724_593794724_3761157_7696809_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;"sebentuk ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan sentuhan dari sang abang."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Setelah  membicarakan tentang struktur yang menindas ditambah realita kehidupan  dan kenyataan bahwa diperlukan revolusi dalam rangka mengakhiri  kebobrokan di negeri ini, melalui pemusnahan terhadap generasi tua yang  korup hingga ke akar-akarnya, dia segera akan mempertanyakan mengenai  perbedaan islam sunni dan islam syiah, dan kenapa bisa terjadi  pertikaian diantara mereka. Gw yang mendengar celotehnya hanya  menganggap ada sedikit korslet dalam system sarafnya, dan bisa  diperbaiki melalui terapi dengan disembur memakai air yang sudah  dibacakan mantra-mantra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386901664724_593794724_3759506_8296980_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“Ritual yang dilakukannya untuk memanggil arwah leluhur”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;/span&gt;Meski  dulu dia sering memakai kaos berwarna hitam atau merah terang dengan  tulisan sick freak people atau lambang palu arit di siang hari, tetapi  di malam hari mengajak kami mengikuti pengajian di Daarut Tauhid. Meski  kami berangkat menuju perhelatan underground yang penuh wewangian  alcohol, tapi dia segera menyeru ke masjid saat mendengar azan di  Salman. Semua itu hanyalah sebuah contoh agar kita tak menilai sesuatu  hanya berdasarkan penampakan luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mendengar alunan musik  yang menggugah hati, seperti irama kecapi suling, maka uun yang tadinya  hanya duduk dan berhaha hehe di belakang, akan segera maju ke depan  panggung, segera mengekspresikan diri dan emosinya dengan tarian yang  oleh seorang pakar musik kenamaan berinisial bogel, disebut sebagai  tarian lebah afrika, seperti gambar di bawah ini. Gejala yang dalam  pandangan umum bisa disebut sebagai trance, bersentuhan dengan alam  transcendental, bahasa orang baratnya siih kesurupan kali ya.&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386901674724_593794724_3759507_6674171_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“ups,  sorry! Gw salah memasukkan gambar, ini sih orang yang ekspresinya  rada-rada ‘gimanaa gitu’ ya. Kalo ketemu orangnya nanti gw complain deh  ekspresinya yang rada ‘gimanaa gitu’ itu”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&amp;nbsp;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386901684724_593794724_3759508_7093482_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“ini dia yang benar, yiihaa! Lihatlah gayanya yang asyik dengan tunjuk kiri tunjuk kanan ituh (kaos hitam di depan panggung)”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Jika  berbicara tentang cintanya pada wanita, orang ini pasti selalu  mengidam-idamkan sesosok wanita cantik islami sholehah yang anggun  perilaku, tuturkata dan penampilannya, tetapi pada saat yang bersamaan  juga membicarakan seorang oriental yang berambut lancip dan berwarna  merah dari film-film jepang atau korea. Pada waktu-waktu ini gw ingin  menyembur lagi mukanya agar segera disadarkan. Namun demikian, saat  pikirannya sedang normal, dia akan menunjukkan kebaikan dan  kepeduliannya kepada orang-orang di sekitar. Salah satu hal terbaik yang  pernah gw dapatkan dari uun adalah sebuah sms pada suatu hari: “Don’t  ever u give up for love cause u have fuckn friend” untuk menghibur hati  gw yang waktu itu sedang berhati-hati. Sementara itu, gw yakin dia akan  bisa memperoleh apa-apa saja yang diinginkannya dalam kehidupan yang  fana ini.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="240" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386901689724_593794724_3759509_7373743_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“Ciluuk baa!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada  intinya, kehidupan sosial gw di kampus sebagian besar adalah kisah  persahabatan gw dengan uun, sahrial, sofyan, agung rock, febi, dsb. Pada tingkat  akhir, kebersamaan kita mulai berkurang karena harus mengerjakan tugas  akhir yang berbeda spesialisasi, serta kesibukan gw berkeliling kota  dengan seseorang yang terlarang untuk disebutkan namanya. Hanya pada  saat makan sianglah ada waktu untuk berkumpul di dodi derita, sekedar  memesan nasi goreng telur kornet yang diikuti keributan tentang siapa  yang akan membayarnya, sembari menceritakan tentang ini itu itu ini yang  bisa mengurangi integensia, diakhiri dengan sholat bersama di masjid  yang selalu menyejukkan hati kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="214" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/26189_386901694724_593794724_3759510_7161341_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“Foto keluarga: Seragam wajib bagi Uun (kedua dari kiri atas), jaket dan celana jeans belel, tapi ada bendera merah putihnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pada  akhirnya, setelah lika-liku kehidupan penuh canda duka dan tawa lara  itu kita bisa menyelesaikan semua dengan baik, memulai kuliah pada hari  yang sama, sidang kelulusan pada hari yang sama, dan diwisuda pada hari  yang sama. Sebenarnya gw bisa lulus lebih cepat daripada uun, tapi atas  dasar rasa setia kawan dan tepo seliro gw memundurkannya, oke oke, gw  berbohong dengan pernyataan barusan. Takdir menentukan apa yang terjadi  dalam periode itu dan setiap periode lainnya dalam kehidupan manusia,  tanpa tergantung pada apakah kita menghendakinya atau tidak. Tapi suatu  pernyataan yang bisa dicari derajat kebenarannya adalah, bahwa teman  pada masa kuliah akan menjadi teman selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" height="214" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/26189_386902459724_593794724_3759529_1524540_n.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class=""&gt;&lt;span class="caption"&gt;“Ekspresi  kebahagiaan sesaat setelah kelulusan, lihatlah wajah yang so.. sok imut  itu, menyatakan: silahkan tempeleng saya tepat di arah jari telunjuk  ini, gejala masochism kali ya?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Demikianlah seringkas  lalu mengenai Uun dimasa sama-sama berkuliah dulu. Sekarang tentu saja  dia telah menjadi orang yang lebih baik daripada di masa itu, karena  kita semua sebaiknya begitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;(Arsip Catatan Facebook, 15 April 2010)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-3328672220633043207?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/3328672220633043207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=3328672220633043207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3328672220633043207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3328672220633043207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/12/tribute-to-uun.html' title='a tribute to Uun'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-3840598098161207034</id><published>2011-12-22T05:51:00.003+07:00</published><updated>2011-12-25T05:42:59.099+07:00</updated><title type='text'>seribu kata untuk ibu</title><content type='html'>&lt;div style="color: #ea9999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ribuan kilo jalan yang kau tempuh &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Lewati rintangan untuk aku anakmu&lt;br /&gt;Ibuku sayang masih terus berjalan&lt;br /&gt;Walau tapak kaki, penuh darah penuh nanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti udara kasih yang engkau berikan&lt;br /&gt;Tak mampu ku membalas ibu.. ibu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu&lt;br /&gt;Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu&lt;br /&gt;Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku&lt;br /&gt;Dengan apa membalas.. ibu.. ibu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti udara, kasih yang engkau berikan&lt;br /&gt;Tak mampu ku membalas ibu.. ibu.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;Ibu, Iwan Fals. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #ea9999; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LP-oo-h0FtM/TvZF6zwlnRI/AAAAAAAAAOs/23onDD4YOkM/s1600/happy-mothers-day-daisy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-LP-oo-h0FtM/TvZF6zwlnRI/AAAAAAAAAOs/23onDD4YOkM/s200/happy-mothers-day-daisy.jpg" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga segala berkah selalu tercurah untuknya, adalah orang yang telah mengandungku dengan susah payah, orang yang melahirkanku dengan bertaruh jiwa, dan orang yang membesarkanku dengan penuh kasih sayang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga selalu dalam limpahan kasih sayang, tak pernah mengatakan menyayangiku, menyayangi anak-anak mereka, atau menyayangi siapapun, tapi menunjukkannya dengan tatapanya kepada anggota keluarganya. Menunjukkannya dengan ekspresi dan perbuatannya, dengan memanjakan kemauan anak-anak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga senantiasa berada dalam keselamatan, seringkali terlalu mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya, sehingga melarangku mandi di kali yang airnya deras, melarangku bermain jauh-jauh, melarang pulang terlalu malam, melarangku mandi hujan karena akan membuatku demam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga pengetahuannya cukup untuk menjadikannya bijaksana, tidak menyulitkan diri dengan membaca berbagai buku pedoman dan panduan. Semua peran dijalaninya seadanya dengan naluri yang sudah dimilikinya sedari awal. Dia mendapatkan perannya yang penting tanpa harus pula berteriak tentang emansipasi. Ibu tidak mencari peran dalam lingkup luas yang meliputi perjuangan nasional, pengentasan kemiskinan, pencerdasan bangsa, yang jelas semua peran untuk mendidik anak dengan baik telah dijalaninya dengan penuh pengabdian, dengan memberi kasih sayang dan tanpa pamrih. Dia yang hanya mencintai dengan sederhana, memberi contoh dengan perilaku, menjalani hidup dengan keikhlasan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga selalu dimudahkan segala urusannya, merupakan pengelola kehidupan keluarga yang mengatur anggaran biaya dan berbagai perencanaannya. Perannya di rumah tidak hanya untuk mengasuh anak-anak dan memasak setiap hari, tetapi juga untuk membantu mencari nafkah untuk melengkapi kebutuhan keluarga. Langkahnya akan selalu tegar meski terkadang bersusah-susah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga yang terbaik selalu dilimpahkan Allah kepadanya, &amp;nbsp;selalu menuruti perintah dan kata-kata ayah, namun tidak jarang dia ada dibalik keputusan-keputusan penting yang ayah buat. Tidak jarang juga nasehat dan perasaannya terbukti benar, ketika ayah tak mendengarnya. Seperti ketika dia bilang untuk berhati-hati dalam menaruh kepercayaan pada seseorang, terbukti orang tersebut yang membuat kami sekeluarga harus bersusah-susah selama beberapa tahun.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga senantiasa bahagia dengan kesederhanaan, menikmati hidup dengan cara yang sederhana. Bekerja, memasak dan membereskan rumah di siang hari, beristirahat di malam hari sambil duduk bercengkarama dan menonton cinta fitri. Sesekali dia akan berkomentar &amp;nbsp;ketika hal-hal tragis terjadi di televisi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga tercukupi segala kebutuhannya, di sela-sela hari dia akan menanyakan masakan apa yang anak-anaknya inginkan, ia akan suka menatap keluarganya yang sedang makan dengan lahap. Sesekali dibelikannya kepiting, kerang, dan udang besar-besar favoritku. Sesekali dimasakkannya tumis ikan asin yang selalu kurindukan. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga selalu dimudahkan dalam urusannya, terbiasa dengan cara berpikir yang optimis yang selalu memandang ada jalan keluar dari semua permasalahan. Ketika aku dihadapkan pada pilihan antara keinginan ayah agar aku medaftar ke sekolah akademi seperti STPDN yang bebas biaya yang bertolak belakang dengan keinginanku untuk mendaftar perguruan tinggi yang membutuhkan biaya besar, Ibu mendukung kemauanku dengan tanpa syarat. “Dicoba saja.” Begitu selalu kata Ibu, hingga luluslah aku di ITB dengan mendapat beasiswa penuh. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga keselamatan senantiasa bersamanya, selalu mengkhawatirkan keselamatan anaknya yang kesukaannya merantau jauh-jauh ini. Ketika berpamitan, terbesit kesedihan pada tatapan matanya, meski dia hanya tersenyum dan mengikhlaskan. Dalam malam-malamnya tanpa diminta dia selalu mendoakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga selalu dikelilingi orang-orang yang menyenangkan, sehingga ibu-ibu di sekitar rumah selalu menyempatkan waktu mereka di pagi hari untuk datang sekedar bertegur sapa dan bercerita apa saja, yang mungkin menjadi pusat penghiburan mereka untuk mengisi waktu diantara kebosanan rutinitas sehari-hari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga selalu dalam lingkungan yang damai dan menyenagkan. Dia selalu membutuhkan kehadiran anggota keluarga di sisinya. Jika adik belum pulang hingga sore menjelang malam, maka dia akan bertanya-tanya sendiri kemana adik pergi, menyuruh menelepon dan mengirim pesan. Bila abang tidak pulang selama beberapa hari, dia bertanya-tanya apa saja kegiatannya. Untuk mengisi waktu kosongnya dia akan berkunjung ke rumah sanak family, bermain dengan cucu-cucunya yang lucu sekaligus nakal. Dia selalu senang mendengar rengekan anak-anaknya, yang menandakan bahwa kehadirannya sangat dibutuhkan, bahkan ketika semua anak sudah besar. Terhadapnya, semua anggota keluarga selalu merasa bisa bermanja. Meski entah kenapa, ketika beranjak dewasa kita jadi terlalu kaku untuk memeluknya. Kelak jika memiliki istri, akan kuminta supaya sering-sering memeluk Ibu, atas namaku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga selalu dilingkupi oleh kabar baik, sering menelepon hanya untuk menanyakan makan apa anaknya ini yang jauh dirantau, sering juga menerima telepon untuk mendengar bahwa anaknya sedang kekurangan uang, atau untuk mendengar berita bahwa anaknya sedang sakit demam. Dan seringnya dia hanya memberikan tawa yang menghibur, bahwa sekali-kali sakit sudah biasa dalam kehidupan ini, dan itu tidak akan berlangsung lama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan, dia yang tak pernah mengeluh ketika harus selama dua bulan lebih menunggu dan menjaga ayah di rumah sakit. Dia yang menjaga optimismenya untuk mengejar kesembuhan. Dia yang menemani ayah hingga saat-saat terakhir yang tak bisa dihindari.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga airmata kesedihan tidak sering menetes jatuh di pipinya, hampir tidak pernah kulihat menangis. Dia yang hanya menangis saat keadaan benar-benar tidak tertanggungkan. Akhirnya tak ada yang berdaya untuk mencegah airmata itu jatuh di pipinya, karena itu airmata untuk ayah. Saat itu, betapa setiap anak akan berjanji dengan segala upaya untuk mencegah airmata kesedihan seperti itu jatuh lagi dari seorang ibu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga kelak bisa bertemu kembali dengan ayah di dalam surga, tidak mengatakan betapa dia kehilangan atau betapa dia merindukan. Tapi menunjukkan perpaduannya ketika menatap foto ayah atau saat mendadak terdiam dengan menekan perasaan yang membuncah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga senantiasa berada dalam damai dan cinta, selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak dan keluarganya. Setiap kali kami merasa kalah, lelah dan butuh tempat mencari damai, ibu akan selalu menunggu di rumah, tempat dimana segala damai berasal, tempat dimana segala motivasi terkumpul.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Ibu, semoga selalu mendapati anak-anaknya menjadi orang-orang yang berbakti. Anak-anak yang mendengarkan nasehatnya, yang tidak akan menyia-nyiakannya pada masa tuanya, yang menggantungkan kebahagiaan pada kebahagiaannya, yang menyisihkan penghasilan untuknya, yang bersuara lembut dan santun ketika berbicara kepadanya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999;"&gt;Referensi: &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999;"&gt;Gambar, http://marcestrin.blogspot.com/2010/05/happy-mothers-day.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-3840598098161207034?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/3840598098161207034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=3840598098161207034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3840598098161207034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3840598098161207034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/12/ibu.html' title='seribu kata untuk ibu'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-LP-oo-h0FtM/TvZF6zwlnRI/AAAAAAAAAOs/23onDD4YOkM/s72-c/happy-mothers-day-daisy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-801830532785487412</id><published>2011-12-19T04:01:00.004+07:00</published><updated>2011-12-21T07:18:53.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Sherlock Holmes: A Game of Shadows</title><content type='html'>&lt;div style="color: #ffd966;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #ffd966;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Premiere: 16 Desember 2011 &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Director: Guy Ritchie &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Sherlock Holmes: Robert Downer Jr&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Dr John Watson: Jude Law&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #ffd966; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-98yVz4tRU-w/Tu5UcIJnGrI/AAAAAAAAAOg/rKGv7oowIN8/s1600/IMG-20111218-WA000.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-98yVz4tRU-w/Tu5UcIJnGrI/AAAAAAAAAOg/rKGv7oowIN8/s320/IMG-20111218-WA000.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Setelah sekian lama, akhirnya yang ditunggu datang juga. “Sherlock Holmes 2, A Game of Shadows”, sebuah film tentang tokoh ditektif terkenal di Inggris, yang ditulis oleh penulis terkenal Inggris Sir Arthur Conan Doyle dan difilmkan oleh sutradara inggris Guy Ritchie, serta tentunya didukung oleh pemeran film Inggris Jude Law. Akhirnya, kutonton juga film ini di Inggris.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan harga tiket bioskop yang setelah mendapat diskon untuk pelajar jika di kurs rupiahkan, setaraf dengan 90 ribu, maka kubuat catatan dalam hati untuk tidak sering-sering menonton film di bioskop. Tentunya jika ingin menonton bioskop sekali saja selama tinggal di Inggris, film itu adalah film asli inggris ini, Sherlock Holmes.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara Premiere di London berlangsung seru karena menghadirkan para bintang tenar di filmnya dalam berbagai wawancara, premiere di Leeds berlangsung biasa-biasa saja, tidak ada antrian sampai ke pintu keluar bioskop seperti yang biasa terjadi di Indonesia, juga tidak ada poster yang besar tempat untuk berfoto ria. Namun demikian, pada jum’at malam ini ternyata kursi cukup terisi penuh. Film pun dimulai, sialnya tidak ada subtitle, karena sudah sewajarnya ini film Inggris yang bebahasa Inggris dan ditayangkan di Inggris, sehingga mereka tidak perlu subtitle bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di sini Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) harus berhadapan dengan musuh besar yang kecerdasannya setaraf dengannya yaitu Professor Moriaty (Jared Harris), yang dikisahkan adalah seorang Professor jurusan Matematika dari Cambridge University. Moriaty yang juga seorang pemilik pabrik senjata, ada dibalik berbagai kejahatan yang bertujuan memicu terjadinya perang dunia pertama, demi meraih keuntungan besar dari penjualan senjatanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Cerita dimulai dengan keterlibatan Holmes, tokoh detektif swasta yang terkenal dengan analisis yang tajam, kecerdasan dan pengetahunnya untuk menggagalkan salah satu kejahatan yang berasal dari Moriaty. Irene Adler (Rachel McAdams), wanita yang merupakan pasangan sejati Holmes, yang ditugaskan untuk misi itu oleh Moriaty harus berakhir dengan meminum racun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perseteruan antara Holmes dengan Moriaty pun semakin memanas, Holmes menyelidiki kejahatan apa yang sedang direncanakan oleh Moriaty. Moriaty mengancam dan merencanakan pembunuhan terhadap Dr. Watson (Jude Law) pada saat dia berangkat untuk perjalanan bulan madunya. Kereta yang mereka naiki dibajak, bulan madu Watson beakhir dengan istri barunya Mary (Kelly Reilly) dilempar ke sungai oleh Holmes dari atas kereta ketika melewati sebuah jembatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai adegan perkelahian, yang seringkali dimulai dengan berbagai reka awal dan analisa oleh Holmes, &amp;nbsp;corak film ini masih seperti film “Sherlock Holmes” sebelumnya serta film-film seperti “Snatch” dan “Lock, Stock and Two Smoking Barrels” garapan Guy Ritchie sebelumnya, dengan plot yang berpindah-pindah dengan cepat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffd966; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya memang menyimpang dari cerita Holmes yang di buku atau yang sebelumya diadaptasi ke dalam berbagai film seri, dengan menghadirkan lebih banyak aksi dibandingkan analisis dan penarikan kesimpulan ala Sherlock Holmes. Bisa dikatakan ini adalah Holmes interpretasi dari Guy Ritchie dkk. Interpretasi yang menurutku menarik, menyenangkan dan mengundang gelak tawa. Secara umum, konflik dan intriknya tidak terlalu rumit sebagaimana seharusnya cerita detektif, akting tokoh Gypsy Simza (Noomi Rapace) juga terasa kaku dan tidak wajar. Sangat disayangkan peran artis di film “The Girl with the Dragon Tattoo” ini yang mungkin dipilih untuk memperoleh ke-Eropaannya. Namun aksen Robert Downer Jr cukup bagus dan aksen British Jude Law tetap brilliant seperti biasanya, sehingga tanpa subtitle banyak kata-kata yang lewat dari ditangkap telinga. Secara umum, tentu saja film ini layak ditonton demi mendapat hiburan segar dan pintar. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-801830532785487412?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/801830532785487412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=801830532785487412' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/801830532785487412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/801830532785487412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/12/sherlock-holmes-game-of-shadows.html' title='Sherlock Holmes: A Game of Shadows'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-98yVz4tRU-w/Tu5UcIJnGrI/AAAAAAAAAOg/rKGv7oowIN8/s72-c/IMG-20111218-WA000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-7409134985439452341</id><published>2011-12-12T05:12:00.002+07:00</published><updated>2011-12-12T17:54:28.356+07:00</updated><title type='text'>kesetaraan</title><content type='html'>&lt;div style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu lalu, aku harus menghadap seorang koodinator disertasi untuk mendiskusikan topic disertasi dan calon pembimbing. Sampai di depan gedung jurusan, ternyata pintu sudah dikunci karena sudah pukul 5pm lewat. Setelah memencet bel, berharap orang di dalam gedung membukanya. Pintu lalu dibuka dari dalam oleh seorang pria muda yang tidak bisa melihat, tunanetra.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;Dia menyapa, kukatakan padanya bahwa aku akan menemui Jeremy. “follow me”, Katanya kemudian, sambil mencari jalan dengan menggunakan tongkat. Maka ku ikuti langkah kakinya, dengan perasaan lucu bahwa orang yang bisa melihat dengan normal dituntun oleh orang yang tidak bisa melihat. Dunia terbalik, orang-orang bertukar peran, dengan menyenangkannya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;Setelah masuk lorong, belok kanan dan belok kiri, akhirnya dia menunjuk sebuah tangga dan menyuruhku naik dan mengetuk pintu di ujung tangga. Ku ucapkan terimakasih, lalu dia pergi. Kupikir mungkin dia salah satu karyawan di sini, atau mungkin salah seorang mahasiswa master tahun sebelumnya, atau mungkin mahasiswa program doctoral.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;Dua minggu kemudian, aku harus kembali menghadap calon dosen pembimbing, saat berjalan keluar berpapasan lagi dengan orang itu. Kali ini ku sapa dia, dan kami berkenalan. Kami berbicara sebentar yang menimbulkan kesan bahwa dia sangat ramah. Namanya Bryan, ternyata dia adalah salah satu seorang staf peneliti dan pengajar di universitas. Selain mengajar beberapa mata kuliah tentang equity dan transport ekonomi, supervisor untuk mahasiswa master dan Doctoral, dia juga pembicara untuk berbagai seminar. Usia masih muda, mungkin tidak sampai sepuluh tahun di atasku. Kelihat fakta itu, aku pun terbengong-bengong, menatap takjub, sumringah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;Banyak orang-orang yang dilahirkan dengan sempurna, menjalani hidup dengan sempurna, tapi seringkali tak mau memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya, seringkali justru mengeluh pada hal-hal kecil. Ada juga orang yang dilahirkan dengan kekurangan tertentu, yang menyebabkan dia berputus asa akan berbagai kelebihan lainnya, yang lantas menyalahkan takdir buruk yang menimpa dan sering berharap belas kasihan dari orang lain, bisa dikatakan pandangannya negatif terhadap kehidupan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;Sosok Brian ini, adalah sedikit dari orang yang berhasil mengendalikan dirinya, menerima kekurangan yang ada dan berjuang dengan memanfaatkan kelebihan yang dia miliki untuk mencapai sukses, orang yang pandangannya positif terhadap hidup. Sosok yang mengagumkan, sosok yang kuhormati. Suatu saat nanti akan ku upload foto bersamanya disini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; text-align: justify;"&gt;Selain keberadaan dia yang istimewa, tentunya lingkungan tempat dia berada juga kondusif untuk mendukung kegiatannya, dimana orang-orang dengan kekurangan fisik tertentu memiliki akses untuk pendidikan dan pekerjaan yang setara dengan orang biasa, ruang-ruang yang accessible serta didukung oleh sarana dan prasarana lainnya. Prinsip kesetaraan untuk difabel sepertinya sudah sejak lama di aplikasikan oleh negara-negara maju, termasuk di universitas ini. Hal yang sudah “mulai akan” diperhatikan oleh Pemerintah negeriku, Indonesia Raya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-7409134985439452341?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/7409134985439452341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=7409134985439452341' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/7409134985439452341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/7409134985439452341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/12/kesetaraan.html' title='kesetaraan'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-4030512326295562190</id><published>2011-12-04T16:20:00.003+07:00</published><updated>2012-01-20T06:12:49.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sketch'/><title type='text'>30 days of drawing part III</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xgg_zshihfo/TtsxZ4ymvyI/AAAAAAAAANE/8n3bPdyiAoo/s1600/day21.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-xgg_zshihfo/TtsxZ4ymvyI/AAAAAAAAANE/8n3bPdyiAoo/s320/day21.JPG" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 21: Something with stripe&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;"Bedding Set"&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt; Di sisi tempat tidur selalu ada heater untuk menghangatkan saat dingin menyerang, tapi tidak terlalu efektif juga, sehingga masih perlu meringkuk di bawah selimut tebal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7jdIP86oRGQ/Ttsxaz-zNjI/AAAAAAAAANM/Uotgf-l0UXY/s1600/day22.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-7jdIP86oRGQ/Ttsxaz-zNjI/AAAAAAAAANM/Uotgf-l0UXY/s320/day22.JPG" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt; Day 22: what are you wearing today&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;"The Best University Hoodie"&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Cita-citaku sewaktu kecil adalah kuliah di Universitas Oxford, kandas. Jadi semacam obsesi terhadap hal-hal berbau Oxford Unicersity, sehingga langsung ngeborong dua jaket, satu kaos, beberapa buku terbitan Oxford. Memakai hoodie nya saja sudah bisa membuat ku riang gembira.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-F3fEn9cTO7M/TtsxcEMM7kI/AAAAAAAAANQ/NsoOuRgqH5g/s1600/day23.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-F3fEn9cTO7M/TtsxcEMM7kI/AAAAAAAAANQ/NsoOuRgqH5g/s320/day23.JPG" width="221" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 23: something new&lt;br /&gt;"New Drawing"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Seorang teman dari Iran, yang pandangannya masih netral terhadap Presiden Ahmadinejad, saat Iranian yang lain membencinya. Setiap kali bertemu orang Iran, maka yang pertama kali kutanyakan adalah padangannya terhadap Ahmadinejad, jika dia membencinya, maka itu merupakan akhir dari percakapan kami, karena aku termasuk penggemar Ahmadinejad, terlepas dari segala kontroversi dan politik dalam negeri Iran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-J6wg6biy8-c/Ttsxc6K7wCI/AAAAAAAAANY/zh9N8lUNrmY/s1600/day24.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-J6wg6biy8-c/Ttsxc6K7wCI/AAAAAAAAANY/zh9N8lUNrmY/s320/day24.JPG" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 24: something outside your window&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;"The naked trees during the winter"&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #6fa8dc;"&gt;Disaat orang-orang mulai mengenakan &lt;/span&gt;pakaian musim dingin karena memasuki winter, maka pohon-pohon di halaman malah merontokkan daunnya. Hanya tersisa sebuah sarang burung di pucuk pohon, entah bagaimana cara mereka mencari kehangatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SIUBqYx_UMg/TtsxdkeXciI/AAAAAAAAANk/jfQIZym1k-8/s1600/day25.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-SIUBqYx_UMg/TtsxdkeXciI/AAAAAAAAANk/jfQIZym1k-8/s320/day25.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 25: Something with your favourite color&lt;br /&gt;"Chelsea New Player&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Blue is the colour, Football is the game, Chelsea is the team. Sebenarnya nomer punggung sepuluh dipakai oleh MATA, tinggal dibalik-balik sedikit maka bisa jadi TAMA, anggap saja salah cetak. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5YpgwEuWf08/Ttsxey2sU-I/AAAAAAAAANo/FHESo_c3vQw/s1600/day26.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://1.bp.blogspot.com/-5YpgwEuWf08/Ttsxey2sU-I/AAAAAAAAANo/FHESo_c3vQw/s320/day26.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 26: your shoes&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;"Brown nikeso"&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Yang cocok dengan selera cuma sepatu-sepatu typical converse yang casual. Inilah pengganti converso yang dulu hilang, sebuah nikeso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KelKaL4op08/TtsxfoVnB2I/AAAAAAAAANw/01R4TZnBKFo/s1600/day27.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-KelKaL4op08/TtsxfoVnB2I/AAAAAAAAANw/01R4TZnBKFo/s320/day27.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 27: Your eyes&lt;br /&gt;"Inside the Eye"&lt;span class="fcg"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Mataku, dulu agak sipit seperti mata orang cina, sekarang sudah mendingan. Mungkin karena mata juga, sering disangka orang Cina atau Jepang oleh orang-orang dari berbagai negara yang baru ketemu, padahal produk Jawa asli. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5vAzsEbu6mY/TtsxgeSFQ_I/AAAAAAAAAN8/W6APaoOVwFA/s1600/day28.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="http://2.bp.blogspot.com/-5vAzsEbu6mY/TtsxgeSFQ_I/AAAAAAAAAN8/W6APaoOVwFA/s320/day28.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 28: your palm line&lt;br /&gt;"Left Hand"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Ada seorang wanita pembaca garis tangan yang kata-katanya beberapa tahun lalu selalu terkenang. Dia bilang aku seniman dan menyarankan sebaiknya bekerja sesuai dengan bidang seni yang kusuka, kupikir itu saran yang aneh buat seorang engineer sepertiku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Hujm7rkIgb8/TtsxhcffdJI/AAAAAAAAAOE/8s1Jzpn85fg/s1600/day29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://3.bp.blogspot.com/-Hujm7rkIgb8/TtsxhcffdJI/AAAAAAAAAOE/8s1Jzpn85fg/s320/day29.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 29: Your imagination now&lt;br /&gt;"Grows"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Imajinasi, seperti pohon, dia terus tumbuh memenuhi ruang-ruang kosong dengan arah yang tak terpredikis. Terus tumbuh dan tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LNz9v7-eceM/TtsxilH8kjI/AAAAAAAAAOI/d5hRqwVKkNU/s1600/day30b.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-LNz9v7-eceM/TtsxilH8kjI/AAAAAAAAAOI/d5hRqwVKkNU/s320/day30b.jpg" width="207" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 30: What would you be someday&lt;br /&gt;"Portrait on the wall"&lt;span class="fcg"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Yah, sebuah potret di dinding yang bertulisan President Republic of Something kelihatannya keren. Suatu saat aku akan menggantung foto itu di dinding (bukan yang di dalam foto).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Yak, demikianlah 30 hari menggambar ini. Ternyata kegiatan ini cukup memakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal produtif seperti membaca buku dan jurnal-jurnal Ilmiah. Sehingga sejak saat ini, aku akan menggantung pensil seperti gitaris yang menggantung gitar. Mohon maaf atas segala kekurangan dan terimakasih atas segala perhatian.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-4030512326295562190?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/4030512326295562190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=4030512326295562190' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4030512326295562190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4030512326295562190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/12/30-days-of-drawing-part-iii.html' title='30 days of drawing part III'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xgg_zshihfo/TtsxZ4ymvyI/AAAAAAAAANE/8n3bPdyiAoo/s72-c/day21.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-681354787280038306</id><published>2011-11-27T05:02:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T06:13:10.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sketch'/><title type='text'>30 days of drawing part II</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ee_0TnfNIIQ/TtEwsEdMa8I/AAAAAAAAALs/gYoA_Y5341g/s1600/day11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ee_0TnfNIIQ/TtEwsEdMa8I/AAAAAAAAALs/gYoA_Y5341g/s320/day11.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Day 11: Something you want today&lt;/div&gt;"a smile"&lt;span class="fcg"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Hari ini, rindu pada senyum seorang wanita yang bisa membuat hati tentram. Seperti di gambar ini, gambar teman sekelas, sudah ada cincin yang melingkar di jari manisnya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2pJDz-OugG0/TtEws0N2NDI/AAAAAAAAAL0/3kZQA70VhtQ/s1600/day12.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-2pJDz-OugG0/TtEws0N2NDI/AAAAAAAAAL0/3kZQA70VhtQ/s320/day12.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 12: Your breakfast today&lt;/div&gt;"Fried rice of broken heart"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Memang gambar ini agak sedikit mirip amuba, padahal sebenarnya ini adalah nasi goreng. Dimasak oleh Chef Kiki sesuai dengan spesialisasinya, atau keahlian satu-satunya. Ditaburi potongan-potongan hati yang membuatnya lebih lezat.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--zjokQwo884/TtEwuaqIVkI/AAAAAAAAAL8/hvq4gL8YQos/s1600/day13b.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://2.bp.blogspot.com/--zjokQwo884/TtEwuaqIVkI/AAAAAAAAAL8/hvq4gL8YQos/s320/day13b.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 13: Scenery&lt;/div&gt;"An old gloomy Parkinson Building @ university of Leeds"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Kebanyakan pemandangan di Leeds adalah gedung-gedung tua dengan nuansa kelabu. Ini adalah trademark The University of Leeds, gedung yang merupakan perpustakaan, pusat bahasa, serta galeri seni, namanya diambil dari nama salah seorang peneliti di bidang ekonomi (kalau tak salah). &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-X6g9MqxVJJg/TtEwvL3eIkI/AAAAAAAAAME/TvlkIxhH5JM/s1600/day14.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="204" src="http://2.bp.blogspot.com/-X6g9MqxVJJg/TtEwvL3eIkI/AAAAAAAAAME/TvlkIxhH5JM/s320/day14.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 14: Your favourite fruit&lt;/div&gt;"Apple"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Tentu saja, adalah apple buah favorit, buah ilmu pengetahuan, yang kabarnya menjadi penyebab Newton menemukan teori gravitasi, juga menjadi merek dagang produk elektronik berkelas yang sayangnya belum ada satu produk pun yang dibeli, bukan karena tidak bisa membeli, tapi karena belum ada keperluannya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gyTVnpfqyks/TtEwwgJUc_I/AAAAAAAAAMM/w2JOO0ntYeQ/s1600/day15.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-gyTVnpfqyks/TtEwwgJUc_I/AAAAAAAAAMM/w2JOO0ntYeQ/s320/day15.jpg" width="227" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 15: Just drawing (anything you want)&lt;/div&gt;"My self"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Diambil dari gambar lama, diri sendiri. Bagaimana rasanya menggambar diri sendiri? rasanya ya seperti ini, agak sedikit narsis.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-k_K79Rihdkc/TtEwxLNkjgI/AAAAAAAAAMQ/845lJ_ya85Y/s1600/day16.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="http://1.bp.blogspot.com/-k_K79Rihdkc/TtEwxLNkjgI/AAAAAAAAAMQ/845lJ_ya85Y/s320/day16.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 16: your turning point in life&lt;/div&gt;"13 Desember 2009, No Distance Left to Run"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Menyanyi lagu Blur di atas batu karang di tepi pantai. Sampai di ujung jalan, harus pulang, mengevaluasi lagi hidup, membuat mimpi-mimpi baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5HwwjiV4dO0/TtEw6G2Xw9I/AAAAAAAAAMk/E2MOD-Cjp-U/s1600/day17.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-5HwwjiV4dO0/TtEw6G2Xw9I/AAAAAAAAAMk/E2MOD-Cjp-U/s320/day17.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 17: your favourite superhero&lt;/div&gt;"Kenji Goh, by Ryuchi Matsude and Yoshihide Fujiwara"&lt;span class="fcg"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Ini dia tokoh idola, seorang anak SMA dari Jepang yang merantau ke negeri Cinta untuk mencari kakeknya yang hilang, akhirnya mempelajari berbagai kungfu yang utamanya adalah Kungfu Delapan Mata Angin. Sifatnya jujur, pantang menyerah dan berjiwa ksatria.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-i83mt8RlmO8/TtEw7bYeEfI/AAAAAAAAAMs/INgDKIV4M_8/s1600/day18.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="204" src="http://3.bp.blogspot.com/-i83mt8RlmO8/TtEw7bYeEfI/AAAAAAAAAMs/INgDKIV4M_8/s320/day18.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 18: Your signature&lt;/div&gt;"It's actually a guitar"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Karena waktu SMA sempat bercita-cita jadi gitaris dan membuat band tenar, jadilah tanda tanganku mengikuti bentuk gitar. Gitar Ibanez warna hitam Kurt Cobain, suatu saat masih pengen punya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TywmSKzpOTA/TtEw8JfzB4I/AAAAAAAAAM0/2PiDup97dkQ/s1600/day19.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="http://1.bp.blogspot.com/-TywmSKzpOTA/TtEw8JfzB4I/AAAAAAAAAM0/2PiDup97dkQ/s320/day19.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 19: Your dream last night&lt;/div&gt;"All the strange dreams"&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;Mimpi-mimpiku selalu aneh, selalu berbeda dari hari kehari, kalau diceritakan dalam bentuk sinetron entah sudah berapa episode yang tayang. Kali ini mimpi mendapat ikan di sungai, naik motor beramari-ramai, berkelahi dengan dikeroyok segerombolan orang, serta ditutup dengan acara makan. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-4clmmgUjhBQ/TtEw9WwEe9I/AAAAAAAAAM8/eIFTQcHjMxE/s1600/day20.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="217" src="http://2.bp.blogspot.com/-4clmmgUjhBQ/TtEw9WwEe9I/AAAAAAAAAM8/eIFTQcHjMxE/s320/day20.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Day 20: Your favourite animal&lt;/div&gt;"Happy and peaceful cows on a green grassland"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;Menyenangkan melihat sapi-sapi yang hidup dengan damai di padang rumput hijau yang luas, entah apa yang ada di pikiran para sapi ini. Tentunya mereka tidak berpikir bagaimana mencari makan dan penghidupan buat esok hari. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #9fc5e8; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-681354787280038306?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/681354787280038306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=681354787280038306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/681354787280038306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/681354787280038306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/11/30-days-of-drawing-part-ii.html' title='30 days of drawing part II'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Ee_0TnfNIIQ/TtEwsEdMa8I/AAAAAAAAALs/gYoA_Y5341g/s72-c/day11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-2390569547783382657</id><published>2011-11-20T07:50:00.006+07:00</published><updated>2012-01-20T06:13:51.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><title type='text'>Sekapur Sirih Pernikahan Sahabat</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #ea9999;"&gt;&lt;div&gt;Boi,&lt;br /&gt;Semoga keselamatan dan kesejahteraan senantiasa bersama kita boi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdebar  hati awak, ketika sepucuk suratmu itu tiba boi. Telah awak buka surat  itu, surat undangan itu yang telah sekian lama kita nanti-nantikan, yang  menandai titik baru dalam hidupmu boi. Hari ini, engkau bukan lagi  dirimu yang dulu boi, engkau akan mengikat janji, seperti di pilem-pilem  dan lagu-lagu itu boi. Seperti teman-teman kita yang terdahulu, dimana  kita menghadiri undangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditanyakan pada awak  kapan akan menikah, maka akan awak jawab menunggu Firman. Jika  ditanyakan padamu kapan akan menikah, maka akan kau jawab menunggu  Wahyu. Sehinggalah dikala itu, di musim kawin yang lalu, terucap juga  kutukan dari salah seorang teman kita, kenapa tidak kita berdua menikah  saja? Sekarang boi, ketika ditanyakan pada awak pertanyaan itu, apatah  lagi jawaban yang bisa awak berikan boi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak  teringatlah awak pada bermacam pengalaman yang pernah kita lalui, dari  pelosok negeri, penjuru sungai, hutan, bukit dan lautan, yang  pahit-pahit dan asam-asam, entah kenapa boi, kenangan denganmu jarang  terasa manis. Sejak lama kita berteman boi, sejak pertama mendapat  seragam merah putih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja waktu itu, waktu kita  berenang di sungai Auo, berayun dengan akar yang menjuntai, kita terbawa  arus yang deras karena konstruksi pada alur sungai, tentu kita telah  hilang ditelan zaman boi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja waktu itu, waktu kita  bermain bola di lapangan tak berumput, bola yang sedang diam itu kena  engkau tendang boi, mungkin engkau sudah akan jadi timnas garuda  sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja waktu itu, waktu memancing ikan di  sungai kecil di hutan liar di ujung dunia yang kita tempuh dengan  berjalan kaki berpuluh kilometer itu kita mendapat ikan boi, mungkin kau  sudah akan menjadi seorang nelayan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja  waktu itu, buku cerita yang kita tulis sambil mengabaikan pelajaran  berhitung itu tidak ditangkap ibu Liliyanti, mungkin kau sudah menjadi  penulis Laskar enam belas sekarang ini boi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja  waktu itu, sewaktu mencari buah kemang di pohon tetangga itu kau tidak  bertemu Dedek Kusnadi, mungkin pikiranmu tidak akan terganggu seperti  ini boi. Bahwa pikiranmu terganggu, sudah lama awak sadar sepenuhnya.  Sejak kau bilang akan menjadi presiden untuk menggantikan Pak Harto  idolamu itu. Saat itu, kupikir tali enam mu hampir putus boi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua  itu boi, hanya sedikit dari kemungkinan-kemungkinan, pilihan-pilihan  dan pengalaman-pengalaman yang telah kita lalui. Meski tak pernah kita  ketemu kata sepakat kecuali untuk hal-hal kecil tidak relevan yang  berhubungan dengan Dedek Kusnadi yang kehilangan tali enam, Nopi  Kohirozi yang perlu mentraktir empek-empek, Ichin dan Andi yang lumayan  kribo, Adeks yang perlu mensuplai roti untuk pertandingan catur, serta  Arman dsb, tak ada dari hal-hal itu yang esensial. Namun tak bisa  dipungkiri, bahwa engkau adalah salah satu kawan terbaik yang awak punya  boi, salah seorang jenius yang awak kenal, tidak salahlah jika engkau  menjadi juara umum No.2 seSMP enam belas itu boi. Mari kita asumsikan  saja bahwa orang-orang tidak akan menanyakan siapa terbaik no.1 nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh  boi, sungguh benar berita yang disampaikan oleh Quran yang kita baca  ini boi. Bahwa telah diciptakan pasangan-pasangan untuk segala sesuatu,  untukmu pasanganmu. Meski untuk menemukannya pergi juga kau meninggalkan  kampung halaman yang jalan-jalannya berlubang sedalam-dalam jurang,  yang tanjakannya tidak dihitung oleh insinyur itu boi, menuju kota yang  semanis masakan-masakannya ini yang salah seorang penghuninya memikat  hatimu. Saat berpamitan, kau kan mencari ilmu, katamu boi. Ternyata  selain ilmu ada hal berharga lain yang kau dapatkan, sebuah pembuluh  rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalin-menjalin dengan waktu, tangan takdir itulah  yang telah membawa kita menjadi kita hari ini boi, menjadi engkau, yang  sehari ini menjadi raja. Takdir boi, keberadaan kita, keberadaan  manusia, sesuatu yang sudah seharusnya tak habis-habis menjadi penyebab  rasa syukur kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya engkau sudah hampir lupa pada  kutipan dari Hirata (2010) ini boi.. "..betapa memilukan keadaan kami.  Dua orang bujang lapuk yang tak mampu berbuat apa-apa selain mengasihani  diri sendiri, terpojok di sebuah kamar losmen murahan, di antara kecoak  yang berseliweran, gemeretak bunyi tikus, dan gelak tawa para pelaut  mabuk di lantai bawah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi salah seorang dari  bujang lapuk itu akan mengalami transformasi menjadi seorang pemimpin  keluarga boi, sungguh bahagia sekaligus sedih hati awak boi, bahagia  karena akhirnya satu langkah maju akan kau tempuh untuk membuat hidup  lebih bermakna dan sedih karena tinggal seorang saja kini yang terpojok  di kamar itu, yang tak mampu berbuat apa-apa selain mengasihani diri  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari ini, tentu awak harus menahan diri  dari mendadak muncul di depan pintu rumahmu boi. Untuk segera beredar  mencari Syahril yang hilang. Untuk segera meluncur menuju rumah guru  mengaji kita. Untuk segera meminta jatah preman dari juragan timah. Atau  untuk sekedar mendiskusikan hal-hal remeh seperti relevansi integrasi  partisipasi indomi dalam birokrasi dan realisasi desentralisasi. Baiknya  saat itu awak nyanyikan saja lagu DLloyd boi, Oh dimana, oh dimana  kawan dulu, yang sama berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari ini, kau  adalah seorang pemimpin keluarga boi. Awal dari sebuah babak baru dalam  kehidupan, hal baru bagimu boi, tentu kau masih harus belajar banyak  untuk itu. Caramu mendidik kucing berbulu kuning dengan system militer  itu, yang kau tuduh berbulu tapi tidak mau mengaku, dengan kepalan  tangan di perutnya, agaknya tidak relevan untuk diterapkan boi. Soal  yang satu ini awak pun tak punya pengetahuan, ada baiknya mendengarkan  petuah dari ninik mamak dan tuo tengganai di kampung kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah,  sungguh boi, sungguh besar penyesalan awak karena tidak bisa hadir  untuk memenuhi undangan ini. Tentulah engkau maafkan awak, karena  sedikit banyak ketidakhadiran ini disebabkan oleh satu dan lain hal  seperti geografis, sosialis, politis dan ekonomis. Variable-variable itu  boi, seringkali berada di luar kuasa kita. Namun, tentulah obat bagi  penyesalan ini hanya jika doa dan restu awak bisa sampai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar penikahan ini diberkahi Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar  keluarga besar yang menyelenggarakannya berbahagia, dan keluarga yang  akan didirikan ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan  warahmah. Yang bisa membuat hatimu tentram, yang penuh cinta dan kasih  sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kelak keluarga ini dapat memberlangsungkan  keturunan yang sholeh dan sholehah yang membawa kontribusi positif pada  bangsa dan negara ini, yang membawa kebaikan bagi umat dan mencegah  manusia dari semakin banyak berbuat kerusakan di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga keselamatan dan keberkahan senantiasa bersama kita boi.&lt;br /&gt;aamiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Tentunya  boleh awak asumsikan bahwa system klakson otomatis berbunyi saat ada  wanita cantik di pinggir jalan itu sudah dinonaktifkan dari moda  transportasimu..&lt;br /&gt;Satu lagi boi, dengan resmi keluarnya dirimu dan  beberapa anggota yang selama ini sangat kontributif bagi Persatuan  Bujang Lapuk Nasional (PBLN), maka awak perlu merombak struktur  organisasi dan mulai akan memperluas jaringan hingga mancanegara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu &lt;br /&gt;Leeds, 20112011.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-2390569547783382657?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/2390569547783382657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=2390569547783382657' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2390569547783382657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2390569547783382657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/11/sekapur-sirih-pernikahan-sahabat.html' title='Sekapur Sirih Pernikahan Sahabat'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-1943888512561929376</id><published>2011-11-13T18:36:00.003+07:00</published><updated>2012-01-20T06:13:31.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sketch'/><title type='text'>30 days of drawing part I</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hqW8lw7LU24/Tr-jiDjvr9I/AAAAAAAAAKY/6dqTcPTaeL0/s1600/day+1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="203" src="http://1.bp.blogspot.com/-hqW8lw7LU24/Tr-jiDjvr9I/AAAAAAAAAKY/6dqTcPTaeL0/s320/day+1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;day 1: about your self&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;"i'm so sleepy..."&lt;span class="fcg"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Belakangan ini sering sekali mengantuk di dalam kelas, untuk membuang kantuk akhirnya menggambar di buku catatan, sebentar gambar selesai dan kantuk pun hilang, aku ketiduran...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-frseemg-Ejg/Tr-jobXbIDI/AAAAAAAAAKg/VmJHKZcBRa8/s1600/day2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-frseemg-Ejg/Tr-jobXbIDI/AAAAAAAAAKg/VmJHKZcBRa8/s320/day2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 2: your hobby &lt;br /&gt;"eat-books"&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Sebenarnya ada banyak hobi yang kumiliki, salah duanya adalah makan dan mengoleksi buku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Pi7gLLcCeRo/Tr-jpH8KmsI/AAAAAAAAAKo/JZmiVEEdj6o/s1600/day3a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-Pi7gLLcCeRo/Tr-jpH8KmsI/AAAAAAAAAKo/JZmiVEEdj6o/s320/day3a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 3: your family&lt;br /&gt;"grandma n her peaceful sleep, there will be no me without my beautiful grandma.."&lt;span class="fcg"&gt; — &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;inilah nenek favoritku, yah... sebenarnya inilah nenek satu-satunya yang kupunya, nenek dari ibu. Sementara nenek dari ayah sudah tiada sejak ayah lima tahunan. Biasa dipanggil mbah, mbahku yang ini orangnya senang ngobrol, pekerja keras, disukai banyak orang. ini adalah ekspresinya saat tidur, menopang kepala dengan tangan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-l3vTC5UkIhs/Tr-jp9C_R0I/AAAAAAAAAKs/R0zz1Gi42sw/s1600/day4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://4.bp.blogspot.com/-l3vTC5UkIhs/Tr-jp9C_R0I/AAAAAAAAAKs/R0zz1Gi42sw/s320/day4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 4: your favorite place&lt;br /&gt;"up on the hill"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt; tempat yang paling kusuka, tak ada yang tempat lain dalam pikiranku selain di atas sebuah bukit di dago atas. suatu tempat di bawah pohon, dimana kita bercerita tentang apa saja dengan bebas, sambil melihat peradaban manusia yang menyemut jauh di bawah sana. masa-masa itu salah satu bagian yang paling indah dalam hidupku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-S2NHYnOKaO8/Tr-jqcA3v4I/AAAAAAAAAK0/jvF9QUvgWNs/s1600/day5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-S2NHYnOKaO8/Tr-jqcA3v4I/AAAAAAAAAK0/jvF9QUvgWNs/s320/day5.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 5: your favorite food&lt;br /&gt;"shaun the soup"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fcg"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;domba atau kambing adalah salah satu favorite, saat umur masih muda dan belum ada larangan untuk makan itu, tentu harus diambil setiap kesempatan. Salah satu yang paling terkenal adalah sup kaki kambing pak udin di jalan depan bunderan UGM.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QNSSIlK9mQM/Tr-jrStngZI/AAAAAAAAALA/qidjHVZJUPU/s1600/day6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="http://3.bp.blogspot.com/-QNSSIlK9mQM/Tr-jrStngZI/AAAAAAAAALA/qidjHVZJUPU/s320/day6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 6: your best friend&lt;br /&gt;"laugh"&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Sebenarnya ada banyak teman terbaikku dalam masing-masing fase hidup. Teman yang satu ini salah satu favoritku, karena tawanya yang lepas. Tipikal tawa yang menular, penyebar tawa, penyebar bahagia. Itu adalah salah satu manfaat memiliki teman. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VOy0ZvTM6OI/Tr-jsUCdvDI/AAAAAAAAALI/FBxRor9NcPU/s1600/day7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-VOy0ZvTM6OI/Tr-jsUCdvDI/AAAAAAAAALI/FBxRor9NcPU/s320/day7.jpg" width="242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Day 7: your inspiration &lt;br /&gt;"the music of jim morrison"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Aku tau, sebenarnya pribada Jim Morrison bukanlah teladan yang baik. Tapi musiknya tetap yang paling sesuai dengan telingaku. Menemani selama bekerja dan belajar juga pengantar menuju mimpi-mimpi, definitely the best music in the world of all time.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-h4d3DpFQIVU/Tr-jtKid81I/AAAAAAAAALM/-vx02vTzR1Q/s1600/day8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-h4d3DpFQIVU/Tr-jtKid81I/AAAAAAAAALM/-vx02vTzR1Q/s320/day8.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;day 8: your favourite sport&lt;br /&gt;"Chelsea"&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;yah, itu bukan sepakbola yang aku suka, tapi chelsea. aku jadi menyukai menonton bola karena menyukai Chelsea, kesukaan terhadapnya muncul begitu saja dengan alasan yang aku tak tau apa. setelah kupikir sering-sering, mungkin karena ini salah satu tim yang berjuang untuk menantang dominasi Manchester United di Liga Inggris, tim yang belum mapan. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BxDIs-6_sk8/Tr-jtjF4AUI/AAAAAAAAALQ/8K7i2_41Hi4/s1600/day9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-BxDIs-6_sk8/Tr-jtjF4AUI/AAAAAAAAALQ/8K7i2_41Hi4/s320/day9.jpg" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;day 9: something you like&lt;br /&gt;"bunch of books"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;salah satu obsesiku adalah memiliki perpustakan pribadi. di dalamnya akan ada berbagai buku tebal seperti tafsir Al Misbah, Biografi Nabi SAW, sejarah, filosofi, agama serta sastra. Potret tokoh nasional yang berdiri di depan lemari penuh buku kelihatan sangat intelek bagiku, sangat berkelas dan elegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uI6E4AEtHQA/Tr-judHkIuI/AAAAAAAAALc/DspTpL6HbnQ/s1600/day10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-uI6E4AEtHQA/Tr-judHkIuI/AAAAAAAAALc/DspTpL6HbnQ/s320/day10.jpg" width="222" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;day 10: someone you miss&lt;br /&gt;"my beloved father (1953-2010)"&lt;span class="fcg"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; text-align: center;"&gt;Ayahku, semoga keselamatan dan keberkahan dari Allah SWT senatiasa bersamanya. Sejak dia pergi, tak ada hari yang berlalu tanpa mendadak bayangan wajahnya muncul di kepalaku. Ayah, dalam hening sepi ku rindu...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-1943888512561929376?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/1943888512561929376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=1943888512561929376' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1943888512561929376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1943888512561929376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/11/30-days-of-drawing-part-i.html' title='30 days of drawing part I'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hqW8lw7LU24/Tr-jiDjvr9I/AAAAAAAAAKY/6dqTcPTaeL0/s72-c/day+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-8480116907293990852</id><published>2011-11-05T19:54:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T06:14:16.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>puisi (karya mengiring umur)</title><content type='html'>&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="SV" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Karya tulis seseorang bisa menggambarkan bagaimana perjalanan hidupnya. Jiwa manusia berubah seiring umur, ada yang mengerdil ada yang membesar. Bagi seorang penyair, dengan puisinya yang merupakan ekspresi jiwa, jiwanya bisa terbaca dengan syair-syair yang digubahnya. &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tanpa bermaksud mendaulat diri menjadi penyair, mungkin hal ini juga berlaku pada puisi-puisi yang pernah aku hasilkan. Sebutlah puisi-puisi ketika SD seperti. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Cabai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Alangkah pedas rasanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kenikmatannya mengundang petaka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Petakanya mengundang nikmat untuk kembali mencoba &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Seiring dengan berlalunya waktu, menjelang masa puber saat SMP biasanya puisi seringkali mulai mengungkapkan perasaan cinta kekanakan yang menyembul malu. Berhubung masih malu-malu, tema puisi seringkali dialihkan pada hal-hal tidak penting yang terkadang jadi penting. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tong sampah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kepadamu dilemparkan sampah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Terkadang sambil menyumpah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tapi tak semua singgah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ketika masa SMU tiba, biasanya puisi semakin sering mengekspresikan rasa cinta yang romantis. Dan jika dilihat kembali, mengundang senyum sendiri, dan terkadang terasa memalukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ku berjalan di tamanku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Selaksa pesona didalamnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tersebar dimana-mana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kulangkah lebih dalam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Wangi menawan rasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kucerapi dengan resap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Semakin berupa pesona &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pancaran cahaya sayang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sejuk merembes ke sanubari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Meski silaunya menusuk mata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sungguh meruah warnanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bunga sepertimu ditamanku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Masa SMU berakhir, dan berakhir pula masa-masa memandang hidup dengan cara yang romantis, kehidupan kuliah seringkali membuat mahasiswa menjadi seorang realistis, apalagi jika harus berhadapan dengan realita, pergerakan, ditambah text book kaum kiri yang selalu menyuarakan hasrat Revolusi! Kampus adalah arena pertarungan dalam pembentukan jati diri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Gelap! Semua terasa gelap!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mentari yang menyala-nyala tak mampu mengusir pekat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Larut, aku terlarut,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hancur jadi bagiannya kelam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sedikit dari pasukan jiwa yang bertahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sebagian telah mati saat semangat terberai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Yang tersisa berlutut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Semangatnya remuk redam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pena hampir kering&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Saat hendak menulis bagian terakhir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tangan telah keram&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jika ini mimpi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Seseorang bangunkan aku tolong&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tubuh menjerit ingin menari di atas sebuah hari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Meski iramanya lalu padam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjatuhkan yang tersisa dengan berdebam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bantu! Bantulah aku!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Begitu selesai masa-masa perkuliahan, jiwa yang belum stabil bisa berubah bentuk. Thesis-thesis telah tersusun selama kuliah, dan setiap saat menemukan antithesis dalam kehidupan nyata, dunia kerja. Saat itulah jiwa seseorang menentukan akan seperti apa sintesis yang keluar daripadanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Detik yang terus berderik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Sadar tak sadar merangkai langkah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Berapa tirai mencoba terkuak di udara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Datangkah apapun yang dinanti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;yang lalu melintas?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Jikalau belum tergenggam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Kembalikan pada keteraturannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Kita dan semua menunggu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Masihkah mentari esok menerangi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; line-height: 120%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 120%;"&gt;Bilakah menemukan diri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Rangkaian ini bisa dikatakan sebagai sebuah perjalanan menemukan jati diri. Dimana kita akan berdiri pada satu titik dan menatap balik, seberapa jauh perjalanan ini, sampai dimana hari ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(Arsip Tahun 2007) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-8480116907293990852?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/8480116907293990852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=8480116907293990852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8480116907293990852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8480116907293990852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/11/puisi-karya-mengiring-umur.html' title='puisi (karya mengiring umur)'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-6166038658304058442</id><published>2011-10-30T23:10:00.001+07:00</published><updated>2011-10-30T23:11:30.917+07:00</updated><title type='text'>25 jam sehari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1qvBMZTyM1w/Tq121d8sWaI/AAAAAAAAAJo/dXGvsoXge2U/s1600/Daylight-Saving-Time.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-1qvBMZTyM1w/Tq121d8sWaI/AAAAAAAAAJo/dXGvsoXge2U/s200/Daylight-Saving-Time.jpg" width="193" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Mungkin  ada beberapa orang yang diantara pekerjaannya yang menumpuk dan waktu  yang mendesak, akhirnya mengucapkan doa, harapan, atau pengandaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Seandainya aku punya waktu lebih dari 24 jam sehari..”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tadaaa!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendadak  harapannya itu terkabul. Karena hari ini, beberapa Negara di Eropa dan  Amerika memiliki waktu 25 Jam sehari. Hari ini pada pukul 2 dini hari,  jam akan diputar kembali ke pukul 1, sehingga resmilah dalam satu hari  ini kita memiliki waktu 25 jam. Aneh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya ini  adalah sistem yang diterapkan oleh beberapa Negara dengan alasan  terutama untuk memaksimalkan aktivitas yang memanfaatkan cahaya matahari  pada musim panas. Sistem ini dikenal sebagai Daylight Saving Time,  dimulai menjelang musim panas yaitu ketika jam di majukan satu jam dari  standar waktu setempat dan diakhiri menjelang musim dingin dengan  memundurkan kembali satu jam dari waktu yang ada. Di United Kingdom,  system waktu ini dikenal juga dengan British Standard Time (BST) atau  sama dengan GMT+1. Hari ini adalah hari dimana jam itu dimundurkan  kembali, kembali ke standar awal yaitu GMT+0 yang menandai dimulainya  musim dingin. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya pengguna komputer dan handphone  canggih tidak merasakan perubahan apa-apa karena penambahan jam itu  dilakukan pada pukul 2 pagi dan software di hp akan menyesuaikan  waktunya secara otomatis. Hanya pengguna tangan dan jam dinding yang  perlu mengubah setelan jamnya secara manual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu saat nanti,  mungkin ada beberapa orang yang diantara harinya yang membosankan, tak  sabar menunggu hari besok, akhirnya mengucapkan doa, harapan, atau  pengandaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Seandainya hari ini cepat berlalu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tadaaa!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendadak  harapannya itu akan dikabulkan juga, karena hari itu hanya memiliki  waktu 23 jam satu hari. Hari dimulainya musim panas yang pada tahun  depan jatuh pada tanggal 25 Maret 2012. Namun, saat harapan itu tercapai  mungkin tak banyak manfaat yang bisa kita rasakan, karena itu terjadi  saat kita sedang tertidur..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;References:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.timeanddate.com/worldclock/clockchange.html?n=136&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.webexhibits.org/daylightsaving/b.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-6166038658304058442?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/6166038658304058442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=6166038658304058442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/6166038658304058442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/6166038658304058442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/10/25-jam-sehari.html' title='25 jam sehari'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1qvBMZTyM1w/Tq121d8sWaI/AAAAAAAAAJo/dXGvsoXge2U/s72-c/Daylight-Saving-Time.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-940468999284984588</id><published>2011-10-22T21:35:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T06:14:51.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='England'/><title type='text'>Kereta Pagi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XalmaUY7kKk/TqLUb7riVPI/AAAAAAAAAJY/0bgX0YJt6-8/s1600/IMG_2479.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-XalmaUY7kKk/TqLUb7riVPI/AAAAAAAAAJY/0bgX0YJt6-8/s320/IMG_2479.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Pagi yang berseri, angin dingin menyapu wajah-wajah yang mengejar  hari. Seperti angin, tak ketinggalan kusapu juga wajah-wajah  disekelilingku, wajah-wajah yang menurut perhitunganku lebih kurang  kekurangan pigmen.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Dari jauh terdengar suara sesuatu  mendekat, cukup asing di telinga, sehingga susah pula dideskripsikan  dengan kata-kata. Lama-lama terlihat sebuah kereta berwarna biru nyaris  unyu yang, entahlah apa itu bisa dinamakan kerata api, karena tak  kelihatan ada asap bergulung-gulung dari depannya, sejauh yang kutau  jika tak ada asap maka tak ada api. Ketiadaan kuda di depannya juga  menegasikan anggapan bahwa ini adalah kereta kuda. Bahkan bentuk bagian  kepala dan bagian ekor sama saja, sehingga bisa dikatakan kepala itu  adalah ekor dan ekor itu adalah kepala, kuketahui kemudian bahwa dia  bisa berjalan kedepan dan kebelakang sesuka hatinya, sungguh janggal  memang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, ini bukanlah kereta yang seharusnya  kutunggu. Keretaku sudah berangkat tadi. Keretaku tercepat selama lima  menit, yang sama artinya aku terlambat lima menit juga relatif terhadap  kereta itu. Kereta itu tak mau menunggu, karena menunggu adalah  pekerjaan yang membosankan baginya, padahal jika dia terlambat dua jam  saja seperti di negeriku, aku masih mau menunggunya, menunggu adalah  sesuatu yang lumrah buatku. Sehingga aku yang tadi berlari-lari mengejar  merasa kecewa. Untunglah seorang petugas yang baik hati melihat raut  susah pada wajahku, sehingga memberikan tanda pada tiket bahwa  pemiliknya bisa berangkat dengan kereta berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Sebenarnya  sedikit banyak gara-gara tiket tercela itulah kenapa aku sampai  terlambat lima menit. Metode pembelian tiket memanfaatkan teknologi  internet yang cukup canggih dengan sedikit pencet-pencet, lalu datang ke  mesin tiket otomatis. Namun ternyata sebagai seorang pemula  pencet-pencet di mesin tiket otomatis tidak berjalan dengan lancar,  sehingga mesin tidak mau mengeluarkan tiket, sehingga harus kuhubungi  seorang petugas untuk meminta petunjuk praktis, sementara kereta itupun  berlalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Beberapa orang yang sama menunggu kereta terlihat  santai. Kereta lalu berhenti, pintu terbuka, beberapa orang keluar.  Lalu dengan melenggang santai aku masuk. Sungguh aneh mereka ini, tidak  ada yang berdasak-desakan, tidak ada yang berburu kursi, tak terasa  aroma persaingan perebutan kursi kereta, masing-masing dengan dengan  gerakan sewajarnya. Sehingga pengalaman memenangkan persaingan di kereta  ekonomi di salah satu stasiun di Indonesia dahulu kala terasa tak  berguna.&amp;nbsp; Pengalaman adalah pelajaran yang paling berharga, pada tempat  dan waktu yang bukan sekarang, tidak di tempat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Ya  sudahlah, aku duduk saja dengan agak menyesal, tak bisa mempertunjukkan  ilmu meringankan tubuh atau ilmu belut putih menelusup diantara  penumpang yang padat berdesakan. Duduk di sebelahku seseorang. Kali ini  aku tak sendiri, karena di sebelahku ada teman seperjalanan, orang ini..  nanti saja diperkenalkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Di depanku terpisah oleh sebuah  meja, dua orang anak muda duduk santai. Seorang membaca buku “the girl  with the duck tattoo” atau yang semacanya, seorang membaca koran yang  halaman judulnya “&lt;i&gt;We can still rely on Robin, says Wenger”&lt;/i&gt;. Bolehlah ku paraphrasekan headline itu sebagai, “&lt;i&gt;We don’t have anyone else except Robin to rely on, cries Wenger&lt;/i&gt;”  hahaha aku, tertawa-tawa dalam hati. Kulayangkan pandang ke sekeliling,  ada yang sedang menghidupkan laptop, ada yang melamun, seorang sedang  menelepon dengan suara pelan, beberapa berbincang ria dengan logat  british kental. Dengan dialek yang terdengar intelek, yang sering  mengurangi dua huruf t pada kata letter atau matter dan menebalkam hurut  r di ujung kalimatnya. Kecepatannya berbicara, bisa diasumsikan lebih  cepat dari kecepatan suara, sehingga telinga terkadang tak bisa  menangkapnya. “&lt;i&gt;Yu be’e tu rimemba baut d nambe, d weda iz dazn ma’e.&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Agak  jauh di sebelah sana terlihat seorang british dengan jaket almamater  Cambridge University. Hooph, aku pura-pura tak melihatnya, takut jika  suatu saat mata kami bertabrakan, takut dikenali keberadaanku.&amp;nbsp; Karena  sudah menjadi aturan, adalah dilarang untuk menatap langsung orang yang  mengenakan jaket almamater dengan strata lebih tinggi. Sehingga jika  seorang dari Universitasku bertemu dengan orang dari Universitas  Cambridge atau Oxford saat sedang mengenakan jaket almamater, maka sudah  selayaknya orang itu memberi hormat. Itu belum seberapa, ada mahasiswa  dari Universitas yang harus berjalan jongkok, bahkan kebanyakan harus  merayap jika bertemu dengan mahasiswa dari Universitas Cambridge ini.  Yang demikian ini adalah aturan yang baku, untuk menjaga kewibawaan dari  salah universitas terbaik di dunia. Untunglah aku sedang tidak  mengenakan jaket universitas, sehingga tak harus menerapkan aturan  tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Duduk di sebelahku, adalah seseorang. Yah boleh  juga jika hendak diasumsikan bahwa dia adalah seorang wanita melayu  berambut sebahu dikepang dua yang bercerita sambil tertawa-tawa riang  sepanjang perjalanan. Atau boleh juga jika mau dibayangkan bahwa dia  adalah seorang yang wanita manis dengan kerudung bunga-bunga yang  senyumnya indah merekah. Atau baik juga untuk dikatakan, dia adalah  wanita berkulit kuning berambut pirang yang menghabiskan masa kecilnya  yang berbahagia sebagai boneka Barbie. Nanti saja kuceritakan perihal  orang disebelahku ini, untuk mengakhiri cerita dengan romantis.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Tak  berapa lama datanglah seorang berseragam untuk mengecek karcis karcis.  Petugas meminta karcis dengan sopan. Jika tak membawa tiket, jangan  harap untuk membayar dengan cara sim salabin, karena petugas tiket ini  juga membawa mesin yang dapat mengeluarkan tiket kapan dan dimana pun.  Tinggal pencet pencet sedikit, maka tiket akan keluar diiringi bunyi  tret tret. Saat petugas menghampiri, terinspirasi dari Amelia Poulain,  refleks kukatakan “&lt;i&gt;Without you, today's emotions would be the scurf of yesterday&lt;/i&gt;.” Petugas terbengong sejenak, “&lt;i&gt;Pardon.. ticket please&lt;/i&gt;.” &amp;nbsp;Maka kuserahkan saja tiket berikut kartu sakti untuk mendapat diskon karcis kereta.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Kereta  masih berjalan dengan kecepatan sedang, sekitar sekilo semenit,  adegan-adegan di jendela datang dan pergi silih berganti, Sewaktu-waktu  terlihat sapi yang berpadu dengan biri-biri diselingi kuda-kuda besar di  padang rumput yang sunyi, di kali lain jajaran rumah kuno berwarna  merah genteng yang berjejer rapi yang diiringi bunga yang warna-warni.  Di atas sama, matahari bersembunyi di balik awan tebal yang berterbangan  setelah diberi warna kelabu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Melihat sapi-sapi di luar,  kawan seperjalananku bercerita tentang temannya yang jatuh cinta pada  seekor sapi, yang temannya itu seorang lelaki, bukan berarti tidak suka  wanita, karena ternyata yang disukainya juga adalah sapi betinanya.  Cinta memang tidak mengenal fisik, cinta memang perasaan yang murni yang  muncul dari hati. Muncul pertanyaan penting dalam benakku, sehingga  kutanyakan padanya. “&lt;i&gt;Siapakah nama sapi betinanya itu?&lt;/i&gt;” Dia tak  bisa menjawab, lalu segera menanyakannya kepada om google, tempat  dimana hampir semua pertanyaan tidak essensial menemukan jawaban. Tak  berapa lama diapun terlupa pertanyaan itu, karena terlarut keasyikan  berselancar menggunakan blackberrynya. Alat yang sangat berguna memang,  untuk mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Maka kucari saja  sebuah lagu di kepala, dan mulai mendendangkannya dengan sumbang. Sebuah  lagu dari Iggy Pop yang judulnya the passenger.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"I am a passenger &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;I stay under glass&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;I look through my window so bright.."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Kereta  tak terlalu sering berhenti, tiap menjumpai stasiun dan harus berhenti,  kereta ini hanya memakan waktu kurang dari semenit. Dia berhenti,  membuka pintu, mengeluarkan penumpang, menutup pintu dan berjalan lagi.  Cukup berbeda dnegan kereta kebanggaanku dulu yang terbiasa berhenti di  tengah jalan dan lama sekali, sehinggalah tak kujumpai ada  pedagang-pedagang yang datang menawarkan tahu sumedang, tak adalah orang  yang menawarkan salak dalam karung, tak ada juga yang membawa gitar dan  menyanyikan lagu roma irama. Sehinggalah terbesit juga sedikit rindu  pada pedagang tahu sumedang, serta salak dan ksatria bergitar itu. Ingin  kubawa kereta ini pulang sehingga bisa kuberikan kesempatan kepada  pedagang-pedagang itu untuk mencoba peruntungannya di kereta seperti  ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Akhirnya kereta melambat, stasiun besar terlihat di  depan mata, dari jauh sekelompok remaja hooligan dengan kaos merah-merah  sedang bernyanyi dengan bersamangat untuk menyambut pertandingan nanti  siang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"He's only a poor little scouser&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;His face is all tattered and torn&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;He made me feel sick&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;So I hit him with a brick&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;And now he can't sing anymore!"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Kereta  berhenti. Di papan informasi di luar sana terlihat kata Manchester,  seperti juga tertera di papan informasi yang terdapat di dalam kereta.  Teman seperjalananku yang lupa untuk kuceritakan, sedang tertidur pulas,  maka kubangunkan dengan tendangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Jon, Joni, bangun Jon. Udah sampe.&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;Joni  menguap lebar seraya celingukan kebingungan. Kami pun segera menyusul  iring-iringan untuk turun dari kereta, mendapati kembali udara peralihan  ke musim dingin yang terlalu sejuk dan langit yang terlalu sering dicat  dengan warna kelabu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #cfe2f3;"&gt;related story:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://yows.blogspot.com/2010/07/kereta-malam.html" style="color: #e06666;"&gt;Kereta Malam&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-940468999284984588?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/940468999284984588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=940468999284984588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/940468999284984588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/940468999284984588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/10/kereta-pagi.html' title='Kereta Pagi'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XalmaUY7kKk/TqLUb7riVPI/AAAAAAAAAJY/0bgX0YJt6-8/s72-c/IMG_2479.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-4734170422160416791</id><published>2011-10-17T03:33:00.003+07:00</published><updated>2011-12-25T18:40:06.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>the art of loving</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #ffe599; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MkbvHnKbZjc/TvcKU8ZipQI/AAAAAAAAAO8/4BWuKfwKOQs/s1600/36896_407487569724_593794724_4231173_1625462_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-MkbvHnKbZjc/TvcKU8ZipQI/AAAAAAAAAO8/4BWuKfwKOQs/s200/36896_407487569724_593794724_4231173_1625462_n.jpg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Dalam cinta, kebanyakan orang melihatnya sebagai persoalan dicintai  daripada mencintai. Hal yang penting bagi seseorang adalah bagaimana  agar dicintai. Demi tujuan itu orang-orang menembuh beberapa jalan. Bagi  kaum laki-laki biasanya bagaimana agar sukses, kaya, berkuasa, dengan  tidak melanggar batasan sosial yang ada. Sementara bagi wanita dengan  membuat diri semenarik mungkin, dengan merawat tubuh, pakaian,  penampilan dsb. Dan cara yang ditempuh keduanya adalah dengan  mengembangkan tingkah laku yang menyenangkan, percakapan yang  mengesankan, suka menolong, serta menjauhkan diri dari hal yang jelek  dan norak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia  juga cenderung menganggap cinta adalah  objek, bukan sebagai kemampuan. Mereka berpikir bahwa mencintai adalah  persoalan mudah, yang sulit adalah mencari objek yang tepat untuk  dicintai. Pada manusia modern perasaan jatuh cinta biasanya berkembang  karena adanya komoditas-komoditas yang bisa dipertukarkan. Jadi dua  sosok manusia akan jatuh cinta jika mereka telah menemukan obyek terbaik  mereka di pasaran, dengan mengingat batas-batas nilai tukar yang mereka  miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman jatuh cinta biasanya dialami dalam kasus di  mana dua orang yang sebelumnya merupakan orang asing satu sama lain,  sepakat untuk meruntuhkan tembok yang selama ini memisahkan mereka,  sehingga semakin dekat. Mereka merasa menjadi satu dan momen kesatuan  ini menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan dan mempesonakan  dalam hidup. Terutama bagi pribadi yang selama ini tertutup, terisolasi  dan tanpa cinta. Keajaiban dari keintiman ini menjadi semakin dahsyat  dipicu oleh daya tarik seksual serta pemenuhannnya. Dalam proses  berikutnya dua pribadi itu akan saling mengenal dengan lebih baik,  sehingga keintiman yang mereka rasakan akan kehilangan keajaibannya.  Akhirnya segala pertentangan, kekecewaan serta perasaan bosan akan  membunuh segala yang tersisa dan pesona yang sebelumnya menyelimuti  mereka akan sirna. Namun hal ini sering tidak disadari karena tertutupi  oleh hasrat akan birahi, cumbu rayu,  saling terpesona dan tergila-gila,  untuk menunjukkan betapa dalamnya cinta mereka. Padalah semua itu tidak  membuktikan apa-apa kecuali rasa kesepian yang  mereka derita  sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada kenyataannya hampir tidak ada aktifitas  atau usaha yang dimulai dengan bermacam impian dan harapan yang begitu  luar biasa, namun mengalami kegagalan begitu saja sebagaimana cinta.   Ada satu cara untuk mengatasi kegagalan tersebut, yaitu memeriksa  sebab-sebab kegagalan tersebut, dan mempelajari cara untuk  memperbaikinya. Harus disadari bahwa cinta adalah seni, jika kita ingin  belajar bagaimana cara mencintai kita harus memulai dengan cara yang  sama seperti mempelajari seni.  Yaitu pertama, menguasai teorinya kedua  menguasai prakteknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dikaruniai akal budi, adalah  kehidupan yang sadar akan dirinya. Ia dilahirkan diluar kemauannya dan  akan mati diluar keinginannya. Manusia menyadari kesendirian atau  keterpisahannya, kelemahannya dalam menghadapi kekuatan alam dan  masyarakat (disunited existence) ini merupakan sebuah penjara yang  mengerikan. Sehingga dia harus keluar dari situasi tersebut dan mencari  pertalian baru dengan manusia lain dan dunia luar. Bagaimana cara  mengatasi keterpisahan ini, meraih kesatuan, mentransendensikan  kehidupan? Salah satu cara yang kemudian ditempuh adalah menenggelamkan  diri dalam keadaan orgiastic. Seperti trance yang bisa muncul dari dalam  atau karena pengaruh obat bius. Pengalaman lain yang memberikan efek  yang sama adalah dengan pengalaman seksual. Cara lainnya adalah dengan  penyatuan dengan kelompok yang lebih besar. Untuk mencari ketentraman  dan keselamatan, dengan prinsip: jika aku tak berbeda dari orang lain,  hika aku tidak memiliki perasaan atau pemikiran yang berbeda dengan  orang lain, jika aku menundukkan diri pada kebiasaan, pakaian, gagasan  dan pemikiran yang serupa dengan orang lain, maka aku akan selamat dari  situasi kesendirian yang mencekam (frightening experience of aloneness).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk mendapatkan kesatuan terletak pada tindakan  kreatif. Seperti yang dipraktekkan oleh seniman dan para tukang.  Seeorang bisa menyatukan dirinya dengan bahan-bahan yang  merepresantasikan dunia di luar dirinya. Namun demikian, hal-hal  demikian hanya bersifat sementara, hanya merupakan jawaban parsial atas  problem exsistensial. Jawaban atas problem ini terletak pada kesatuan  intrapersonal, dalam peleburan dengan orang lain, dalam apa yang sering  disebut sebagai cinta. Cinta adalah jawaban atas problem eksistensi  manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis cinta antara lain:&lt;br /&gt;Cinta orang tua dan anak, dimana cinta ibu merupakan peneguhan tanpa syarat terhadap hidup dan kebutuhan-kebutuhan seorang anak.&lt;br /&gt;Cinta  persaudaraan, cinta terhadap semua manusia. Merupakan sebuah rasa  tanggung jawab, perhatian, pernghormatan serta oemahaman akan setiap  manusia yang ingin kita majukan hidupnya. &lt;br /&gt;Cinta erotis, penyatuan dan peleburan antar pribadi yang bersifat ekslusif dan tidak universal. &lt;br /&gt;Cinta diri, yaitu cinta kepada diri sendiri identik dengan narsisme. &lt;br /&gt;Cinta Tuhan, yaitu cinta kepada nilai tertinggi yang paling didambakan yang merupakan kebutuhan dasar dari manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta  adalah sebentuk kapasitas yang terlahir dari karakter yang matang dan  produktif. Namun kedudukan dari cinta yang sebenarnya digantikan oleh  sederatan cinta semu yang mencerminkan terjadinya disintegrasi cinta  dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Eksistensi masyarakat kapitalis  didasarkan atas pasar, dimana segala sesuatu atau kepandaian yang  dianggap berguna diubah menjadi komoditas yang diperjual belikan.  Sehingga hasilnya adalah membentuk kepribadian manusia modern yang  terasing dari dirinya, dari sesamanya dan dari alam semesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia  modern menjadi semacam komoditas yang menempatkan kekuatan dirinya  sebagai investasi yang harus membawa keuntungan. Namun mereka tidak  menyadarinya karena peradaban membuat rutinitas yang luar biasa ketat.  Lalu sebagai akibatnya mereka berusaha mengatasi keputusasaan bawah  sadarnya dengan cara menenggelamkan diri dalam hiburan rutin serta  konsumsi pasif, membeli barang-barang dan kebutuhan untuk selalu tampil  baru. Hal itu pada akhirnya menyebabkan manusia modern menjadi manusia  yang tak sanggup mencintai, hanya bertukar paket kepribadian sambil  berharap mendapat imbalan yang sepadan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyingkapi  kegagalan tersebut beredar buku-buku tentang petunjuk dan nasehat  tentang perilaku seksual. Hal ini terjadi didasarkan atas ide pokok  bahwa jika dua orang saling memuaskan kebutuhan seksual masing-masing  maka mereka akan sanggup mencintai satu sama lain. Hal ini sangat  dipengaruhi oleh pemikiran Freud, yang menyatakan bahwa Pemuasan atas  semua hasrat instingtual secara total akan membawa pada kesehatan mental  dan kebahagiaan. Namun semua ini hanya ilusi karena cinta bukanlah  hasil dari kepuasan seksual, melainkan sebaliknya. Konsep Freud itu bisa  dibandingkan dengan gagasan psikoanalis lainnya bahwa bahwa cinta  dimulai apabila seseorang merasa kebutuhan orang lain menjadi sepenting  kebutuhannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju ke arah itu, kita perlu  mempelajari apa-apa yang diperlukan untuk praktek mencintai. Untuk bisa  mempraktekkan suatu seni, dalam hal ini, seni mencintai ini pertama-tama  dibutuhkan kedisiplinan dalam mempelajari dan melatihnya. Disiplin bisa  dilatih dengan tidak memanjakan diri, dan memanfaatkan waktu dengan  teratur untuk kegiatan seperti meditasi, membaca, mendengar musik dan  berjalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dibutuhkan konsentrasi, karena duduk diam  tanpa  bicara, membaca atau makan dan minum selain hanya berkonsentrasi  merupakan hal yang sulit bagi manusia modern. Melatih konsentrasi dengan  belajar berdiam diri, seperti dalam meditasi atau beribadah. Dalam  mendengar musik, membaca buku, berbicara, atau menikmati pemandangan  dimana perhatian seseorang dicurahkan sepenuhnya. Hal-hal yang penting  dan tidak penting akan memperoleh dimensi baru. Berkonsentrasi berarti  hidup sepenuhnya saat ini, disini dan sekarang ini. Aktif dalam pikiran  dan perasaan serta menggunakan mata dan telinga sepanjang hari. Lalu  dibutuhkan kesabaran, disaat seluruh sistem industri modern menekankan  prinsip kecepatan yang sangat bertentangan dengan kesabaran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Disamping  itu syarat utama untuk mencapai cinta adalah mengatasi narsisme. Yaitu  orientasi dimana seseorang hanya menganggap riil, benar, dan nyata  apa-apa yang ada dalam dirinya sendiri, sementara fenomena diluar  dirinya dianggap tidak mempunyai realitas selain sejauh berguna atau  berbahaya bagi dirinya. Yang harus dikembangkan adalah lawan dari  narsisme adalah obyektifitas, yaitu kemampuan untuk melihat orang lain  atau benda-benda sebagaimana adanya. Namun senantiasa harus ada cinta  terhadap diri sendiri pada orang-orang yang mampu mencintai orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan  untuk mencintai juga tergantung pada kapasitas kita untuk tumbuh dan  mengembangkan orientasi produktif dalam berhubungan dengan dunia dan  diri kita sendiri. Mereka yang memperhatikan cinta sebagai jawaban bagi  masalah eksistensi manusiawinya, harus sampai pada kesadaran bahwa  diperlukan perubahan radikal dan berani dalam struktur sosial jika  menginginkan cinta bisa terwujud sebagai fenomena sosial, bukan fenomena  marginal yang ada dalam diri personal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt;Referensi:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ffe599; text-align: justify;"&gt; Fromm, Erich. 2005. The Art of Loving. Fresh Book, Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-4734170422160416791?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/4734170422160416791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=4734170422160416791' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4734170422160416791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4734170422160416791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/10/tomorrow.html' title='the art of loving'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MkbvHnKbZjc/TvcKU8ZipQI/AAAAAAAAAO8/4BWuKfwKOQs/s72-c/36896_407487569724_593794724_4231173_1625462_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-1366515239090935359</id><published>2011-10-08T20:36:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T06:15:33.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>27 club</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-NYMFxA9codw/TpBPouR8LTI/AAAAAAAAAJU/ypgDoBN1t4E/s1600/230519_10150571744545527_49436315526_18535111_1639566_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-NYMFxA9codw/TpBPouR8LTI/AAAAAAAAAJU/ypgDoBN1t4E/s200/230519_10150571744545527_49436315526_18535111_1639566_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia musik, ada yang disebut dengan 27 Club, yaitu kumpulan musisi jenius yang menjadi legenda dan berhenti pada usia 27 Tahun. Anggotanya antara lain, Brian Jones, Jimi Hendrix, Janis Joplin, Jim Morrison, Kurt Cobain dan yang baru-baru ini bergabung Amy Winehouse. Semua adalah pribadi independent yang menolak mainstream, yang secara musik menginspirasi sebuah generasi, menciptakan tren sendiri dan tanpa kompromi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EekF4sXMNpw/TpBPkLsT8sI/AAAAAAAAAJQ/AcT7WCUFIgc/s1600/morrison.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-EekF4sXMNpw/TpBPkLsT8sI/AAAAAAAAAJQ/AcT7WCUFIgc/s200/morrison.jpg" width="143" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak 1997, Kurt Cobain bersama Nirvana adalah favoritku, waktu itu pikirku tak ada musisi yang sebagus dia. Lirik-lirik sarkasme berisi kemarahan, gitar yang kasar dan melodi yang tidak harmonis dalam Nirvana selalu menemaniku dan mengispirasi untuk membuat sebuah band serupa. Lalu sejak 2002, saat pertama kalinya mendengar Jim Morrison bersama The Doors secara kebetulan di rumah seorang teman, aku juga langsung jatuh cinta seperti pada Nirvana. Jatuh cinta pada musik yang merupakan perpaduan jazz, blues dan rock dilengkapi dengan lirik yang puitis filosofis dan mendalam. Mereka adalah sebagian dari musisi yang menyalurkan emosi dan refleksi dengan baik pada sebah lagu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu mulailah aku membaca artikel dan buku-bukunya,  biografi Kurt Cobain: Heavier than Heaven serta biografi Jim Morrion: No One Here Get Out Alive. Dan disamping kekaguman, muncul pula keprihatinan betapa hancurnya kehidupan pribadi-pribadi ini, yang tak pernah merasa cocok dengan lingkungannya, yang merasa sosok diri mereka yang dikenal orang banyak adalah palsu, yang berujung pada rasa frustasi hingga mereka tutup usia pada 27 Tahun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, sesekali ada juga perasaan mencekam yang dalam, entahlah jika setiap seniman merasakan itu, bahwa aku tak terlalu cocok dengan lingkungan sekitar ini, bahwa semua kompromi yang kutunjukkan adalah palsu, hingga pernah terbesit bahwa mungkin saja aku juga akan berakhir seperti mereka-mereka itu yang berumur 27 tahun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syukurlah seiring waktu semua perasaan galau itu hilang sendiri, dan sampailah aku pada hari untuk merayakan perpisahan dengan Jim Morrison dan Kurt Cobain. Hari ulang tahunku yang ke-28, sudah tidak muda memang, tapi aku sangat bersyukur bisa melalui usia 27 Tahun dengan selamat. Selamat tinggal Jim, selamat tinggal Kurt, aku tidak akan masuk dalam jajaran orang-orang yang menjadi legenda pada usia 27 Tahun seperti kalian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-1366515239090935359?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/1366515239090935359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=1366515239090935359' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1366515239090935359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1366515239090935359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/10/27-club.html' title='27 club'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-NYMFxA9codw/TpBPouR8LTI/AAAAAAAAAJU/ypgDoBN1t4E/s72-c/230519_10150571744545527_49436315526_18535111_1639566_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-8242078505032937689</id><published>2011-10-03T02:52:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T06:16:05.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='England'/><title type='text'>metropoly</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metropoly adalah sebuah permainan yang diselenggarakan departemen Institut for transport Studies di Leeds University untuk mahasiswa barunya. Aturannya adalah mahasiswa dibagi menjadi beberapa group kecil yang dibekali metro day rover family ticket. Ticket tersebut bisa digunakan untuk bepergian menggunakan public transport kemana saja&amp;nbsp; di seluruh area west Yorkshire selama satu hari penuh. Tiap kelompok berusaha untuk mendapat point sebanyak-banyaknya melalui setiap stasiun atau objek wisata yang dituju sesuai dengan peta yang diberikan. Tim hanya boleh menggunakan kereta, bus dan berjalan kaki dan memberikan bukti foto dengan latar belakang lokasi tujuan berdasarkan pepatah no pix=hoax, perjalanan dimulai dan berakhir di kampus dari jam 9.30 sampai jam 16.30.  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadilah aku sebagai salah satu peserta, ambil bagian dalam sebuah group kecil bersama Lewis: asal Inggris, Vasileios: asal Yunani, serta seorang wanita cantik Jevgenija: asal Lithuania. Entah apa dan dimana itu Lithuania, yang jelas melihat dari penampilannya seperti orang-orang dari eropa timur.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CxUds1ZlKP0/Toi-lWxwWsI/AAAAAAAAAJA/LdO3cygvMCw/s1600/IMG_2476.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://4.bp.blogspot.com/-CxUds1ZlKP0/Toi-lWxwWsI/AAAAAAAAAJA/LdO3cygvMCw/s400/IMG_2476.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa website canggih sangat mendukung untuk merencanakan perjalanan ini, seperti metro website: &lt;a href="http://www.wymetro.com/"&gt;www.wymetro.com&lt;/a&gt;, Transport Direct Journey Planning web site: &lt;a href="http://www.transportdirect.info/"&gt;www.transportdirect.info&lt;/a&gt;,&amp;nbsp; Nation Rail Web Site: &lt;a href="http://www.nationalrail.co.uk/"&gt;www.nationalrail.co.uk&lt;/a&gt; atau web informasi lokasi wisata sesuai degnan yang tertera di peta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Leeds, kami memutuskan untuk pergi ke Denby Dale demi mendapat banyak point dari mengunjungi tiap stasiun dengan kereta, sekian banyak kereta langsung menuju ke sana mengalami delay atau di cancel entah karena alasan apa. Sehingga itinerary yang sudah dibuat oleh Lewis dengan detail sampai ke menit harus diubah, kami memutuskan untuk memutar jalur. Kami menuju Wakefield dengan Kereta, lalu menaiki bus menuju Dewsbury, lalu ganti ke kereta lagi dari Dewsbury Huddersfield, dsb. Perjalanan yang rumit dengan nama-nama kota yang sulit, dan dengan pengalaman nilai geografi yang pas-pasan, tentu saja nama-nama itu sudah kulupakan lima menit setelah diucapkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--yBt5aLVjQE/Toi-nSwT1NI/AAAAAAAAAJE/NKMCGsF-AvQ/s1600/Metropoly+V1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://3.bp.blogspot.com/--yBt5aLVjQE/Toi-nSwT1NI/AAAAAAAAAJE/NKMCGsF-AvQ/s400/Metropoly+V1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Singkat cerita singkat kata, sampailah kami di Huddersfield menjelang pukul satu siang. Hari sedang bernama Jum’at, syukurlah aku masih teringat pada salah satu ayat Al Jumu’ah yang memerintahkan untuk segera mengunjungi masjid dan meninggalkan segala urusan jika telah datang panggilan untuk sholat jum’at. Rekan-rekan seperjuangan menyetujui untuk meninggalkanku di Huddersfield dan bertemu lagi menjelang jam 3. Huddersfield adalah kota asing, tak ada peta, dan koneksi internet dengan BB yang canggih sedang error, sehingga ada kemungkinan aku tersesat. &amp;nbsp;“Do you know where the mosque is?” Tanya si british.&amp;nbsp; “No, but I’ll find the way.” Sahutku. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat mereka berlari menuju stasiun mengejar kereta berikut, aku berjalan menuju tempat segerombol taksi yang terlihat sedang mangkal. Kutanyakan masjid terdekat kepada seorang berwajah seperti India atau Pakistan, dia bilang akan mengantarku ke sana seraya mengajakku menuju taksinya. Sampai di pintu taksi ternyata ada seorang wanita yang ingin menggunakan taksinya juga, lalu entah kenapa dia menyuruhku menggunakan taksi di belakangnya, mungkin alasannya adalah ekonomi, mungkin pula sentimen agama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sopir taksi di belakang, menggunakan Surban ala India, menanyakan padaku kenapa taksi di depan tidak mau mengantarku? “Entahlah.” kubilang. Dia lalu menanyakan masjid mana yang aku tuju? Ternyata ada banyak masjid di sekitar sana, terbagi-bagi sesuai jamaahnya. Aku minta diantarkan menuju masjid terdekat apa saja. Sambil jalan, dia mulai menginterogasi, kenapa sopir taksi tadi tidak mengantarku, dengan nada marah. Aku menangkap gelagat kurang baik, sehingga kukatakan saja “it’s oke, I have no problem with that.” “No, it is not oke, he is cheating!” Katanya. Demi menghindari konflik yang mungkin terjadi, yang mungkin melibatkan suku bangsa itu, kukatakan saja bahwa sopir tadi belum menyepakati untuk mengantarku, dia cuma &amp;nbsp;tau dimana masjid dan menyuruhku untuk mengikutinya. Bapak India ini masih kelihatan dongkol, entah kenapa. Sudahlah Pak, masalah kecil ini, pikirku. Tak berapa lama, sampailah di Masjid, ternyata sebuah Masjid jamah dari Pakistan. Dengan sukses ku ikuti khutbah berbahasa Arab yang dilanjutkan dengan bahasa Pakistan, dengan sukses pula usahaku menyimak berbuah kegagalan. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Masih sesuai petunjuk Al Jumuah, selesai Shalat, maka betebaranlah di muka bumi untuk mencari karunia-Nya. Maka kulanjutkan perjalanan. Sesuai peta, ada beberapa objek wisata di Huddersfield yang bisa kutuju sambil menunggu teman-teman datang. Maka kutanyakan saja kepada salah seorang yang baru selesai sholat. “Oh, this Greenhead Park Conservatory is just 2 minutes from here, cmon brother, I’ll take you there.” Kata seorang berwajah mirip Thierry Henry dengan mobil sportnya. Demikianlah seharusnya persaudaraan sesama muslim di seantero bumi ini, maka dengan sumringah, tak kutolak ajakannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sambil jalan kami berkenalan dan dia bercerita soal ini itu tentang Inggris, Leeds dan Kota Huddersfield. Dia memberi petunjuk singkat dengan antusias mengenai cara menuju beberap lokasi seperti Emley Moor Transmitter dan Castle Hill, ternyata cukup jauh. “Goodluck brother” katanya saat sampai, sambil melambai tangan dan tancap gas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-B6cAj69I51M/Toi-qnTYLVI/AAAAAAAAAJI/kfT_xoOJ7WA/s1600/IMG_2567.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-B6cAj69I51M/Toi-qnTYLVI/AAAAAAAAAJI/kfT_xoOJ7WA/s400/IMG_2567.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maka berjalanlah diriku ke gerbang taman, minta di foto sebentar pada nenek-nenek yang kebetulan di sana, lalu berjalan lagi menuju terminal bis. Ternyata bis menuju ke Emley Moor hanya ada tiap setengah jam, tidak mungkin sempat, sehingga ku putuskan untuk berjalan kembali ke stasiun kereta menunggu teman-teman pulang dari&amp;nbsp; Denby Dale. Salah satu hal baik dari kota-kota di Inggris adalah integrasi antar modanya, dimana di setiap kota, stasiun kereta dan terminal letaknya berdekatan dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki mengikuti papan-papan petunjuk yang tersedia. Kota-kota di Indonesia perlu juga meniru yang seperti ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah lama menunggu di stasiun akhirnya kelihatan sebentuk bayangan orang berbaju orange berlari dari kejauhan, ternyata si Vasileios (ampun deh susah banged namanya, selanjutnya dipanggil Sile) yang sangat bersemangat sedang berlari sambil melambai-lambai. Waktu sudah menunjukkan pukul empat, sehingga kami segera naik kereta dan terburu-buru untuk kembali ke Leeds karena keterlambatan akan dikenai pengurangan point. Sesampainya di Leeds si Sile masih bersemangat dan mengajak kami berlari menuju kampus. “Cmon run run, lets run”. Sebagai seorang asia berkaki pendek tentu usahaku berlari harus lebih besar daripada orang-orang bule berkaki panjang ini. Dengan ngos-ngosan, sampailah kami di depan jurusan, saat yang lain sudah berkumpul, kami grup terakhir yang finish, akhirnya kalah dengan nilai total 17000 sementara grup pemenangnya mendapat point 18000. Permainan yang melelahkan sekaligus menyenangkan, sementara kalah menang tak penting buatku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-8242078505032937689?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/8242078505032937689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=8242078505032937689' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8242078505032937689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8242078505032937689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/10/metropoly.html' title='metropoly'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-CxUds1ZlKP0/Toi-lWxwWsI/AAAAAAAAAJA/LdO3cygvMCw/s72-c/IMG_2476.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-2491450865132948810</id><published>2011-09-25T06:04:00.003+07:00</published><updated>2012-01-20T06:17:54.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kehidupan'/><title type='text'>sesuatu</title><content type='html'>&lt;div style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Jika sesuatu yang buruk terjadi, katakanlah itu sesuatu yang tak sesuai keinginan kita, biasanya kita akan bersedih. Itu naluri manusia, padahal seberapalah pengetahuan manusia ini, boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal sesuatu itu buruk bagi kita, boleh jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(1)&lt;/span&gt;. Itulah kenapa kita dilarang untuk menyukai atau membenci sesuatu secara berlebihan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dalam rangka mencegah diri dari bersedih, terhadap sesuatu yang tidak berdaya untuk diubah, beberapa teknik yang efektif untuk digunakan antara lain, beribadah dan berdoa, memikirkan hal-hal yang baik, melakukan hobi, mengingat kejadian menyenangkan, membayangkan sesuatu yang indah, berbicara dengan orang-orang terdekat, dsb. Ada banyak cara, saat ini mungkin aku perlu menerapkan salah satunya untuk mencegah diri dari bersedih.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Salah satu yang sangat kuinginkan adalah bisa menceritakan sesuatu pada seseorang atau mendengarkan sesuatu cerita dari seseorang. Percakapan yang bermutu, adalah salah satu nutrisi penting bagi otak untuk menjaga agar kita tetap waras. Rumah sedang sepi, sehingga tak ada juga satu dua makhluk yang bisa diajak berdialog.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Mungkin aku bisa melakukan cara lainnya, memikirkan hal-hal yang baik dan mensyukuri nikmat yang diberikan daripada menyesali apa-apa yang tidak ada. Sungguh, banyak sekali manfaatnya perasaan senantiasa bersyukur ini dan sudah seharusnya manusia selalu bersyukur. Jika kita ingin mencatat nikmat Allah yang diberikan kepada kita, maka tinta sebanyak air laut tidak akan cukup bagi kita, dan niscaya kita tidak akan sanggup menghitungnya. Itulah kenapa aku tidak suka pada orang-orang yang sering mengeluh dan menggerutu, apalagi untuk hal-hal yang kecil dan itulah kenapa aku ingin menghindari mengeluh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya, apa yang terjadi pada manusia, bisa dipisahkan menjadi dua bagian. Ada realitas objektif dan ada realitas subjektif &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(2)&lt;/span&gt;. Realitas objektif adalah sesuatu yang benar-benar terjadi, seusatu yang tidak bisa diubah, seperti musibah dan bencana, takdir, tidak ada yang bisa mengubahnya karena merupakan ketentuan dari Yang maha Kuasa. Sementara disisi lain, ada realitas subyektif, yaitu bagaimana manusia memandang sesuatu. Sehingga ada orang yang bisa tertawa saat sedang mendapat musibah, ada orang yang dilahirkan cacat yang bisa terus bekerja dan berkarya, dan ada juga orang lainnya yang ketika mendapat musibah terus meratapi nasib.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Ada banyak kebaikan disekitar kita, dan kita seringkali hanya melihat sedikit yang buruk diantaranya, lalu terperosok terlalu dalam dengan meratapinya. Kejadian-kejadian buruk atau masa-masa sulit yang kita sedang jalani, ternyata hanya harus dilalui dengan berpikir positif. Kita sendiri yang bisa memilih untuk bersedih karena sesuatu atau memilih untuk selalu berbahagia. Jika kita tak bisa berpikir jernih tentang apa saja kebaikan yang kita dapatkan, ingatlah selalu kalimat: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(3)&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #d9ead3; font-size: x-small;"&gt;Referensi:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(1)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;QS: Al Baqarah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #d9ead3; font-size: x-small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(2)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rakhmat, Jalaludin. 2004. Meraih Kebahagiaan. Simbiosa Rekatama Media, Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d9ead3; line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(3)&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://yows.blogspot.com/2010/05/ar-rahmaa.html" style="color: #d9ead3;"&gt;QS: Ar Rahmaan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-2491450865132948810?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/2491450865132948810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=2491450865132948810' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2491450865132948810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2491450865132948810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/09/sesuatu.html' title='sesuatu'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-3865961717835313886</id><published>2011-09-16T10:01:00.007+07:00</published><updated>2011-09-23T03:41:16.303+07:00</updated><title type='text'>pesan moral</title><content type='html'>&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seminggu ini musim sudah masuk ke autumn, dimana angin bertiup dengan sangat kencang. Sehingga adalah wajar jika menemukan perkiraan cuaca memberikan kata “windy”. Dengan angin yang kencang dan rambut yang cukup panjang, maka setiap kali keluar rumah, rambutku &amp;nbsp;selalu ditiup-tiup angin hingga berantakan. Sehingga pudarlah keinginan untuk memanjangkan rambut sampai sepunggung, rambut ini harus dipotong.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka berjalanlah aku ke sebuah barbershop, menanyakan harga potong rambut untuk pelajar, lalu keluar lagi dari barbershop itu karena harganya terasa kemahalan. Maka berjalanlah aku ke sebuah barbershop lainnya, menanyakan harga potong rambut untuk pelajar, lalu kuputuskan untuk menyelesaikan permasalahan ini di situ, seharga 7 pounds, setaraf dengan seratus ribu rupiah. Yaah, harga ini bukan apa-apa jika dibandingkan dengan potong rambut di pangkas rapi Jogja seharga lima ribu rupiah (kalimat yang terasa cukup tidak logis).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu Bapak barber menanyakan model yang kuinginkan. Satu saja model yang terlintas di kepala, model rambut Damon Albarn bekas vokalis Blur, akan tetapi agak ragu juga bahwa Bapak ini tau model rambut itu, maka kukatakan “ just make it short” dengan English yang pas-pasan, aku tak tau kosakata untuk memotong pendek dibagian tepi dan sisakan lebih panjang berikut sedikit jambul di bagian tengah, apa bahasa inggris untuk jambul? &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu sambil dipotong (rambutnya), kuajak si Bapak barber bercerita basa-basi. Kami mulai membicarakan tentang sepakbola, bahwa aku ingin menonton pertandingan bola. Lalu Bapak barber bercerita tentang anaknya yang ikut klub bola dan berharap bisa jadi pemain professional, meskipun sulit. Lalu Bapak barber bercerita tentang klub bola idola di kotanya, Leeds United, yang musim ini tidak membeli pemain baru. Bapak barber mulai akan memotong rambut bagian atas, ketika beliau memasuki emosi tingkat tinggi saat mengatakan bahwa manajemen klub kesayangan hanya mementingkan uang dan bukan meningkatkan kualitas klubnya. Bicara Bapak barber menjadi sangat berapi-api, sehingga aku jadi tidak berani menyelanya untuk mendiskusikan model rambut, yang tidak relevan dengan topic pembicaraan. Sehingga hanya sekejap saja, habis sudah rambutku dibuatnya. Terlalu pendek, tidak ada sedikit jambul, tidak mirip Damon Albarn dan jauh sangat dari Jude Law. Habislah sudah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat berjalan keluar barbershop, ku catat sebuah pesan moral dalam hati, “Saat sedang berlangsung sebuah peristiwa penting , jangan pernah membicarakan topik yang sangat sensitif yang tidak relevan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc; font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-3865961717835313886?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/3865961717835313886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=3865961717835313886' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3865961717835313886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3865961717835313886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/09/pesan-moral.html' title='pesan moral'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-5781926728180330697</id><published>2011-09-10T17:46:00.002+07:00</published><updated>2011-09-15T14:58:22.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>edensor</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;Wahai, sudahkah kamu membaca buku Edensor dari Andrea Hirata? Andrea adalah salah satu yang terbaik dari panulis-penulis yang ada di Indonesia, kata-katanya selalu indah, penuh makna dan membangkitkan imaginasi, salah satu favoritku. Malam ini, kubuka lagi lembaran-lembaran dari buku ini, yang dulu sejak pertama terbit sudah ku baca. Buku ini menceritakan tentang perjalanan Ikal dan Arai ke Eropa, mungkin karena sekarang aku sedang ada di Eropa juga, sehingga ku buka kembali buku ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;Kalimat yang tertera di halaman mukanya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;“&lt;i&gt;Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan”, &lt;/i&gt;(Hirata, 2007). Rangkaian kata yang cukup menawan untuk mendefiniskan sebuah kata saja: takdir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;Cerita di buku ini masih sama, tentang pencarian cinta Ikal terhadap A Ling, serta pemujaan Arai terhadap Zakiah Nurmala. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;“&lt;i&gt;Nanti, akan kujelajah separuh dunia, berkelana di atas tanah-tanah asing yang dijanjikan mimpi-mimpi, akan kutemui perempuan yang membuat hatiku kelu karena cinta, karena rindu yagn menyiksa..”&lt;/i&gt; (ibid)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 120%;"&gt;Adalah Arai yang menjadi sahabat sekaligus pemicu semangat Ikal, Arai yang pantang menyerah, yang katanya memperlihatkan jiwa yang besar, lebih dari siapapun yang dia kenal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;“&lt;i&gt;Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu"&lt;/i&gt;, (ibid). Kata Arai suatu ketika. Adalah kebetulan, sama sepertiku, Arai ternyata adalah penggemar Jim Morrison, “&lt;i&gt;Penyanyi kesayanganku Kal.. karena aku akan berjumpa dengannya, walau hanya pusaranya, di Perancis!” ,&lt;/i&gt; (ibid).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;Dan bahkan jauh sebelum membaca buku ini, sekitar tahun 2004 sudah besar keinginan ku untuk berkunjung juga ke Perancis sana, ke pemakaman Pere Lachaise, untuk mempersembahkan sebuah puisi kepada Jim Morrison, seperti yang Arai dan semua penggemar Jim Morrison dan The Doors lakukan setiap tahun di bulan Juli. Dengan anehnya, pernah suatu ketika aku bermimpi datang berkunjung kesana, ketika tak berapa lama kemudian kubaca di Koran Kompas bahwa minggu itu adalah hari untuk mengenang Jim. Seperti yang Arai lakukan ketika itu, membaca puisi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;“&lt;i&gt;Tak ada yang paham kalau puisi itu bukan untuk Jim. Namun, Jim Morrison dan Zakiah Nurmala adalah belahan hati Arai. Keduanya menempati kamar yang menyesakkan dadanya. Hari ini, Arai mengguncang-guncang kamar itu dengan cinta, rindu, harap dan putus asa yang lama bertumpuk di sana, terburai-burai, tumpah ruah di atas pusara Jim Morrison”, &lt;/i&gt;(ibid). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 120%;"&gt;Selain tentang kuliahnya di Sorbonne, buku ini juga berisi tentang petualangannya menjelajahi Eropa. Darimanakah judul Edensor itu berasal? Ternyata itu adalah nama sebuah desa di Inggris. Dalam buku kenangan dari A Ling untuknya, &lt;i&gt;If Only They Could Talk&lt;/i&gt;, karya James Herriot. Desa itu diceritakan dengan gambaran: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;“&lt;i&gt;Lereng-lereng bukit yang tak teratur tampak seperti berjatuhan, puncaknya seakan berguling ditelan langit sebelah barat. Bentuknya laksana pita kuning dan merah tua. Pegunungan tinggi yang tak berbentuk itu lalu terurai menjadi bukit-bukit hijau dan lembah-lembah nan luas. Di dasar lembah sungai berliku-liku diantara pepohonan. Rumah-rumah petani Edensor yang terbuat dari batu-batu yang kukuh dan berwarna kelabu bak pulau di tengah ladang yang diusahakan. Ladang itu terbentang seperti tanjung yang hijau cerah di atas lereng bukit. Di pekarangan, taman bunga mawar dan asparagus tumbuh menjadi pohon yang tinggi. Buah persik, buah pir, buah ceri, buah prem, bergelantungan di atas tembok selatan, berebut tempat dengan bunga-bunga mawar yang tumbuh liar…” , &lt;/i&gt;(Herriot, 1970 dikutip oleh Hirata, 2007).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;“&lt;i&gt;Bus merayap, aku makin dekat dengan desa yang dipagari tumpukan batu bulat berwarna hitam. Aku bergetar menyaksikan nun di bawah sana, rumah-rumah penduduk berselang-seling di antara jejarak anggur yang terlantar dan jalan setapak yang berkelak-kelok. Aku terpana dilanda déjà vu melihat hamparan desa yang menawan. Aku merasa kenal dengan gerbang desa berukir ayam jantan itu, dengan pohon-pohon willow di pekarangan itu, dengan bangku-bangku batu itu, dengan jajaran bunga daffodil dan astuaria di pagar peternakan itu. Aku seakan menembus lorong waktu dan terlempar ke sebuah negeri khayalan yang telah lama hidup dalam kalbuku. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;Kepada seorang ibu yang lewat aku bertanya, “Ibu, dapatkah memberitahuku nama tempat ini?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;“Sure lof, it’s Edensor”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 120%;"&gt;, (ibid). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 120%;"&gt;Begitu katanya, ketika mengakhiri novel ini. Edensor, tentu saja, sudah dekat sekali tempat itu dengan tempatku berada ini. Hanya sekitar dua jam perjalanan saja jauhnya. Dan tentunya, suatu saat nanti, akan ada usahaku untuk ke sana. Mungkin akan kudapati tak akan seindah seperti yang digambarkan dalam kedua buku ini, Herriot dan Hirata, namun tetap layak untukku mengalami sendiri menemukan pedesaan itu dalam arah pandang, menghirup udaranya, menikmati suasananya, mengabadikannya dalam bentuk foto untuk dikirimkan kepadamu atau merangkumnya dalam seuntai kisah untuk diceritakan padamu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 120%;"&gt;Ref:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 120%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #b6d7a8; font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 120%;"&gt;Hirata, Andrea. 2007. &lt;i&gt;Edensor. &lt;/i&gt;Bentang, Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-5781926728180330697?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/5781926728180330697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=5781926728180330697' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/5781926728180330697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/5781926728180330697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/09/edensor.html' title='edensor'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-2604041474959543580</id><published>2011-09-04T17:16:00.005+07:00</published><updated>2012-01-20T06:16:47.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>tentang rasa</title><content type='html'>&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sekali ini agak berat juga hal yang ingin kuceritakan. Membicarakan tentang rasa, tentang cinta, betapa rumitnya topik ini. Rasanya lebih baik membicarakan tentang filosofi, teologi, atau sustainable transportasi daripada yang satu ini. Kenapa menjadi berat? Karena membicarakannya membuat kita harus melihat jauh ke dalam-dalam hati, ke salah satu ruangnya yang penuh dengan kenangan, atau ke ruang lainnya yang penuh dengan harapan, serta ornamen-ornamen kepedihan dan kebahagiaan yang mengisinya. Seringkali hati berbicara dengan cara yang berbeda dengan pikiran, sehingga telah habis pun kemampuan otak yang kecil dan terbatas ini untuk memikirkannya, tak keluar juga solusi yang memungkinkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Mungkin, itu sebabnya aku belum menikah, belum punya tunangan, dan lebih parahnya tak punya pacar sekarang ini. Karena belum ada sinkronisasi pikiran dengan hati. Mungkin juga aku sendiri yang memperumit masalah yang seharusnya sederhana ini. Seiring waktu, semakin banyak undangan pernikahan datang, satu persatu teman-teman meninggalkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sehingga suatu waktu, terjadi percakapan imaginer di pikiranku antara Pinky yang polos dengan Brain yang jenius, tokoh kartun favorit sewaktu kecil. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Pinky: Sebenarnya, ada masalah apa sih Brain, sehingga kita belum bisa pasang foto bayi di facebook?&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Brain: Kita terlalu sibuk ingin menguasai dunia Pinky.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Pinky: Sebenarnya, buat apa sih Brain, kita menguasai dunia?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Brain: Buat dipersembahkan kepada pujaan hati kita Pinky.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Pinky: Sebenarnya, yang mana sih Brain, pujaan hati kita?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Brain: Yang perlu kita kasih dunia, baru bisa kita kuasai Pinky.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Pinky: Sebenarnya, ada ga sih Brain, yang bisa kita kuasai tanpa perlu kita kasih dunia?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Brain: Pertanyaanmu itu keluar dari konteks Pinky.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Pinky: Jadi, apa rencana kita malam ini Brain?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Brain: Sama seperti malam-malam sebelumnya Pinky, mencoba menguasai dunia!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Si Pinky Si Pinky dan si Brain Brain Brain Brain.. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="commentbody"&gt;Yah, ga semua orang bisa menangkap isi dialog ini. Mungkin aku juga yang terlalu berbelit-belit. Sebenarnya ini adalah sebuah sindiran yang diungkapkan dengan sedikit citra rasa humor satire yang menunjukkan perasaanku, betapa aku sudah ingin membangun keluarga, lalu betapa sulitnya menemukan pasangan yang tepat, lalu kebiasaan atau keinginan yang menekankan pada aktualisasi diri sebelum berani menikah, pada sebentuk pencapaian, serta tujuan hidup yang seperti tujuan akhir tapi sebenarnya hanyalah tujuan awal dan kadang tak relevan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="commentbody"&gt;Sebenarnya aku mungkin sudah akan telah berkeluarga sekarang ini, jika saja waktu itu tidak putus dengan seorang yang ku cinta. Seorang pembaca garis tangan yagn tak terpecaya pernah mengingatkanku, untuk tidak menikah sebelum berumur dua delapan, karena dia melihat ada perpisahan atau perceraian, aku waktu itu tidak mempercayainya. Lalu ternyata dua tahun lalu aku kehilangan kekasihku untuk orang lain, dan beberapa bulan kemudian kehilangan ayahku untuk selamanya. Kehilangan dua cinta yang besar, yang membuat ruang-ruang hatiku terluka, yang mengubah arah hidupku, sehingga aku tertatih-tatih untuk merangkai mimpi yang baru. Kupikir saat itu, akan sulit bagikku untuk menemukan cinta yang baru, ya ternyata memang begitu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="commentbody"&gt;Mungkin permasalahan pernikahan ini akan menjadi lebih sederhana jika sekarang adalah zaman siti nurbaya. Dimana yang kita lakukan adalah belajar mencintai setiap hari. Belajar menemukan kebaikan-kebaikan kecil dari pasangan kita untuk bisa dicintai, belajar menerima kenyataan. Tidak kita serahkan kehidupan keluarga pada cinta eksotis yang rapuh, yang seringkali gagal seberapapun kita ingin mempertahankannya. Namun sayangnya sekarang bukan zaman siti nurbaya, sehingga harus kita temukan sendiri pasangan sejati kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #ea9999;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Dunia ini rupanya penuh dengan orang yang kita inginkan, tapi tak menginginkan kita, dan sebaliknya. Kurasa itulah postulat pertama hukum keseimbangan alam. Jika kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, seseorang akan naik ke puncak bukit, lalu meniup sangkakala, dunia kiamat.&lt;/i&gt;" (Andrea Hirata, 2009)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="commentbody"&gt;Betapa tidak romantisnya kata-kata di atas, mengungkapkan betapa sulit untuk menemukan pasangan yang tepat, setidaknya buat sebagian orang, salah satunya adalah tokoh dalam cerita Andrea Hirata, salah satunya adalah aku. Mari definisikan tepat itu sebagai saling mencintai dengan sepenuh hati hingga berani memutuskan untuk hidup bersama selamanya. Kenapa itu menjadi sulit buatku? Agak sulit juga buatku untuk jatuh cinta, sehingga aneh juga jika suatu waktu justu harus jatuh cinta pada orang yang sudah punya kekasih. Selain itu, tentunya agak susah juga menemukan yang bisa mencintaiku. Oke oke, mari anggap wajahku yang tidak dalam standar ganteng bukan sebagai variable yang berpengaruh. Tapi agak sulit juga menemukan orang yang siap menerimaku seperti ini, sifat yang keras kepala, perilaku yang sering tidak sesuai standar kebanyakan, pemikiran yang non linear, ditambah lagi salah satu variable yang mungkin berpengaruh adalah belum mapan. Jika ternyata ada kamu di luar sana yang jatuh suka padaku, mari kita sederhanakan permasalahan dengan kembali pada teorema empiris andrea hirata di atas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="commentbody"&gt;Keberanian. Itulah kenapa salah satu yang kebanyakan orang kejar adalah karir, pencapaian, aktualisasi diri. Itulah kenapa orang ingin menguasai dunia, mengumpulkan uang sedikit-demi sedikit, demi memiliki keberanian untuk bisa datang ke rumah seseorang, dan meminta anak gadisnya. Itulah yang kulakukan, dulu, tapi itu salah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="commentbody"&gt;Sekali waktu ditengah-tengah kegiatan sehari-hari, timbul juga pertanyaan, yang mempertanyakan makna? Apa yang dicari dalam kehidupan? Standar apa yang membuat orang berbahagia dan tidak bahagia dalam hidup? Apa harus seperti Epicurus yang menyamakan kebahagiaan dengan kepuasan, atau seperti Betham yang menemukan menghitungnya dengan menjumlahkan kesenangan dan kesedihan, atau seperti Budha yang meraih dengan melepas keinginan, apa sepeti Al Ghazali yang menyerahkannya tidak untuk kehidupan dunia?&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt; (1)&lt;/span&gt;. Ataukah itu hanyalah seperti burung. Lihatlah keluarga burung yang sedari pagi sudah terbang jauh mencari makan, tidakkah dia akan pulang sore hari menuju sarang, untuk memberi makan anak-anaknya, untuk memberlanjutkan kehidupan generasi penerusnya. Dan untuk tujuan yang sederhana itu, yang dilakukannya setiap hari sambil bernyanyi, burung menjadi salah satu yang mempercantik kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="commentbody"&gt;Pulang. Sekali waktu kutanyakan juga pertanyaan itu, seperti burung yang memiliki sarang, kemana aku pulang? Kepada hati siapa hatiku merasa tenteram? Kepada siapa akan kuceritakan hari-hari? Kepada siapa akan kuceritakan mimpi-mimpi? Apakah kepadamu? Tentunya hanya sekali waktu kutanyakan pertanyaan itu, yaitu saat aku melihat ke dalam hati, ke dalam ruang-ruangnya yang telah ditinggalkan. Selebihnya biarlah hari-hari seperti hari-hari yang biasa. Yang akan kita lalui dengan berseri seiring ketukan sinar matahari pada jendela, yang akan kita tutup dengan selimut malam dan penjagaan bulan. Suatu saat nanti, ketika waktunya sudah tiba, kita akan damaikan pikiran dengan hati. Ketika waktu itu tiba, kita akan membicarakan tentang rasa, dengan nada yang bahagia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="commentbody" style="font-size: x-small;"&gt;Ref:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;(1) Schoch, Richard. 2008. The Secret of Happiness. Hikmah. Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="commentbody"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #ea9999;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-2604041474959543580?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/2604041474959543580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=2604041474959543580' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2604041474959543580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2604041474959543580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/09/tentang-rasa.html' title='tentang rasa'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-8518477439229182674</id><published>2011-08-28T12:22:00.006+07:00</published><updated>2012-01-20T06:18:26.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='England'/><title type='text'>puasa di UK</title><content type='html'>&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sing: lebaran sebentar lagi, lebaran sebentar lagi..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Oh, ternyata lebaran sebentar lagi, sama artinya hari-hari berpuasa juga tinggal sebentar lagi. Puasa di Inggris Raya, khususnya di Leeds ini penuh dengan romantika masa muda yang berbeda dengan puasa di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berbeda adalah waktunya, berhubung saat ini daerah Eropa sedang mengalami musim panas maka siang lebih lama daripada malam. Mmm.. mungkin kalimat di atas tak begitu tepat, kemungkinan besar, poros bumi yang miring 23.5 derajat terhadap bidang ekliptika mengakibatkan perubahan musim sepanjang tahun dan perubahan lamanya siang dan malam di berbagai belahan bumi. Saat ini, posisi bumi dalam gerak revolusinya membuat matahari lebih banyak menyinari bumi bagian utara, sehingga bagian utara khatulistiwa mengalami musim panas dan waktu siang yang lebih lama. Jika dilihat dari bumi, perubahan posisi matahari ini dikenal dengan istilah gerak semu tahunan matahari, matahari saat ini terlihat berada di rasi bintang cancer. Berbahagialah kamu yang berzodiak cancer, meskipun tidak cocok dengan air. Tentunya selain pelajaran zodiak kita perlu mengingat sedikit pelajaran geografi? (padahal googling). Cukuplah untuk hal rumit ini, yang penting pada intinya sekarang siang di Leeds mencapai lebih dari 12 jam, yang mana waktu berpuasa menjadi lebih dari 17 jam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-m47VxLon2Iw/TlnOpi1eBtI/AAAAAAAAAIA/T-lQEUMwm70/s1600/IMG_0081.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://4.bp.blogspot.com/-m47VxLon2Iw/TlnOpi1eBtI/AAAAAAAAAIA/T-lQEUMwm70/s320/IMG_0081.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Leeds City Center&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Bagaimana rasanya berpuasa di musim panas seperti ini? Bagaimana berpuasa dengan waktu yang jauh lebih lama daripada di Indonesia, rasanya berbuka puasa menjelang pukul Sembilan? Rasanya.. aku sekaraat.. oke oke ini terlalu berlebihan. Ternyata apa yang disebut musim panas oleh orang-orang kebanyakan ini tidaklah sepanas itu buat orang-orang dari Indonesia, yah, buat kami-kami ini. Bahkan ini adalah musim dingin yang buruk. Suhu udara berkisar di 15 derajat saja. Angin yang sangat dingin bertiup dengan kencang dan terkadang dengan kejamnya menusuk-nusuk muka. Disaat penduduk lokal mengenakan pakaian musim panas dan bergelimpangan di taman untuk mendapat sinar matahari, jika kamu melihat ada sekelompok orang yang memakai seragam musim dingin, tentu itulah kami yang dari Indonesia ini, yang sukses mengalami culture shock. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Namun demikian, dengan waktu siang hari yang panjang bukan berarti lebih berat untuk menahan lapar, tidak seperti di Indonesia yang panas membakar kulit membakar lemak sehingga orang cepat merasa lapar dan haus. Di sini justru cenderung tidak begitu terasa lapar dan haus, biasa aja gitu. Agak susah dipahami juga sih apa istilahnya dalam ilmu kedokteran modern. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Namun demikian, bukan pula berarti puasa berjalan semulus itu kawan. Banyak godaan yang lebih menantang ibadah puasa kita, kalau tidak mau dikatakan mengalahkan. Ada orang-orang bule jenis kelamin wanita seperti di film-film barat yang berambut blonde atau biru dongker yang menyambut riang musim panas dengan pakaian yang lebih terbuka lebar (mungkin bisa dicatat bahwa setelah kata terbuka itu masih ada kata lebar), juga ada orang-orang cina yang menuruti perilaku sama. Dan ada kami orang Indonesia yang berpuasa yang harus menahan pandangannya. Dilematis antara ingin melihat tapi tidak boleh yang kadang-kadang keliatan juga itulah yang membuat puasa lebih berat, terutama jika dijalani di luar rumah atau saat sedang belanja keliling city center. Yah, semoga saja masih ada pahala yang bisa dipetik. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Jika tiba waktunya berbuka, kemanakah mencari tajil? Ternyata salah satu fakta yang sangat penting untuk dipelajari sebelum berangkat ke inggris adalah: tidak ada yang berjualan kolak pisang, tidak ada tukang bubur kacang ijo atau es shanghai ditambah tidak ada nasi di warung KFC. Alhasil kami harus mempersiapkan sendiri aneka hidangan ala nusantara. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Sungguh baru disadari bahwa ibu yang memasak adalah pahlawan sesungguhnya dari keberlangsungan peradaban. Karena dialah yang telah mengelola berbagai bahan yang tak jelas entah apa&amp;nbsp; namanya, menjadi hidangan istimewa yang bisa disantap bersama keluarga, yang jelas namanya apa, yang membuat orang terbebas dari rasa lapar dan haus, sehingga Bapak bisa bekerja, anak bisa sekolah, dan petani bisa mengolah sawah. Sehingga Bapak bisa pulang membawa uang, petani bisa memanen padi, dan anak bisa menjadi bermasa depan cerah. Sehingga mereka bisa membeli bermacam bahan yang tak jelas namanya apa untuk dibawa kembali ke dapur, ke hadapan seorang ibu yang mulia, yang akan memasaknya lagi. Demikianlah siklus hidup hidangan istimewa di meja, tanpa seorang ibu yang memasak, tak berjalanlah siklus itu, tak berlangsunglah peradaban. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-THUzXMKWoFQ/TlnN3lUYKDI/AAAAAAAAAH8/-0iPBFj7u5E/s1600/masako.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://4.bp.blogspot.com/-THUzXMKWoFQ/TlnN3lUYKDI/AAAAAAAAAH8/-0iPBFj7u5E/s200/masako.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;apapun masakanya..&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Belum menemukan ibu yang tepat untuk calon anak-anak, jadilah di Leeds ini pengalamanku memasak untuk yang pertama kalinya. Saat siang hari, browsing menu di internet, lalu sore hari di praktekan. Tentunya memasak ini tidak dilalui sendiri, ada tiga orang rekan lainnya yang disatukan karena kepentingan yang sama: masakan ala Indonesia. Tersebutlah seorang Gom, tidak bisa diandalkan, karena citra rasa lidahnya tidak bisa mengenali rasa lain selain rasa pedas. Pernah suatu ketika, disuruh mencicipi sayu bayam, dan ditunggu komentarnya karena dia satu-satunya yang tidak puasa. Maka jawabnya:   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Kurang pedas.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Ditambah persepsinya yang sangat salah kaprah, bahwa masakan itu berasal dari kata masak yang sama artinya dengan matang, yang implikasinya apabila sesuatu sudah direbus hingga matang itu artinya adalah sudah masak. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Tersebutlah seorang lainnya bernama Kiki, juga tidak bisa diandalkan. Orang yang gagal mengenali keberadaan daging babi pada roti karena mementingkan kuantitas dengan seharga satu pound padahal diluar dekat label harga sudah ada tulisannya PORK sausages tentunya perlu dicurigai kapabilitasnya. Persepsinya tentang masakan adalah mengandung nutrient yang lengkap, serta berharga murah, tak ada juga unsur rasa di sana. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Tersebutlah seorang lainnya, kali ini berjenis kelamin wanita, yang juga tidak bisa diandalkan, bernama Andin. Sebenarnya orang ini cukup bercitra rasa, bisa mengenali makanan yang enak, dan menyukai seni kuliner. Namun, moodnya untuk memasak setipis embun pagi, sekali waktu antusias untuk memasak dan di banyak waktu tak punya minat sama sekali. Dan sekalinya memasak, yang terlihat cekatan dan mengagumkan, bolehlah ditanyakan “wah, sering ya masak ini?” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Ngga, ini pertama kali.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dan tentunya, menjadi kelinci percobaan agak membahayakan keberlangsungan generasi penerus bangsa. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Icbsz86Kzkw/TlnN2wv9GPI/AAAAAAAAAH0/u23fptySYio/s1600/Leeds-20110812-00048.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://4.bp.blogspot.com/-Icbsz86Kzkw/TlnN2wv9GPI/AAAAAAAAAH0/u23fptySYio/s200/Leeds-20110812-00048.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;menu maksimal&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Itulah kombinasi tidak sempurna yang saling melengkapi untuk menyiapkan menu buka puasa kami. Tentunya tak boleh berharap terlalu banyak hidangan, selain ada nasi, segoreng-dua goreng ayam, dan sedikit tumis. Tumis, itulah menu andalan kami, sangat sederhana, karena hanya membutuhkan sedikit bawang putih, bawang merah, tambah irisan cabe, tambah goreng teri yang dipadu menjadi satu dalam wujud tumis. Kombinasi yang membuat seorang Spanyol entah siapa namanya terbatuk-batuk parah sampai mukanya merah karena kepedasan oleh aromanya. Katanya:   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;“What kind of evil things do you cook? I’am dyiiiing…”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-x_brKn4--hs/TlnN3AKuDBI/AAAAAAAAAH4/gpEBHm86tME/s1600/Leeds-20110827-00070.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-x_brKn4--hs/TlnN3AKuDBI/AAAAAAAAAH4/gpEBHm86tME/s1600/Leeds-20110827-00070.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-x_brKn4--hs/TlnN3AKuDBI/AAAAAAAAAH4/gpEBHm86tME/s200/Leeds-20110827-00070.jpg" width="146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;pengumuman&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Syukurlah, hari-hari puasa bisa berlalu dengan lancar, hingga sepuluh malam terakhir. Saat reportase ini dibuat, tiga hari lagi menjelang lebaran. Di papan pengumuman tertera undangan untuk pesta, yang katanya dilengkapi dengan tarian ala amerika latin, Cha Cha, Tanggo, Salsa atau apapun itu namanya, kurang paham juga. Sementara di masjid Grand Mosque diumumkan ajakan untuk membaca Quran bersama dalam rangka menyambut kemungkinan datangnya malam Lailatul Qadr, malam yang istimewa yang seperti seribu bulan. Perpaduan informasi ini agak sulit juga untuk dikombinasikan. Agak susah dibayangkan jika pada malam ke-27 ini, ternyata adalah malam Lailatu Qadr dimana ribuan malaikat yang dipimpin oleh malaikat Jibril turun kebumi membawa berkah untuk manusia yang sedang beribadah, salah satu malaikat mungkin akan melihat satu orang Indonesia yang sedang menari Salsa di salah saty bar. Lalu malaikat itu mungkin akan mencatat amalnya sebagai menari salsa selama seribu bulan. Agak susah untuk dibayangkan.. Itulah yang menyebabkan aku atau kami-kami ini memilih tetap berada di kamar. Saat weekend, saat penduduk local atau teman sekampus sibuk dengan kegiatan party sana sini, tentunya kami hanya di rumah, memasak, berbuka puasa sampai jam sepuluh dan kembali ke kamar. Begitu saja hari-hari yang berlalu. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Lebaran sebentar lagi, sebentar lagi lebaran. Sayangnya kita tak akan bisa berjabat tangan saling mengucapkan selamat dan meminta maaf. Sehingga aku hanya bisa mendoakan semoga kita bisa meraih berkah yang sebanyak-banyaknya dari bulan Ramadhan ini. Semoga amal ibadah kita diterima, dan semoga doa-doa kita dijawab dengan jawaban yang terbaik. Salah satu doa beberapa malam yang lalu: "Yaa Rabb, dekatkanlah hamba pada jodoh yang baik bagi hamba, limpahkanlah kepada hamba kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat." Sepertinya cukup kecil kemungkinan untuk bisa mengatakan bahwa doaku melingkupimu atau doamu melingkupiku atau suatu saat kita akan bertemu karena doa-doa kita. Semoga yang terbaik untuk kita semua. Aamiin yaa Rabbal’alamin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #9fc5e8; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-8518477439229182674?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/8518477439229182674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=8518477439229182674' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8518477439229182674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8518477439229182674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/08/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='puasa di UK'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-m47VxLon2Iw/TlnOpi1eBtI/AAAAAAAAAIA/T-lQEUMwm70/s72-c/IMG_0081.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-2029608313483273101</id><published>2011-08-21T06:18:00.003+07:00</published><updated>2011-09-15T15:02:19.515+07:00</updated><title type='text'>harapan</title><content type='html'>&lt;span style="color: #93c47d;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tahukah kamu apa rasanya merantau ke negeri yang jauh? Rasanya.. seperti merantau ke negeri yang jauh. mm.. agak susah diungkapkan rasa yang satu ini, kompleks. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di satu sisi, ada perasaan senang, karena akan menemui hari-hari baru, tidak berpijak pada kehidupan statis, yang seringkali membuatku merasa bosan.. ada perasaan tertarik dengan tantangan yang akan datang, yang tak terbayangkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di satu sisi, ada perasaan sedih karena akan meninggalkan status nyaman, hari-hari yang sudah biasa dilalui dan orang-orang yang sudah dikenal baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ada juga terasa harapan, karena mendapat keberuntungan yang cukup langka dalam memenuhi impian masa kecil, dengan biaya nol rupiah bisa sampai sejauh-jauh kaki bisa melangkah. Harus kuucapkan banyak terimakasih kepada Departemen pendidikan nasional dan departemen perhubungan, tentunya pada kesempatan dan tulisan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ada perasaan was-was, bahwa dengan intelegensi yang terbatas dan sering dihinggapi rasa malas, apakah bisa memenuhi harapan dari institusi yang telah membawaku ini, apakah sebanding uang yang mereka keluarkan dengan manfaat yang akan kita dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mendadak teringat kejadian-kejadian sebelum berangkat. Teringat akan perkataan penceramah pada kultum suatu hari menjelang tarawih di langgar: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Jadi, waktu puasa itu berbeda-beda antara wilayah satu dengan yang lain, ada yang puasanya sebentar ada yang puasanya lama. Kalau di daerah eropa sana, seperti Inggris misalnya, puasanya bisa lebih dari tiga belas jam waktu biasanya berpuasa di Indonesia. Naah, ini kebetulan ada anggota RT kita yang sebentar lagi akan melanjutkan studinya di Inggris, yaitu anak Alm. Pak RT, mari kita doakan semoga kuliahnya lancar. dsb.. dsb..” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alamak, jadi malu dan tersandung juga dibuatnya. Yah, terharu juga sih, dengan perhatiannya sehingga dikutip di ceramah segala.. Sayangnya, kenapa ga sekalian di iklankan buat jodoh saja Pak? Sepertinya bakal lebih afdol jika ditambahkan kata-kata seperti: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Jadi, anak kita ini sudah waktunya menikah dan ingin mencari wanita yang cantik dan sholehah.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pasti kemungkinan besar sukses deh, menilik hipotesis bahwa probabilitasnya lebih tinggi untuk menemukan wanita cantik dan sholehah di masjid daripada di mall. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ada harapan yang lebih besar dari keluarga, yang biasanya mengantar ke bandara hanya Bapak, kakak atau adik, kemarin mendadak satu batalion mengantar semua, ditambah keponakan si kembar yang berisik, merantau kali ini terasa agak lebih special karena harus membawa serta harapan mereka semua. Harapan orang-orang yang mendoakan, harapan orang-orang yang mengantar, serta yang lebih berat harapan dari institusi yang mengirimkan kami ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan apakah harapanmu? Adakah kamu mengharapkanku untuk cepat pulang? Tentu tidak, sepertinya itu adalah harapanku, yang berharap agar kamu berharap aku untuk cepat pulang. Bukankah akan lebih menyenangkan jika pada saat merantau ada seseorang yang menunggu di rumh atau di suatu tempat, terutama dari jenis wanita baik hati, yang menunggu untuk segera dilamar begitu kita pulang? Lalu kenapa pula aku mesti memutuskan hubungan dengan wanita baik hati yang dekat denganku beberapa waktu lalu itu, yang menyanyikan untukku lagu cinta dengan suara yang indah, yang sweater hadiah perpisahannya masih menemaniku mengusir udara dingin.. Kenapa tak kuambil kesempatan yang mudah dibanding dengan memperturutkan keputusan pada perasaan yang tak jelas kemana berakhirnya? Entahlah.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan apakah kabarmu? Kamu, siapapun yang membaca tulisan ini. Adakah kamu masih terlelap dengan selimut hangat, adakah kamu bermimpi menari-nari di taman yang berbunga warna-warni, adakah kamu masih menjalani hari-hari yang berseri?&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #93c47d; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-2029608313483273101?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/2029608313483273101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=2029608313483273101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2029608313483273101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2029608313483273101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/08/harapan.html' title='harapan'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-4226381031802203140</id><published>2011-08-13T05:56:00.003+07:00</published><updated>2011-12-27T17:19:52.627+07:00</updated><title type='text'>kisah</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dear someone, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Apa kabar siapakah kamu di sana? Kabarku di sini dalam perlindungan baik, sedang berada jauh di negeri seberang. Ya, negeri seberang, yang untuk mencapainya dibutuhkan menyeberang jalan, menyeberang sungai, menyeberang jembatan, menyeberang laut, menyeberang benua dan samudra. Terlalu banyak menyeberang sampai jauuh sekali rasanya. Jika aku berteriak di sini, tentunya di tempatmu berada tak akan kedengaran. Sehingga rasanya, hanya tulisan ini yang bisa kusampaikan, untuk menjumpai siapakah kamu di negeri kita sana dan menceritakan keadaan siapakah aku di negeri sini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Apa sih yang membawaku bisa sampai ke negeri ini, negeri Kerajaan Inggris raya, negerinya para bangsawan dan tokoh sepakbola? Akupun terkadang masih terheran-heran. Kenapa aku tidak tinggal saja di tempat yang damai itu, negeri kita, di salah satu sudut kota Jogja yang berhati nyaman. Menjalani hari seperti biasa, dibangunkan oleh matahari yang mulai memanas, menikmati mandi yang terburu-buru, sedikit memacu kecepatan motor demi mendengar dosen ceramah, lalu melayangkan pandang pada seraut wajah rupawan, dan mendapat sebuah senyum yang menawan dari siapakah kamu disana, hingga berlalu satu lagi hari yang indah. Kenapa tidak sesederhana itu saja hidup ini berjalannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sebuah skenario sederhana yang seseorang inginkan, terkadang dipelintir oleh tangan-tangan yang tak terlihat ke arah yang tak terperkirakan. Kira-kira begitu kalimat ringkas untuk menjelaskan keadaan ini. Menjelaskan keberadaanku di sini dan keberadaan siapakah kamu di sana. Aku yang entah kenapa terdampar pada mendekati terwujudnya alam hayal seorang anak SMP yang membual akan kuliah di Universitas Oxford dan kamu yang sedang menyelesaikan satu anak tangga lagi menuju masa depan yang berbahagia. Bolehlah diumpamakan keadaan kita ini sebagai kendaraan yang berpapasan di bundaran, yang bertemu hanya untuk berpisah demi menuju tujuan masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Wahai, siapakah kamu di sana, kuharap kamu selalu berbahagia dan masih menyimpan senyuman itu yang menawan dan kurindukan. Pada kesempatan yang akan datang, ingin ku rangkai kisah untuk kuceritakan, jika kamu ada di sana untuk mendengarkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #d0e0e3; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-4226381031802203140?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/4226381031802203140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=4226381031802203140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4226381031802203140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4226381031802203140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/08/kisah.html' title='kisah'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-8292897196556702324</id><published>2011-07-27T09:28:00.006+07:00</published><updated>2011-12-27T17:21:47.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>menyukai</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kutemukan dia pada suatu senja yang muram, sedang berceloteh tentang apa yang ditautkan seseorang pada perasaannya. Aku mendengarkan dengan penuh perhatian, sepertinya dia hanya ingin berbicara untuk berbicara daripada berbicara untuk didengar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai segala sesuatu yang dalam komposisi yang tepat untuk menyentuh indra dan perasaan. Tapi aku lebih menyukai keindahan yang hakiki, yang berasal dari ruhani dan jasmani yang sinergi.” Begitu dia memulai, lalu melanjutkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku&amp;nbsp; menyukai melayangkan pandang pada dirinya, seorang wanita yang kecantikannya memancar dari dalam hati.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai perilakunya yang selalu santun, yang anggun dalam membawa dan menjaga diri hingga menjadi seperti seorang putri.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai mendapat senyumnya yang menawan, yang terkadang berubah menjadi tawa riang yang tulus, yang terkadang polos dan kekanakan.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai tatapan matanya, yang jernih, hangat dan bersahabat, yang membawa makna lebih daripada seribu puisi di udara”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai mendapati rona merah pada pipinya saat sedang tersipu.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai mendengar suaranya, yang senantiasa penuh kelembutan dan kebaikan, yang sesekali memperdengarkan tawa yang menyenangkan.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai musik yang sering didengarnya dengan serta merta meski aku baru pertama mendengarnya.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai bagaimana dia memulai hari, melakukan sesuatu untuk menjemput cita-cita, dan menutupnya pada malam hari.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai tidur dan kehadirannya dalam mimpi-mimpiku yang begitu intens dan nyata. Satu-satunya tempat dimana tangannya bisa kugenggam dan kutahan dari melangkah pergi.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai jika bisa berada dalam ruang dan waktu yang berbeda yang mempertemukanku dengan dirinya lebih cepat dari yang kini terjadi. Seperti aku menyukai untuk menghabiskan lebih banyak kejapan mata dengan berada dekat dirinya.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku menyukai perasaan ganjil ini, pereasaan entah bagaimana bisa menyukai apa saja yang berhubungan dengannya.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Terlalu banyak yang dia bicarakan seperti bermonolog, hingga akhirnya aku menjadi tidak sabaran mendengarkan kelanjutannya yang seperti tak berkesudahan itu, hingga kusela perkataannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Lalu apa masalahmu? Apa yang salah dengan menyukai itu semua?”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dia menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Aku tak menyukai satu saja dari semua. Tak menyukai akhir yang sudah bisa ditebak dari setiap perasaanku. Aku tak menyukai airmata yang akan menetes bersamaan dengan senyum yang akan kupaksakan saat mendapat sebuah surat undangan darinya, pada saat itu aku harus berbalik, melangkah pergi atau mengerjap seperti yang seharusnya.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Oh ya, kalau begitu kau punya masalah besar.” Sahutku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Tapi, aku masih akan menyukai melihat dirinya berbahagia, dengan apapun yang dia pilih atau dipilihkan Tuhan untuknya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;“Kelihatannya, itu anugerah sekaligus musibah yang kau dapatkan kawan, tetaplah bersabar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dia diam saja, duduk dengan pandangan menerawang menembus apa yang kelihatan demi melihat apa yang tak terlihat. Kutepuk-tepuk bahu teman ini sekedar untuk menguatkan dirinya atau meringankan bebannya. Lalu kutinggalkan dia seorang diri. Karena ku rasa tak ada yang bisa ku perbuat untuk menolongnya. Tak ada obat baginya, kecuali tentunya, orang yang dia bicarakan yang datang sendiri membawakan penawar bagi perasaannya. Bisa menemukan perasaan yang tulus pada seseorang adalah sebuah kebaikan yang patut dirayakan, namun harus melepaskannya pada saat yang bersamaan adalah suatu hal yang menyedihkan. Sungguh anugerah sekaligus musibah yang engkau dapatkan, kawan...&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-8292897196556702324?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/8292897196556702324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=8292897196556702324' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8292897196556702324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/8292897196556702324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/07/menyukai.html' title='menyukai'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-2984309653857195981</id><published>2011-07-05T01:19:00.002+07:00</published><updated>2011-07-05T06:49:09.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beasiswa'/><title type='text'>pendidikan dan beasiswa</title><content type='html'>&lt;div style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang&amp;nbsp; diperlukan dirinya, masyarakat, &lt;/i&gt;&lt;i&gt;bangsa dan negara. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak untuk diperdebatkan, betapa signifikan hubungan antara pendidikan bagi upaya Negara ini untuk &lt;i&gt;memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial&lt;/i&gt;. Maka seharusnya semua orang yang ingin sekolah bisa sekolah. Begitu yang selalu kupikirkan. Dengan biaya pendidikan yang semakin mahal, tentunya ini menjadi semakin sulit untuk orang-orang yang kehidupan ekonominya pas-pasan. Namun selalu ada peluang, untuk pelajar yang kurang mampu secara finansial, biasanya ada beasiswa pendidikan. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kali ini aku tidak sedang ingin mengkritik penyelenggara Negara, melainkan ingin mengungkapkan rasa terimakasih, dan riwayat kenapa aku harus mengucapkan terimakasih. Riwayat pendidikanku selama sepuluh tahun terakhir ini, tidak lepas dari peran beasiswa. Sebenarnya aku bukan dari keluarga yang sangat miskin, bukan pula keluarga yang berlimpah hartanya, hanya dari keluarga biasa saja. Namun, kurasa aku cukup beruntung untuk mendapatkan semua beasiswa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PART 1 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama kali aku mendengar beasiswa atau biaya pendidikan gratis, adalah saat kelas tiga SMP,&amp;nbsp; SMP N 16 Jambi. Waktu itu, aku cukup sering juara umum, sehingga suatu ketika dipanggil menghadap kepala sekolah. Kupikir ada apa ini? Apa puisi tentang cabe beserta gambar-gambar kecil yang ku pajang di mading sekolah telah mengganggu ketertiban kehidupan bersekolah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pak Sarsito, kepala sekolah waktu itu, dengan irama suaranya yang khas, ternyata mengatakan bahwa nilaiku cukup bagus, menyuruhku untuk mempertahankannya, sehingga beliau akan memberikan rekomendasi dan ada kemungkinan aku mendapat beasiswa nanti di SMU. Itulah pertama kalinya aku mendengar berita gembira seputar beasiwa. Kusimpan informasi ini sendiri bersama perasaan harap dan cemasnya yang segera terlupakan dengan kesibukan bermain.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi tak pernah kudengar kelanjutan berita itu, hingga kami ujian nasional, dan dengan tak terduga nilaiku menjadi yang terbaik di SMP. Meskipun bukan termasuk salah satu SMP terbaik di Jambi, sekitar sepuluh orang dengan nilai terbaik berhak mengikuti seleksi penerimaan siswa SMU Titian Teras jambi, Sekolah yang dikenal juga dengan nama SMU Unggul.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku mengikuti berbagai tes bersama sekitar seribu limaratus orang se-Provinsi, mulai dari kemampuan jasmani, akademik, serta psikotes. Aku ingat sangat menyukai soal-soal psikotes bagian memutar-mutar wujud bangun ruang dan bidang datar. Disana juga ada tes menggambar, satu bidang yang aku cukup punya keahlian. Akhirnya dari SMP, aku bersama seorang teman berhasil mengikuti seleksi penentuan akhir, yang diakhiri dengan wawancara dengan pihak yayasan. Pada saat itu, kami dijejerkan dalam ruangan didepan beberapa panelis, Pak Kaolan menanyakan nilai NEM ku dan nilai matematika, dan tak banyak bertanya lagi. Akhirnya aku lulus meski teman se SMP ku tidak, entah karena alasan apa yang tak pernah kita ketahui sampai saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikianlah awal dimana aku mendapat beasiswa untuk pertama kali. Sekolah di SMU Titian Teras dalam periode itu artinya adalah bersekolah gratis mulai dari biaya pendidikan, uang makan, uang buku dan semua fasilitas lainnya. Karena kondisi keuangan yayasan, kami harus membayar sekitar 600 ribu untuk uang seragam, tapi itu jumlah kecil untuk sebuah sekolah dengan system pendidikan terbaik, gratis selama tiga tahun. Tentunya there’s no such thing like gratis, sebenarnya ada pihak-pihak yang membayar untuk itu, dalam hal ini adalah Yayasan Pendidikan Jambi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MBUaB11fUng/ThIBqcmKcmI/AAAAAAAAAGA/MVUN-4VlI6c/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://4.bp.blogspot.com/-MBUaB11fUng/ThIBqcmKcmI/AAAAAAAAAGA/MVUN-4VlI6c/s320/1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bolehlah dikutip tujuan Yayasan ini mendirikan SMU TT adalah untuk: (1) Menyiapkan kader pembangunan bangsa yang berkualitas tinggi, mempunyai jiwa nasionalisme dan patriotism yang tinggi. (2) Membina secara khusus potensi-potensi sumber daya manusia di Propinsi Jambi yang mempunyai bakat, minat, dan kecakapan yang tergolong unggul atau di atas rata-rata. (3) Turut berperan serta dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional. Serta salah satu tujuan khususnya yang perlu dikutip: Menyelanggarakan suatu pola pembinaan generasi muda yang terpadu melalui pembinaan di SMA dan perguruan tinggi, untuk menghasilkan potensi-potensi SDM yang nantinya diharapkan dapat ikut mengembangkan daerah Jambi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentunya untuk mendapatkan sesuatu yang berharga ada sesuatu yang harus dikorbankan. Dalam sekolah yang mengutamakan pembinaan berbagai bidang ini, disiplin yang diterapkan adalah semi militer. Adalah waktu untuk bermalas-malasan yang harus dikorbankan. Subuh sudah memulai aktivitas fisik, pagi sampai malam harus belajar. Harus pula bisa beradaptasi untuk mengatasi tekanan dari lingkungan sekitar. Kebanyakan teman yang kukenal adalah orang-orang cerdas, sehingga belajar sampai botak pun sulit rasanya bagiku untuk menjadi rangking satu. Namun, syukurlah semua bisa dilewati dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PART 2 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjelang ujian akhir, ada pengumuman mengenai tawaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Syarat yang ditentukan adalah nilai Matematika dan Bahasa inggris minimal tujuh. Kebetulan aku termasuk salah satunya, meski dari segi ranking tidak sebaik teman2 yang mengikuti seleksi. Entah kenapa, pada akhirnya aku dan seorang teman yang bernama nasrudin mendapatkan kesempatan itu. Dibiayai sejak mengikuti tes seleksi, jika kami lulus UMPTN maka SPP selama kuliah akan ditanggung oleh yayasan pemberi beasiswa, yaitu yayasan Supersemar dan Damandiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sempat terjadi dilemma apakah aku akan mengambil Arsitektur atau Teknik Sipil di ITB, mengingat hobiku menggambar serta pelajaran geometri dan ruang aku memilih Arsitektur, namun menimbang luasnya bidang pekerjaan aku akan memilih Sipil. Entah kenapa, setelah sholat semakin kuat dorongan untuk memilih sipil. Setelah mengikuti test di Jambi, akhirnya aku lulus diterima di ITB.&amp;nbsp; Dan memulai perjalanan ke tanah Jawa.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-q529NR7HNtk/ThIBw8KMLSI/AAAAAAAAAGE/VpdjqJ0ub88/s1600/2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-q529NR7HNtk/ThIBw8KMLSI/AAAAAAAAAGE/VpdjqJ0ub88/s320/2.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beasiswa yang diberikan yayasan Damandiri adalah SPP dan biaya hidup. Meski pemberian beasiswa selalu terlambat satu semester, namun tidak jadi masalah. Yang jadi masalah adalah aku tidak memanfaatkan peluang dengan baik. Setelah mendapat nilai memuaskan pada tahun pertama, serta timbul sedikit perasaan arogan, pada tahun kedua dan ketiga nilai menurun. Sehingga dengan sangat konyolnya, menjelang tahun keempat aku menghadap dosen wali, dan mengatakan bahwa “Sepertinya saya tidak cocok di jurusan sipil.” Dan menanyakan kemungkinan untuk pindah ke arsitek. Untung dosen yang baik ini, tidak serta merta melepas, dia bilang. “Kamu coba lagi satu semester, sayang, tinggal sedikit lagi..” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syukurlah pada akhirnya semua bisa diselesaikan dengan baik. Lulus kuliah dengan IP lumayan dan segera mendapat pekerjaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PART 3 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesuatu dan lain hal yang terlalu panjang untuk diceritakan membuatku kehilangan minat untuk bekerja. Singkat cerita, kuputuskan untuk menuju ke Yogya, demi dekat dengan akar budaya Alm. Ayah, serta demi merangkai mimpi-mimpi baru setelah mimpi yang sebelumnya hilang, bolehlah untuk disedarhanakan sebagai putus dengan sang pacar. Waktu itu tujuanku masih tidak jelas, antara ingin mencoba mengambil kuliah S2 yang sebelumnya tak pernah terlintas dalam pikiran, ingin mencari pekerjaan baru, atau ingin mencari cinta. Yang jelas satu dan semua saling terangkai, saat aku mendaftar ke teknik transportasi UGM. Sebenarnya aku sudah melirik dan mengambil brosur S2 Arsitek juga dan entah kenapa untuk kedua kalinya kupilih sipil. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat itu, aku menyerahkan berkas nilai TOEFL dan TPA ke bagian pendaftaran. Mba administrasi menanyakan nilaiku, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;belakangan kusadari nilai TPA ku memang paling tinggi dari yang mendaftar, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;lalu tak sengaja seorang dosen yang dikenal dengan panggilan Ibu Mamah mendengarnya dan menawarkan memberiku beasiswa dengan syarat mengikuti tes terlebih dahulu. Aku yang tadinya berniat mendaftar dan membayar sendiri biaya kuliah dari sisa tabungan tentu bersuka ria dengan tawaran itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-J0pTkd90FB0/ThIB3yC5wqI/AAAAAAAAAGI/3CxNEsnXhWA/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://3.bp.blogspot.com/-J0pTkd90FB0/ThIB3yC5wqI/AAAAAAAAAGI/3CxNEsnXhWA/s320/3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu kuikuti tes psikotes, wawancara serta akademik yang diselenggarakan. Selang beberapa bulan kemudian ternyata aku diumumkan sebagai salah satu yang mendapat Beasiswa Unggulan dari Kementrian Diknas, Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Dan disinilah aku, saat ini sedang berusaha belajar dengan lebih baik. &amp;nbsp;Aku mendapat beasiswa SPP penuh, beserta living cost dan uang buku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PART 3b&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Belum selesai pendidikan ini kulalui, ternyata datang lagi kesempatan untuk melanjutkan studi dual degree ke salah satu Universitas di Eropa, dengan beasiswa penuh selama setahun. Peluang itu sudah sangat dekat, sudah terasa dalam genggaman, ketika tiba-tiba ada sebuah kebijakan baru dari kedutaan yang menghambat, dan tidak ada yang tau apa yang akan terjadi berikutnya. Tentu aku berdoa mendapatkannya, karena ini kesempatan yang cukup langka. Tetapi di sisi lain, perlu juga untuk dipertimbangkan, benar-benar sejumlah besar uang yang akan diinvestasikan kepada kami ini. Dengan prinsip jual beli, akankah Negara ini merasa untng atau rugi atas uang yang akan terhambur pada kami ini? Bagaimana untuk membalasnya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kupikir aku cukup beruntung, mungkin banyak orang lain yang tidak seberuntung ini dalam mendapatkan pendidikan. Tentulah aku harus senantiasa bersyukur.&amp;nbsp; Hingga saat ini, aku merasa belum ada satu pemberi beasiswapun yang aku bayar. Sewaktu bekerja di Jambi, aku tak mendapat tempat yang tepat untuk bisa membantu membangun Jambi seperti tujuan Yayasan kami yang mulia itu, sempat terpikir menjadi dosen, tetapi mundur teratur oleh pertimbangan karir dan finansial. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku belum mendapat akses ke Damandiri untuk setidaknya melapor atau mengucapkan terimakasih atas beasiswa selama lima tahun di kuliah sarjana dulu. Apalagi untuk membantu melanjutkan keberlangsungan beasiswa untuk tahun-tahun berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #fff2cc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 120%; margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekarang sudah harus mendapat beasiswa lagi, yang syukurlah&amp;nbsp; punya cara untuk membalas dengan mengikuti ikatan dinas di salah satu Departemen. Terkadang aku berpikir, akan seberapa jauh kontribusiku bagi masyarakat sekitar atau Negara ini nantinya. Ataukah aku hanya akan segera bergabung dengan para apatis oportunis yang bakal mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari setiap kesempatan demi kepentingan pribadi. &lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: 115%;"&gt;Setidaknya ada sebuah prinsip yang kujadikan sandaran, Jika tidak bisa membantu memperbaiki kehidupan pada umumnya atau Negara ini pada khususnya, setidaknya aku harus tidak jadi bagian yang merusaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-2984309653857195981?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/2984309653857195981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=2984309653857195981' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2984309653857195981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2984309653857195981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/07/pendidikan-dan-beasiswa.html' title='pendidikan dan beasiswa'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MBUaB11fUng/ThIBqcmKcmI/AAAAAAAAAGA/MVUN-4VlI6c/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-4252024758392766929</id><published>2011-06-19T12:41:00.004+07:00</published><updated>2012-01-20T06:19:17.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>cerita lalu</title><content type='html'>&lt;div style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Dia belum pernah secantik hari ini..” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Itulah yang selalu dikatakan oleh Ipul setiap kali seorang wanita berinisial Sari menghilang dari pandangannya. Lalu Ipul mulai bercerita, tentang perkenalannya dengan wanita itu. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Alkisah pada suatu hari yang tak terlihat cerah, datanglah seorang anak muda yang tidak bisa dikatakan gagah, bahkan disebut orang pun baru beberapa lama ini dia dapatkan. &amp;nbsp;Sebutlah namanya Ipul, demikianlah, seorang Ipul pada waktu itu sedang akan menghadap dosen untuk penyelesaian proyek akhir, pada saat mengantri di depan ruangan yang menuju ke dosen yang tidak tersebut namanya di atas, Ipul menjumpai seorang wanita yang katanya, menurut penglihatannya, penuturannya, atau bahkan menurut detak jantungnya yang saat itu menggebu, sebagai wanita cantik jelita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Ipul memberanikan diri untuk memulai percakapan yang akan berujung kepada perkenalan. Untuk satu hal ini: mengajak kenalan cewek cantik tak dikenal, bukanlah sebuah kebiasaan baginya, bahkan bukan pula sesuatu yang pernah dilakukan. Terlebih lagi lelaki asli sunda ini pernah mengalami pengalaman dimasa lalunya, yang segera terperangkap ke dalam memori dan meresap ke sanubari dalam wujud sebuah trauma. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, baiknya kita kembali ke masa yang lebih jauh lagi dari masa itu. Masa-masa itu, yang diceritakan Ipul dengan wajah menahan kepedihan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Waktu itu Ipul punya pacar, di Bandung. Waktu itu dia sedang bermain ke rumah pacarnya, yang tak perlu juga disebut inisialnya karena hanya akan membangkitkan luka lama di hati Ipul berhubung pacarnya itu sekarang sudah menjadi mantan pacar dari pacar barunya, dalam artian sudah menikah dengan pria lain yang tentu saja lebih ganteng dari hanya sekedar Ipul. Waktu itu, teman-teman pacarnya itu sedang pula berkunjung ke sana. Saat itulah Ipul sedang dijumpai mereka sedang duduk dengan malu-malu, diam dan penuh sopan santun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Saat itulah seorang wanita yang paling cantik di kelompoknya itu memulai dialog dengan Ipul. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Eh, kamu pacarnya ini ya, ga usah sok pendiem gitu deh, mending kalo cakep!” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Entah apa yang dilakukan Ipul setelah mendengar perkataan itu, mungkin saja pergi ke sudut untuk memilin jari telunjuk sambil tertunduk dan terseguk. Entahlah, yang jelas Ipul tidak ikhlas menerima pengalaman tragis itu dan segera menjadi salah satu trauma terbesar dalam hidupnya. Trauma dengan cewe cantik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Kembali ke masa sebelum masa kini, dimana Ipul merubah kebiasannya mungkin sedikit banyak disebabkan oleh karena terlalu lama menanggung kepedihan menjadi seorang jomblo, dia mengajak bercakap-cakap seorang wanita inisial Sari di depan sebuah ruangan di jurusan teknik universitas terbaik se Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Eh, kamu mau asistensi juga ya?” Tanya Ipul memulai percakapan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Ngga, lagi mau wawancara.” Jawab wanita itu, yang ternyata sedang mendaftar kuliah magister, yang menurut Ipul penuh kelembutan dan kebaikan hati. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Oya, namanya siapa?” Tanya Ipul lagi yang cukup tidak relevan namun segera sampai ke tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Sari.” Jawabnya, percakapan terus berlanjut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Setelah itu, entah ruh halus manalagi yang merasuki pikiran Ipul, dia penasaran untuk mengatahui nomor telepon wanita itu, namun untuk menanyakan secara langsung dia tidak berani, maka diputarlah akalnya yang tidak seberapa dan lagipula tidak sering dimanfaatkan dengan baik itu. Tentunya Ipul sudah mempertimbangkan untuk memakai kostum ayam seperti Agus di novel Jomblo lebih daripada menggunakan kostum nanas yang mobilitasnya lebih rendah itu. Akhirnya Ipul memutuskan menggunakan kostum mukanya sendiri, entah kostum apa itu, dia datang ke Mbak pengurus jurusan, yang inisialnya masih dalam pemikiran, untuk menanyakan no telepon wanita yang sedang mendaftar itu. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Mba, ada yang dari kota xxx ngga ya yang ngedaftar, yang tadi wawancara?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Ada, emangnya kenapa?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Iya, ini bukunya ketinggalan, ada nomer teleponnya ga mba, mo saya balikin.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Oh ya? Harusnya sih ada, sebentar saya cari dulu.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Harusnya sih, sebagai seorang pengurus, mba yang inisialnya masih dalam penelusuran ini, harusnya lebih kritis terhadap niat baik mahasiswa setipe Ipul ini. Pasti ada udang di balik batu, pake mau balikin buku. Mungkin mba itu perlu menginterogasi dengan pertanyaan seperti:&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Oh ya? buku apa yang ketinggalan?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Oh ya? Mana bukunya?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Oh ya? Tinggalkan saja bukunya disini, nanti saya yang mengembalikan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Yang mana tentu saja buku itu adalah barang imajiner, tidak pernah eksis. Akhirnya Ipul sukses mendapat no telepon wanita tokoh utama cerita ini. Singkat cerita, mereka mulai bertukas sms. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Eh, kamu asalnya darimana?” Tanya wanita itu suatu ketika.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Dari sunda.” Balas sms Ipul.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Oh ya? pacarku juga orang sunda.” Jawabnya, dengan sesuatu cara yang menurut Ipul, sebuah penolakan yang sangat elegan, sangat berkelas. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Oh ya? Darimananya?” Ipul melanjutkan percakapan basa-basi, meski patah hati. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Hingga sampai pada waktu diantara masa itu dengan masa sekarang, setelah dipertemukan di dalam kelas, setiap kali si cantik jelita itu menghilang dari pandangannya, Ipul akan selalu mengatakan kepada penulis. &lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Wah, dia tak pernah secantik hari ini.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Penulis dalam rentang waktu itu hanya sanggup mengiyakan, untuk menghibur hati Ipul. Dalam pandangan penulis, pernyataan itu artinya si wanita cantik jelita dalam pandangan Ipul ini bertambah cantik dari hari kehari dan perlu untuk diteliti berapa intensitas peningkatan kadar kecantikannya perhari, dan hingga sejauh mana peningkatan ini terus terjadi? Dimana titik baliknya? &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Untuk menjawab pertanyaan yang sangat ilmiah ini, penulis mulai memperhatikan, apa iya wanita ini secantik jelita yang Ipul maksudkan. Apa iya penuh kelembutan hati yang diceritakan. Apa iya seanggun menawan seperti yang kelihatan. Penulis mengamati secara seksama, wajahnya, senyumnya, tutur katanya, tingkah lakunya, hingga sampailah pada masa kini. &lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #f4cccc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Entah kenapa, sosok wanita itu seperti mulai merasuk ke alam bawah sadar penulis, hingga menjelma beberapa kali dalam mimpi. Tentu saja, ini bukanlah suatu hal yang baik. Sepertinya.. memang.. dia belum pernah secantik hari ini..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-4252024758392766929?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/4252024758392766929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=4252024758392766929' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4252024758392766929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4252024758392766929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/06/cerita-lalu.html' title='cerita lalu'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-6540115157918715932</id><published>2011-06-12T22:40:00.004+07:00</published><updated>2012-01-20T06:21:09.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jim Morrison'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>No One Here Gets Out Alive (Biografi Jim Morrison)</title><content type='html'>&lt;span style="color: #9fc5e8;"&gt;Judul Buku: No One Here Gets Out Alive (Biografi Jim Morrison)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8;"&gt;Penulis: Jerry Hopkins dan Danny Sugerman&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="img" height="200" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/247911_10150204959079725_593794724_6957677_5575279_a.jpg" width="143" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Mungkin  nama The Doors tidak terlalu banyak dikenal di tanah air, tertutupi  oleh nama Kangen Band, Unju, atau Dygta. Di seantero bumi pun The Doors  mungkin masih kalah popular dibandingkan musisi seangkatannya The  Beatles, Rollingstones, Led Zeppelin, dsb. Meski demikian, The Doors dan  Jim Morrison adalah legenda rock n roll terbaik yang pernah ada. Inilah  buku yang telah lama ditunggu oleh para penikmat musik The Doors di  tanah air, terutama para penggemar Jim Morrison. Buku setebal 498  halaman yang menggambarkan kehidupan Jim Morrison yang ditulis  berdasarkan investigasi yang mendalam. Buku ini sudah diterbitkan sejak  tahun 1980 di Amerika dan baru diterbitkan edisi terjemahannya di  Indonesia sejak April 2010.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;James Douglas Morrison, yang  dikenal panggilan Jim, dilahirkan pada tanggal 8 Desember 1943 di  Florida USA. Jim memiliki ayah seorang perwira angkatan laut yang sering  bepergian, kehidupan masa kecilnya dilalui dengan sering  berpindah-pindah. Jim memiliki kecerdasan tinggi, IQ nya 149 dan  nilainya di sekolah melebihi rata-rata dengan usaha minimal.  Buku-bukunya yang dibaca sewaktu SMA mengungkapkan banyak tentang minat  pemikirannya, dia melahap Frederich Nietsche, filsuf puitis jerman yang  pandangannya tentang estetika, moral, dan dualitas Apollonian-Dionysian  selalu muncul dalam pembicaraan, puisi dan lagunya. Dia jatuh cita pada  Alexander Agung, membaca Arthur Rimbaud, William Blake, dan berbagai  penulis lain. Jim bisa memahami secara intuitif apa-apa yang diberikan  oleh karya-karya yang sulit dipahami ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Jim lalu  melanjutkan kuliah di Florida State University, lalu pindah ke UCLA  California dan menamatkan diplomanya pada jurusan cinematografi. Lalu  pada Tahun 1965 dia membentuk band bersama Ray Manzarek, dinamakan The  doors, nama yang diambil dari judul buku Aldous Huxley yang dimulai  dengan kutipan dari penyair William Blake, &lt;i&gt;"If the doors of perception were cleansed everything would appear to man as it is, infinite."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Pada  1967 The Doors, merilis album perdana yang mempopulerkan Light My Fire  hingga ke seluruh amerika dan tak lama kemudian menduduki puncak tangga  lagu. The Doors memulai konsernya dengan tampil di Club kecil dan meraih  popularitas dengan cepat. Beberapa lagu mereka yang panjang, seperti  When the Music is Over, lagu yang berlangsung selama sebelas menit,  ditampilkan di panggung dengan menggabungkan unsur teatrikal dan  musical. Teriakan Jim yang tiba-tiba, serta puisi-puisinya yang mengisi  jeda, Ray yang menyelipkan not-not organ yang menusuk, dengan Robbie  Krieger yang melengkingkan jeritan gitar dengan irama blues dilengkapi  dengan Jhon Densmore yang mengisi hentakan drum dengan metronomic. Semua  menyatu dalam pertunjukan yang membuat penonton hanya bisa duduk  terpaku, terdiam dan terpesona.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Mereka segera dikenal luas  dengan jadwal konser di seantero Amerika ditambah tour ke Eropa. Jim  yang kecanduan alcohol dan obat-obatan terlarang selalu memprofokasi  para penontonnya, untuk membuktikan teorinya tentang psikologi massa,  bahwa massa memiliki neorosis seksual sebagaimana individu, dan gangguan  ini bisa didiagnosa dan disembuhkan dengan cepat dan efektif.  Sekumpulan manusia sebagai satu kesatuan untuk dikendalikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Orang-orang  memahami yang bisa mereka dapat dari konser The Doors adalah kerusuhan  dan transenden. Selalu terjadi kerusuhan, penonton menyerbu ke panggung  yang dijaga oleh polisi hingga terjadi bentrokan. Jim menganggap  perilakunya yang memacu hal tersebut sebagai memberikan kesempatan bagi  para remaja untuk bersikap kritis terhadap pihak otoritas.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Pada  awalnya Jim dan Ray menciptakan The Doors sebagai sebuah karya yang  cerdas, perpaduan antara teater, puisi serta musik yang eksploratif dan  dimainkan dengan sungguh-sungguh. Konsep ini dimatanya semakin tenggelam  di tengah audiens yang sebagian besar hanya tertarik pada sisi  sensasionalitasnya. Jim makin menyadari bahwa lirik dan musiknya tidak  diperhatikan, ia juga semakin lelah dengan tingginya ekspektasi  penonton, dan frustasinya semakin meledak di dalam maupun diluar  panggung. Hal ini lalu dimanifestasikan dengan menghina penggemarnya,  untuk menolak citra dirinya sebagai sosok gila yang menuntun pada  kesesatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left" style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="img" height="161" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/249639_10150217231789725_593794724_7080880_5276128_a.jpg" width="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Jika  bukan seorang penggemar musik The Doors, buku ini termasuk buku sulit,  disamping terjemahannya yang tidak begitu baik, juga karena sulit untuk  mengungkapkan kepribadian Jim yang penuh kompleksitas, disatu sisi dia  adalah seorang penyair yang jenius dan disisi lain pengaruh alkohol  membuatnya menjadi seorang liar yang tidak megenal aturan, yang tertarik  hanya pada &lt;i&gt;chaos&lt;/i&gt; &lt;i&gt;and disorder&lt;/i&gt;, bahkan terkadang dalam  penampilannya dia merasa dirasuki oleh seorang Shaman, dukun suku  Indian.&amp;nbsp; Terlepas dari semua kontroversi dan kelakuan buruk Jim  Morrison, musik yang dihasilkan The Doors adalah karya yang kaya akan  eksplorasi, special dan tak lekang oleh zaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Boleh dikatakan buku ini sejenis atau sangat mirip dengan &lt;a href="http://yows.blogspot.com/2006/12/resensi-heavier-than-heaven.html" rel="nofollow" target="_blank" title="http://yows.blogspot.com/2006/12/resensi-heavier-than-heaven.html"&gt;&lt;i&gt;Heavier than Heaven&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;,  biografi Kurt Cobain vokalis dan pencipta sebagian besar lagu-lagu  Nirvana. Sebuah perasaan yang kita dapat ketika mendekati bagian akhir  dari kedua buku ini adalah perasaan mencekam, penasaran tentang  bagaimana mereka mengakhiri hidupnya. Seperti halnya Kurt Cobain, umur  Jim berhenti pada usia 27 tahun, dan menjadi legenda. Berbagai spekulasi  merebak tentang kematian Jim di Paris pada 3 Juli 1971, disebabkan oleh  gagal jantung, overdosis heroin, kebanyakan obat tidur, bahkan ada yang  menganggap bahwa Jim memalsukan kematiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left" style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="img" height="200" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/255714_10150217232129725_593794724_7080887_1220064_a.jpg" width="173" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Setelah  Jim tiada, musiknya masih terus didengarkan, jumlah penggemar setiap  tahun terus bertambah di seluruh penjuru dunia. The Doors masih  memproduksi beberapa album lagi dan pada Tahun 1991 kisah tentang The  Doors diangkat menjadi film oleh Oliver Stone, dengan Jim Morrison  diperankan oleh Val Kilmer dan pacarnya Pamela diperankan oleh Meg Ryan.  Pada Tahun 2009 sebuah film dokumenter tentang The Doors yang berjudul  When You’re Strange dibuat, Jhonny Depp sebagai narrator ysng  menceritakan dan membacakan puisi Jim Morrison. Bisa disimpulkan bahwa  kehidupan Jim sesuai dengan ekspektasinya yang terangkum dalam kumpulan  puisi an American Prayer dengan judulnya The Movie.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;The movie will begin in five moments&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;The mindless voice announced&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;All those unseated will await the next show.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;We filed slowly, languidly into the hall&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;The auditorium was vast and silent&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;As we seated and were darkened, the voice continued.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;The program for this evening is not new&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;You've seen this entertainment through and through&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;You've seen your birth your life and death&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;you might recall all of the rest&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Did you have a good world when you died?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #9fc5e8; text-align: justify;"&gt;Enough to base a movie on?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-6540115157918715932?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/6540115157918715932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=6540115157918715932' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/6540115157918715932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/6540115157918715932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/06/no-one-here-gets-out-alive-biografi-jim.html' title='No One Here Gets Out Alive (Biografi Jim Morrison)'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-1060820885034009747</id><published>2011-05-24T22:13:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T06:21:29.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Jeff the Atheist</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix" style="color: #b4a7d6; text-align: justify;"&gt;Sebuah percakapan dengan  seorang asing sepanjang Bandara Soeta sampai Gambir beberapa waktu lalu  membuatku berpikir kembali tentang keberadaan islam di negeri ini.  Orang itu kuketahui kemudian bernama Jeff, seorang pria usia sekitar  empat puluh yang katanya berasal dari Canada. Dia tidak bisa bahasa  Indonesia, sehingga dengan bahasa inggris yang seadanya aku menanggapi  berbagai pertanyaanya tentang islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpenampilan  resmi, duduk disebelahku dengan kemeja rapi ke dalam celana bahan dan  bersepatu kulit. Saat dia itu sedang membaca sebuah buku dari tablet PC  nya, sebuah buku filsafat entah apa, yang menjadi awal percakapan kami  ketika kutanyakan buku apa yang sedang dibacanya. Kukatakan bahwa aku  juga suka membaca buku, beberapa buku filsafat juga kubaca saat waktu  senggang. Dia terlihat sedikit terkejut, katanya orang Indonesia tidak  suka membaca, dilanjutkan dengan orang Indonesia tidak suka mengajukan  pertanyaan. Kukatakan bahwa beberapa orang Indonesia suka membaca dan  beberapa mengajukan pertanyaan. Lalu dia menanyakan adakah filsuf yang  berasal dari Indonesia, kukatakan bahwa beberapa yang kuketahui  mendasarkan filsafatnya pada islam. Dari situlah bermulanya perdebatan  kami mengenai islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menunjukkan ekspresi heran ketika  kukatakan bahwa aku beragama islam. Kenapa? Tanyanya, dia mengatakan  bahwa kebanyakan orang Indonesia beragama islam karena orangtuanya  islam, itu tidak adil. Kukatakan bahwa pada awalnya memang kami memeluk  islam karena keturunan, lalu kami mulai mencari, dan mempelajari agama  kami, dan mulai memberi makna pada keberagamaan kami. Kukatakan bahwa  aku juga sudah mempelajari agama lain, aku membaca perjanjian lama,  perjanjian baru, injil barnabas, juga cerita tentang Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  dia bertanya apakah aku membaca Quran, kata demi kata, kujawab bahwa  tentu aku membacanya, secara bertahap. Lalu dia memintaku&amp;nbsp; untuk  memberitahu jika memang ada ajaran moral dalam Quran? Ku kutip salah  satunya, bahwa Al Quran menganjurkan untuk menyayangi anak yatim, dan  memberi makan orang miskin, seperti dalam surat Al Ma’un. Lalu dia  membantah bahwa tanpa membaca Quran dia sudah mengatahui bahwa tidak  baik untuk mengambil harta anak yatim, itu ukuran moral yang sudah  disepakati banyak orang. Lalu dia mulai mengutip beberapa ayat, yang  menurutnya berarti bahwa orang islam dianjurkan untuk membunuh orang  yang berbeda keyakinan. Dia mengatakan bahwa agama merupakan salah satu  penyebab kehancuran peradaban. Dia mengutip terjadinya pembunuhan  terhadap Jemaah Ahmadiyah oleh sekelompok massa baru-baru ini, yang  pelakunya tidak diadili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalah ini membuatku cukup  bingung untuk menjawab, karena itu adalah massa yang marah disebabkan  oleh sekelompok orang yang dianggap melanggar aqidah, dan mungkin  penyebabnya lebih kompleks dari itu. Kukatakan bahwa aku tak akan  membunuhnya karena dia berbeda keyakinan. Kukatakan bahwa untuk  mendapatkan pemahaman yang benar terhadap ayat Quran harus dengan cara  yang benar, sesuai dengan latar belakang turunnya dengan membedakan  makna yang tersirat dan tersurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menanyakan, jika  dia mengatakan bahwa dia mendengar suara-suara dari Tuhan, dan  mengatakan bahwa dia adalah seorang nabi, akankah aku percaya? Kubilang  bahwa aku tak mengenalnya, dan tentu tak akan percaya. Dia lalu  mempertanyakan berbagai peristiwa yang dipercayai umat muslim, seperti  tidak mungkin bahwa bulan pernah terbelah. Hanya sedikit pengetahuanku  tentang itu, sehingga kukatakan bahwa, hanya karena belum ada pembuktian  menganainya, bukan berarti hal tersebut tidak pernah&amp;nbsp; terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutanyakan  padanya, dalam keberagaman cara pandang dan berpikir manusia, tidakkah  dia membutuhkan sesuatu yang benar-benar bisa dipercaya, sesuatu yang  mengandung kebernaran universal? Ajaran moral yang universal seperti  dalam agama? Dia mengatakan bahwa dia hanya mempercayai apa-apa yang  dirasakan oleh indra, logika, dan dibuktikan oleh science. Kutanyakan  padanya, apakah dia percaya cinta? Tidakkah dia merasakannya tanpa harus  melihatnya? Dia mengatakan bahwa cinta tidak eksis, bahwa itu hanyalah  salah satu bagian dari syaraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa islam tidak mendukung ilmu pengetahuan, hal itu ditunjukkan dengan tingkat &lt;i&gt;illiteracy&lt;/i&gt;  di Indonesia yang sangat tinggi, perempuan di Iran yang tidak bisa  sekolah, dibandingkan dengan di Norwegia yang 98 persen penduduknya  mendapat kesenangan dari membaca. Dia juga mengatakan bahwa islam  memilih antara fakta sejarah yang diajarkan dan disembunyikan, dia  menyinggung teori evolusi Darwin yang disanggah secara tidak tepat atas  nama agama, dia menyinggung Averos, membandingkan dengan Socrates dan  sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu menunjuk, lihatlah orang-orang miskin  yang dipinggir jalan itu, dan tanyakan apa agamanya. Juga Gayus  tambunan, tanyakan apa agamanya. Dilanjutkan dengan mengemukakan bahwa  agama tidak membawa kebaikan bagi kehidupan, justru membawa kehancuran  dan menghambat ilmu pengetahuan. Aku hanya bisa terdiam, kukatakan bahwa  tidak adil membandingkan antara Indonesia yang pada saat di Eropa sudah  memulai revolusi industry, Indonesia masih terpecah belah merangkak  berjuang dari penjajahan, lantas menyalahkan islam atas itu semua.  Kupikir islam bukanlah orang-orang yang ditunjuk itu, atau negara  Indonesia, atau negara-negara Arab itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah percakapan  panjang yang tidak memiliki titik temu itu, sampailah kami di Gambir,  dia menganjurkanku untuk membaca sebuah buku berjudul &lt;i&gt;“Why I’m not muslim?”&lt;/i&gt;  karangan Ibn Warraq. Kukatakan bahwa aku akan mencobanya dan  menyarankannya untuk melihat islam dengan lebih baik, dia harus melepas  kacamatanya itu. Harus mulai melihat dari sumber-sumber yang bukan hanya  berasal dari barat, karena mungkin sejarah agama dan kekuasaan di barat  tidak begitu baik, dan orang yang menulis apa-apa yang dibaca orang  barat bisa jadi terlalu menggunakan sudut pandang yang mendiskreditkan  islam. Dia bahkan belum membaca satupun buku yang ditulis Karen  Amstrong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Nice to meet you&lt;/i&gt;.” katanya. Aku  turun dari Bus dengan menyisakan banyak pertanyaan dan beban pikiran.  Ini bukan pertama kalinya aku berdialog mengenai topic ini dengan orang  barat, tapi kali ini aku merasa tidak terlalu berhasil membela agama  ini, karena keterbatasan penguasaan bahasa, keterbatasan pengetahuan,  karena keadaan beragamaku yang belum baik, serta keterbatasan kondisi  dimana memang beberapa hal yang dijadikan acuan adalah hal-hal yang di  permukaan terlihat benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah kondisi di negeri ini  sekarang, dengan mayoritas warganegaranya muslim ternyata tingkat  korupsinya juga mayoritas. Ditambah dengan pergeseran nilai belakangan  ini, dimana kelompok pengajian tertentu malah identik teroris.  Orang-orang yang memandang dengan kacamata barat yang skeptis, tentu  sulit untuk memahami bahwa agama islam adalah rahmat bagi seluruh alam,  karena ciri-ciri yang muncul dipermukaan belum menggambarkan itu semua.  Jika kita melihat sebuah rumah yang dari halamannya saja terlihat  berantakan bukankah akan berasumsi bahwa bagian dalam akan tidak kalah  berantakan. Bukankah kaum muslim di negeri ini perlu meninjau kembali  identitasnya sebagai muslim?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-1060820885034009747?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/1060820885034009747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=1060820885034009747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1060820885034009747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1060820885034009747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/05/jeff-atheist.html' title='Jeff the Atheist'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-7152396973219367129</id><published>2011-04-01T11:11:00.002+07:00</published><updated>2011-04-01T11:15:37.159+07:00</updated><title type='text'>Jogja Post: headline News</title><content type='html'>&lt;div class="photo photo_left" style="color: lime; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img class="img" height="200" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/208376_10150146931079725_593794724_6494396_75105_a.jpg" width="158" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;A  candidate for an expertise of transport system arrested for a while by  the police due to traffic light violation, as reported by our  correspondent today. This man, initial WTA together with his partner  initial RRS, were on their way to the location of road safety audit  survey. WTA planned to provide a traffic light as a solution to the  potency of accident in an unsignalized intersection, while in the middle  of the journey he was trapped by a sempritan of the policeman on the  roadside.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;A young officer with initial ASS, sat in his  office comfortably, while he tried his whistle “Priit Priiit”  unintentionally along with waving his hand just like an old friend  intended for a free lunch. The unfortunate rider, which was riding his  motorcycle with the speed around 20mph didn’t realize that he should  stop on the red light for this T intersection, because some vehicles  before him just keep on moving with such confidence, no vehicle seems to  proceed from the right arm of the intersection.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;WTA  stopped the motorcycle on the left side of the road, despite the fact  that he couldn’t run away because he couldn’t exceed maximum speed 20  mph, he done that for safety reason. The ASS came and said “Good day  Sir,” as a standard operational procedure (SOP) before the execution  process. He brought WTA to the office politely, after bla bla and other  platitude explanation said whether WTA had to paid 100 thousand rupiah  in his office or in the court. His expression, as reported by RRS  lately, was like someone who acted such an honest man but not as  successful as Inspector Vijay from the Indian movie, but his face and  temperament really show that he was a liar. If WTA paid the fine it  would ended up in ASS pocket and not in the state account.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;WTA  had an idea on his mind actually, while the ASS asked for a SIM he  would said “I’m sorry sir, I don’t have a SIM, but I have this SIM  SALABIN,” with a five thousand rupiahs from his pocket. But again, from  the safety consideration and the bitter fact that he was not married  yet, he didn’t do that. It’s for his own-shake. Finally after  meaningless argument and such poor student expression, a compromise made  by the senior officer&amp;nbsp; initial HOLE, and he paid 40 thousand rupiah. He  should only postpone the desire to buy a new book because of this  contingency expenditure and off course he reconsiders the solution to  provide traffic light solution to his unsignalized intersection. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-7152396973219367129?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/7152396973219367129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=7152396973219367129' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/7152396973219367129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/7152396973219367129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/04/jogja-post-headline-news.html' title='Jogja Post: headline News'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-1253036457230119066</id><published>2011-03-26T21:18:00.004+07:00</published><updated>2011-03-28T19:12:07.662+07:00</updated><title type='text'>something to write</title><content type='html'>&lt;div style="color: #6fa8dc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;This month’s almost ends. My intention to post something in this blog at least once a month makes me think, what should I write for this month? I don’t have any interesting stories to tell, I don’t have time actually to write stories, too much books to read, too much assignment to do, with so little time I have. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Early in this month, I got my grade for the first semester. Perfect grade actually, I got A for every subject. Which I thought it’s only possibly to happened once each hundreds of years. Since my first year in my previous college and even in my schools, my grades always under my father’s concern. So when I got this perfect grade, the only one that I thought was my father. How he’d react if I gave him this piece of paper. I remember his expression, I made him proud because I was the best in junior high school. Then I also made him disappointed while I couldn’t keep the value for the next term, I remember his face, his expression. I remember saw him sit on the chair and open my raport. I remember, my motivation since that day, only to made my father proud of me. Although I couldn’t see him again, still I take my time to think of him every day, then i pray for him, which I thought will make him happy for having a son like me.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh my, why do I write something grievous like this? I better write something delightful. Okay, I have one. I never thought that i will have any interest to transportation. If only I found it’s interesting, I’d have taken this major in my bachelor degree. Here I’m, now attracted by transport system and love to read many books about it, maybe due to its relationship to the society. Through the transportation we can help people improve their welfare, we understand what’s behind their behavior, and we can get more comprehensive understanding about the civilization. Don’t you know that Ahmadinejad, who’s now a president in Iran, has doctoral degree in transport system? Another delightful story is: I have this little probability to continue study somewhere in Europe or Australia within this year. I hope it will come true. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #6fa8dc; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;There it is. I finally write something this month. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-1253036457230119066?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/1253036457230119066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=1253036457230119066' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1253036457230119066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/1253036457230119066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/03/something-to-write.html' title='something to write'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-7741224844534547309</id><published>2011-02-04T23:05:00.004+07:00</published><updated>2011-12-27T17:07:14.464+07:00</updated><title type='text'>pursuit of happiness</title><content type='html'>&lt;div style="color: #e06666; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Everyone has the right for the happiness, every single one. The happiness could depend on something, someone, or anything. The biggest mistake someone can create is laying the major factor of happiness into someone else. There are sort of people who get their happiness by loving someone. Such as the man, who has the feeling of being happy by loving a woman, by staring her smile, by hearing her talking, by seeing her walking, by feeling her inside heart.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Until the day come, when she leaves him for the second time. He had completed one last year, one year of solitude, one year of faithful while she betrayed him. He has been waiting for so long through the sorrow, until she finally come back to him, and said that she felt sorry about it. And now, she leaves him again, with the same reason she left before. The reason is that she was afraid of being left by him, and therefore she leaves. &amp;nbsp;It happened twice, while he didn’t do anything wrong as an intention to leave her. Now, he’ll have to consider whether he has to wait for the same one through unlimited time, with no such probability that she’ll come back again, with the same uncertainty that she will possibly leave again. He just too much in love with her and can’t help falling out of love. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Someone who feels the great loss will try so hard to survive. During the bad times, he will pursue the happiness into small things around the world. He maybe find by traveling, by the way birds singing, by the way music playing, by a scratch of painting, by the strange book he’s reading, by the way people laughing, by prayer beads circling, by all the small things. He tries to keep his concentration to all of beautiful things, to distract him from miserable feeling. It’s not good to be depressed, someone should being happy to celebrate the existence of human being. When he believes in something, the true test of his faith is during the bad times, not during the good one. Even after the darkest night, the brightest morning will come. That’s things which he believed. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e06666; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Maybe one day, while he have accomplished the test. He would realize that love doesn’t exist, there’s no such thing as love, that it’s just magical comfort food for the weak and uneducated person or just misguided feelings and emotions. If someone asked what make him think so, he’d probably said it’s from the girl he’s going to marry, but then she smartened up while he is still as dumb as before.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e06666; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-7741224844534547309?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/7741224844534547309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=7741224844534547309' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/7741224844534547309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/7741224844534547309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/02/pursuit-of-happiness.html' title='pursuit of happiness'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-3056168744822214455</id><published>2011-01-28T10:10:00.001+07:00</published><updated>2011-01-28T10:12:49.527+07:00</updated><title type='text'>unexpected</title><content type='html'>&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Bila semut-semut mendatangi kamarku, aku menyapunya keluar, ke tempat yang lebih aman tanpa bermaksud menyakitinya. Kehidupan seekor semut adalah kehidupan yang patut dihargai. Jika membunuh seekor semut pun aku tak mau, apalagi membunuh seorang manusia. Itulah pengalaman berupa musibah besar dalam hidupku yang akan kuceritakan berikut ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Dalam mengendarai motor aku tak pernah terlalu kencang, terutama jika melalui rute yang belum terlalu familiar. Kutelusuri jalan dari rumah bude ke rumah pamanku itu, yang sekitar satu jam perjalanan, dengan kecepatan motor yang aman. Mas To saudaraku dari ayah dan isterinya teman seperjalananku yang baru saja kuhadiri pernikahannya mendahului sebagai penunjuk jalan. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Hingga suatu saat, saat pandanganku ke depan seperti biasa, tiga orang anak seusia 12 tahunan tiba di tepi jalan, mendadak muncul dari dalam lorong sebelah kiri. Mereka bercanda satu sama lain, aku tak terlalu memperhatikan, hingga salah satu anak itu berlari ke tengah jalan, hendak menyeberang sedang yang lain menyusul di belakangnya. Aku sangat terkejut dengan gerakan yang tiba-tiba itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Saat itu, jika aku mendadak membanting arah, atau mengerem, atau panic entah apa yang terjadi. Jadi aku menghindar ke kanan sebisa mungkin menghindari datangnya anak itu, lalu terasa bahwa tubuh anak itu mengenai badanku sebelah kiri, anak itu terpental. Aku kehilangan keseimbangan sebentar hingga akhirnya mengerem, tanpa terjatuh dari motor. Di depan kulihat motor Mas To menjauh, dan sialnya aku belum mencatat nomer teleponnya. Aku menoleh ke belakang, dan anak itu terbaring dengan badan kejang-kejang. Muncul dilemma singkat dalam benakku, apa yang harus kulakukan? Aku bisa saja segera memacu motor untuk kabur, tetapi hati menahanku, bahwa aku harus bertanggung jawab. Pada titik ini aku cukup bangga dengan apa yang kulakukan, karena itu menghindarkanku dari rasa bersalah seumur hidup.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Sehingga kupinggirkan motorku, dan berlari ke arah anak itu. Menyambut resiko bahwa melihat kondisi anak itu yang kelihatan seperti sedang kritis, mungkin saja kerumunan masa yang datang akan memukuliku sampai mati. Aku pasrahkan diriku. Kurangkul anak itu, sambil beristigfar, sambil kubisikkan sahadat, sambil kukatakan. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;“Leh sadar leh.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Tetapi dia tak sadarkan diri. Matanya terkatup, memperlihatkan warna putih, dengan badan terkulai sambil merintih ringan. Dua anak yang lain hanya kebingungan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Beberapa orang berdatangan, seseorang menanyai,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;“Siapa ini yang menabrak?” sementara aku diam saja. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Salah seorang melihatku, sambil menuding. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;“Mas ya yang menabrak?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;“Iya.” Jawabku singkat, pasrah.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Salah seorang meminta identitasku, dan yang lain membawa anak itu pergi ke puskesmas terdekat. Anak itu termuntah saat sedang digendong. Melihat gejala itu, beberapa orang mengatakan kemungkinan bahwa terjadi geger otak. Sementara, aku diarahkan untuk melapor ke polsek terdekat, untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Aku mengikuti, dan menunggu di pos polisi sambil menelpon Paman agar datang. Sungguh tak tau apalagi yang harus dilakukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Selang beberapa saat, datang seorang mengendarai motor, melaporkan bahwa puskesmas tidak bisa menangani dan anak itu dirujuk ke Rumah Sakit kabupaten. Selang beberapa saat lagi, kembali dikabarkan bahwa RS Kabupaten tidak bisa menanggulangi, dan anak itu harus dibawa ke RS Solo yang jaraknya sejam perjalanan. Aku semakin pucat terduduk di kantor polisi. Tak berapa lama, Paman datang. Setelah olah TKP bersama seorang anggota polsek, aku dipersilahkan pulang dengan motor yang&amp;nbsp; disita dan dianjurkan untuk melihat korban keesokan harinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Sampai di rumah, segera aku sholat magrib, membaca Yasin dan Tahlil dan memohon agar anak itu segera sadar, dan disembuhkan. Badanku lemas, memikirkan kenyataan bahwa aku menjadi seorang pembunuh, perutku mual, bulu kudukku merinding. Aku meminta selimut. Tubuhku menggigil, bahkan selimut tak bisa menghangatkan Pikiranku menerawang ke hal-hal buruk yang akan terjadi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Bagaimana jika anak itu terlambat mendapat pertolongan dan meninggal dunia, aku yang harus betanggung jawab. Bagaimana jika orang tuanya kalap, atau tidak bisa menerima dan menuntut qisas. Terbayang juga seorang Bapak bernama Indra yang beberapa waktu lalu berjalan kaki dari malang ke Jakarta demi menuntut keadilan bagi anaknya yang ditabrak seoran polisi. Bagaimana jika kasus ini diperpanjang dan aku harus berhadapan dengan pengadilan. Apa yang akan kukatakan kepada pengadilan? Belum pernah aku merasakan ketakutan seperti yang kurasakan ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Mungkin aku akan mengatakan bahwa aku memahami bagaimana beratnya perasaan kehilangan itu, aku sudah kehilangan Ayah. Aku mungkin mengatakan bahwa aku siap menjalani hukuman yang setimpal dengan perbuatanku. Lalu bagaimana dengan kuliahku, beasiswaku yang harus diganti dua kali lipat karena tidak bisa diselesaikan. Tapi tentu aku tidak bersalah, karena anak itu yang mendadak berlari ke tengah jalan. Tapi bagaimana jika hakim disuap oleh keluarga korban, atau perlukah aku juga membayar untuk mengamankan posisi. Semua pikiran dan kemungkinan itu berseliweran menambah kekhawatiranku sehingga aku menjadi semakin kalut. Kupanjatkan doa, istighfar dan tahlil sampai aku tertidur.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Tidur tak bisa nyenyak, seolah ada bayangan yang menghantuiku. Terbangun di tengah malam, akhirnya aku sholat Tahajud, kembali memohon kesembuhan anak itu, dan menazarkan untuk berpuasa tiga hari jika doaku dikabulkan. Hingga pagi hari setelah subuh, baru rasa badanku sedikit lebih tenang dan sedikit lebih jernih. Siang hari, kami putuskan untuk menjenguk anak itu, yang kuketahui bernama Tedi. Ada perasaan takut menemui keluarganya, bagaimana bertanggung jawab terhadap keluarganya. Apa jadinya jika keluarganya kalap, dsb.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Namun ternyata Ayah anak itu termasuk salah seorang penyabar yang pernah kutemui. Saat kusalami dan meminta maaf sambil mencium tangannya, dia justru meminta maaf bahwa anaknya telah khilaf. Anaknya yang saat itu terbaring dengan beberapa selang infus di ICU. Bahkan saat kuberikan uang untuk mengganti biaya ambulans, rumah sakit, kerugian moril, kerugian karena tak bisa bekerja, dan untuk makan kepada Bapak yang tergolong kurang mampu ini, beliau menolaknya, baru menerima setelah kupaksa. Terharu juga melihat ada orang seperti ini. Perasaanku mulai lega, karena si Tedi sudah siuman, pemeriksaan awal tidak ada geger otak, dan saat kuajak berbicara dia bisa menangkap dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;“Cepat sembuh ya dek, biar jadi anak yang berguna bagi keluargamu.” Kataku &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;“Iya.” Katanya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Sungguh, dua hari yang aneh. Aku bertanya-tanya, hal salah apa yang kulakukan sehingga harus diuji dengan musibah ini. Baru dua hari sebelumnya aku mempelajari teori traffic accident, beserta data statisticnya untuk jalan di pedesaan. Ternyata setelah itu harus mempraktekkannya sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Aku mereview ulang, bagian mana dari perjalananku di hari itu yang salah. Aku dari rumah Bude, menghadiri pernihakan saudara, tidak ada yang istimewa. Aku ziarah ke makam Alm. Ayah, membaca surat, tahlil, dan doa, kupikir itu biasa. Aku sudah rindu kepadanya, dan berkunjung ke makamnya mungkin membuatnya senang. Ke bagian sebelumnya, aku ke pasar membeli kembang, karena kembang menggantikan fungsi kurma untuk berzikir hingga layu, seperti pelepah kurma yang ditancapkan Nabi SAW saat melewati sebuah pemakaman. Aku teringat ketika keluar dari pasar mengambil motor yang diparkir, seorang tukang parkir membuatku merasa sedikit jijik. Kulitnya dipenuhi semacam bintik2 putih seperti berpenyakit, sehingga aku membayar dengan sedikit enggan. Namun aku lantas beristighfar dalam hati. Setiap melihat sesuatu yang membuatku marah, menerbitkan kesombongan, atau yang membuatku memandang rendah ciptaan Tuhan aku selalu beristighfar untuk menjaga pikiran dari hal-hal buruk. Terbesit juga apakah mungkin Bapak itu, merasakan tatapan jijikku dan mendoakan kesialan bagiku. Ah, itu tidak mungkin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Mungkin memang tidak ada kebenaran pada pernyataan bahwa takdir merupakan hubungan sebab akibat, seperti yang dikatakan beberapa tokoh pemikir islam itu. Mungkin takdir adalah takdir itu sendiri, yang tak perlu proses, yang ketika Sang Maha Kuasa berkata “Jadilah” maka Jadilah, hingga hanya kepadanyalah aku bisa memohon petunjuk dan ampunan. Kepadanya memohon diringankan beban, dan dilepaskan dari masalah, karena Dia yang menguasai kalimat “Jadilah” maka jadilah. Makhluknya hanya bisa menerima apapun peran yang sedang dipilihkan untuk dijalani, dengan pertolongan sabar. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-3056168744822214455?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/3056168744822214455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=3056168744822214455' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3056168744822214455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3056168744822214455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2011/01/unexpected.html' title='unexpected'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-5128758957109982359</id><published>2010-10-18T22:55:00.002+07:00</published><updated>2010-10-18T23:06:04.737+07:00</updated><title type='text'>Tak terlalu tinggi cita-citaku</title><content type='html'>&lt;div style="color: lime;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;Tak terlalu tinggi cita-citaku.&lt;br /&gt;Impianku kita punya rumah di atas gunung.&lt;br /&gt;Jauuuh dari keramaian.&lt;br /&gt;Rumah yang sederhana seperti pondok.&lt;br /&gt;Hawanya bersih,&lt;br /&gt;sejuk &amp;amp; pemandangannya Indah.&lt;br /&gt;Kau tanam bunga-bunga dan kita menanam sayur sendiri.&lt;br /&gt;aku kumpulkan muda-mudi kudidik mereka menjadi patriot bangsa. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;(disebut-sebut sebagai surat cinta Bung Tomo)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Hujan membuatku merasa dingin, dingin sampai ke dalam-dalam hati. Secangkir teh panas mungkin bisa membantu menghangatkan diri, seuntai tulisan mungkin bisa menghangatkan hati. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Kutipan kata-kata di atas, yang menjadi note pertama di facebook, cukup mewakili perasaanku. Kupikir, juga tak terlalu tinggi cita-citaku. Jika harga diri seorang laki-laki diukur dari ketinggian cita-citanya, tentulah tak terlalu tinggi juga harga diriku. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Entah kenapa cita-cita bisa sangat identik dengan pekerjaan. Seperti dialog antara aku dengan teman sekolah dulu, &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Apa cita-citamu?” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;“Mau menjadi presiden.” Katanya. Banyak cita-cita yang serupa itu, entah itu menjadi dokter, pilot, insinyur, atau yang berupa pencapaian seperti menjadi pemimpin, keliling dunia, bintang tenar, pengusaha sukses, kaya raya dsb. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Tentu yang sewajarnya, semakin tinggi cita-cita, semakin besar juga usaha untuk meraihnya. Sudah alamiah, yang merupakan hukum alam, bahwa orang-orang yang mempunya kapasitas untuk itu, menjadi begitu dekat &amp;nbsp;dan mungkin untuk mencapai cita-citanya. Orang yang cita-citanya menjadi presiden, mungkin saja tidak akan pernah menjadi presiden, namun pada akhirnya menjadi salah satu menteri. Kira-kira seperti itu menurut apa yang kupikirkan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Jika ditanyakan padaku, “Apa cita-citamu?” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Entah berapa lama yang dibutuhkan untuk menjawabnya, aku tak tau apa cita-citaku, dan tak pernah punya cita-cita terlalu tinggi. Secara ngawur waktu SMP pernah kukatakan keinginanku untuk kuliah di Oxford University, tapi itu ngawur. Kalau saat ini aku sedang belajar di program magister, bukanlah karena aku pernah mencita-citakannya. Hanya karena aku sedang tak tau apa yang ku inginkan, lalu aku mendaftarkan diri untuk mengisi waktu, selain karena lokasinya yang dekat dengan tempat persemayaman terakhir sang ayah. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Aku tak pernah bercita-cita ingin menjadi presiden atau yang semacamnya, menjadi pemimpin. Tak pernah tertarik pada jabatan-jabatan seperti itu. Setidaknya selain menjadi pemimpin keluarga yang kuharap kelak akan kumiliki. Kalau dulu pernah beberapa kali menjadi memimpin, bukanlah karena keinginanku. Tapi aku bukanlah juga seorang plegmatis karena bagaimanapun aku termasuk orang keras kepala, dalam beberapa kali test yang kuikuti kuketahui bahwa distribusi kepribadianku&amp;nbsp; dari yang paling dominan adalah sanguis, koleris, melankolis dan plegmatis. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Aku tak pernah punya cita-cita bekerja di perusahaan multinasional atau apapun itu yang memiliki penghasilan terlalu besar, yang terlalu besar sehingga tak sempat merasakan empati pada orang kecil. Hanya tidak bekerja di Jakarta, itu saja yang pernah kugariskan tentang pekerjaanku, dengan ketakutan. yang cukup konyol untuk diungkapkan. Aku selalu ingin tinggal dan bekerja di kota kecil, yang hawanya bersih, sejuk dan pemandangannya indah. Hidupku sudah sangat dekat dengan itu semua setahun yang lalu, tapi takdir menggenggamku dengan genggaman yang membuatku bahkan merasa sesak. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Dulu, ayah selalu menginginkanku menjadi pegawai negeri seperti dirinya, yang aku tak terlalu mengindahkan. Sekarang mungkin itu saja yang kuinginkan, agar suatu saat aku bisa mendatanginya dan mengatakan, “aku menjadi seperti yang engkau anggap baik bagiku, dan itu memang baik bagiku.” Kalaupun itu harus di Jakarta, kuanggap sesuatu yang tak bisa dihindari, sebagai takdir. Hanya tidak akan korupsi, itu saja yang ingin ku jadikan pegangan, seperti ayah yang selalu meneladankan prinsip-prinsip kesederhanaan padaku. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Di luar hasratku untuk petualangan dan pengalaman baru. Aku hanya ingin tinggal di kota kecil bersama orang yang kelak menjadi isteriku yang, tentu saja, kucintai. Aku hanya ingin hidup mandiri, tidak merepotkan orang lain, seperti Bung Tomo ingin menanam sayur sendiri. Bagiku itu adalah memiliki penghasilan yang cukup untuk biaya hidup, pendidikan, sarana dan prasarana serta sedikit tabungan yang bisa digunakan untuk mengajak orang tua dan keluarga menunaikan haji. Itu saja yang kuinginkan sedari dulu. Aku juga ingin sesekali bisa memberikan bantuan berupa pemikiran atau perbuatan yang bermanfaat bagi orang banyak, yang artinya pemikiranku haruslah satu tingkat di atas orang lain dengan perbuatan yang menjadi teladan. Aku ingin setidaknya suatu saat ada anak atau orang lain yang menganggapku sebagai guru. Seperti Bung Tomo ingin mengumpulkan muda-mudi dan mendidiknya menjadi patriot bangsa. Tentu adalah sebuah kebetulan, jika dari namaku, aku juga bisa dipanggil Bung Tomo. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;Cita-cita, entah kenapa hal ini kelihatan terlalu duniawi. Sehingga setiap hari, yang menjadi kegiatan orang-orang, termasuk juga aku, adalah mencoba untuk menguasai dunia. Menguasai dunia? Untuk apa? Kadang aku membaca kitab suci, dan merasa malu akan ini semua. Alasan yang menjadi pembenaranku adalah: agar tidak menjadi fakir dan bisa membantu para fakir. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;Hujan sudah berhenti, udara tak lagi terasa dingin. Tulisan ini ku akhiri, hatiku tak lagi terlalu dingin. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: lime; line-height: 120%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-5128758957109982359?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/5128758957109982359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=5128758957109982359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/5128758957109982359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/5128758957109982359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2010/10/tak-terlalu-tinggi-cita-citaku.html' title='Tak terlalu tinggi cita-citaku'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-3453704647705614155</id><published>2010-09-22T11:22:00.001+07:00</published><updated>2010-09-22T11:25:53.274+07:00</updated><title type='text'>Hari yang Biasa</title><content type='html'>&lt;div style="color: #e69138;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Calibri;	mso-font-alt:Arial;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:IN;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Hari yang biasa saja, sinar mentari terasa panas menusuk-nusuk kulit. Yang diluar kebiasaan adalah beberapa hari lalu aku dan teman bernama Agus dan Eman baru berkenalan dengan seorang pemuda asal sumatera utara bernama Leonardo Saragih di tepian Pantai Kuta Bali. Leonardo yang besar kemungkinan masih ada hubungan marga dengan Leonardo Dicaprio. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #e69138; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #e69138; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, saat ketika dia berkoar-koar dengan sangat membuai, bak seorang calon anggota dewan, tentang kemampuannya surfing. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mudah‘nya itu bang. Bisa aku ajarkan abang, kalau mau.”&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Serius kau bang, nanti tenggelam pula kawanmu ini kau bikin.” Sambutku skeptis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika entah kenapa pada hari berikutnya, keinginan untuk mencoba ombak, membakar tubuh yang basah dengan matahari dan mengeringkannya lagi dengan angin di pantai ini memenuhi benakku. Itulah sebabnya, seorang diri kutemui lagi si Leo ini di tempatnya biasa menjaga payung di sejajaran tepi pantai. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Cemmana bang, bisa kau ajarkan awa surfing!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan adalah si Leo, telah kunobatkan sebagai seorang pelatih surfing dadakan. Tentu belum pernah ada seorang pun muridnya, yang bisa memanggilnya dengan panggilan guru. Tentu juga belum pernah ada seorang pun yang mengajarkanku surfing, yang bisa memanggilku murid. Kondisi ini, membuat pertukaran kami menjadi adil, dia menjadi guru dadakanku, dan aku menjadi murid dadakan pula.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika Leo dengan intonasi batak murni belum dipoles, membius para pemilik sewa papan selancar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mas, ini sodaraku orang jawa datang dari sumatera, mau belajar surfing, bisa kusewa papan ini?” sehingga dapat juga papan dengan harga sangat bersaing.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika aku dan si Leo telah membuka pakaian dengan menyisakan celana pendek, segera ingin menaklukkan ombak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Oke, siap kita bang.” Katanya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Jadi gimana caranya bang?” Tanyaku bingung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ikatkan tali pengaman ini ke kaki, lalu kita langsung aja berenang ke laut.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Loh, ga dipelajari dulu teorinya di darat&amp;nbsp; ini? mumpung ga perlu pake tenggelam?” aku terbengong. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aih, gampang’nya itu, langsung aja kita turun.” Sahutnya seraya langsung berjalan menuju laut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #e69138; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TJmBl09EIeI/AAAAAAAAAEQ/RSJ97BWvtJM/s1600/Leo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TJmBl09EIeI/AAAAAAAAAEQ/RSJ97BWvtJM/s320/Leo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika ku ikuti juga langkah-langkah tergesa saudara si Dicaprio ini. Kami berlari menjauhi pantai dan saat air terasa dalam mulai berenang melawan ombak. Setiap ombak datang, berbalik badan untuk menahan agar tidak terlalu membentur dada. Si Leo yang sepertinya baterenya baru di charge ini sebentar saja sudah di laut yang dalam. Tali pengaman papan surfing di pasang di kakinya. Leo berbalik badan memungguni ombak, kemudian berbaring di papan, dan berenang searah ombak. Dorongan dari gelombang dan tenaga berenangnya membuat papan segera meluncur kencang ke arah tepi pantai. Leo berdiri di papan dengan trendi, sebentar menjaga keseimbangan, sebelum akhirnya jatuh ke laut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Naah, gitu caranya.” Katanya, cukup bangga dengan skill yang masih pas-pasan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Okelah bang, sinih ku coba.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika ku ikuti cara si Leo, berenang ke tengah laut, dihantam ombak. Berenang lebih jauh lagi, sebentar saja sudah pedih semua badan. Sudah habis tenaga, tak berguna latihan berenangku di sungai waktu kecil dan di kolam renang Mayang Club waktu besar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika si Leo berteriak dengan lebih kencang dari deru ombak dan disiplin lebih kejam dari militer. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Berenang bang, renang terus. Kurang jauh itu.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ampuun bang, udah capek kali ini.” Nafasku memburu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aih, lemah kali, berenang terus, ayo, itu ombak besar datang itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka kuikuti gaya si Leo berbaring di atas papan, dan saat ombak datang, berenang ke arah pantai, dan dorongan ombak meluncurkan papan selancar dengan kencang. Diam sesaat, aku berdiri dan segera jatuh, persis contoh dari sang instruktur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aih, cemmana kok malah jatuh, yang penting keseimbangan bang.” Teriak si Leo di sela-sela ombak. “Abang aja ga bisa juga tadi!” Sahut ku sambil ngos-ngosan. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sini ku kasih contoh.”Sahutnya. Maka si Leo segera berenang lagi mengulangi seperti pertama, aku berenang mengikutinya, si Leo sukses meluncur dengan papannya. Kali ini berdiri dengan agak lama sampai menjelang tepi pantai sebelum terjatuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Naah, kek gini bang.” Teriaknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Okelah, aku coba dulu.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Terus aja, coba gitu, nanti juga bisa. Awak mau jaga payung dulu ya bang.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika aku mengutuki si Leo dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Naah, gawat ini orang. Gimana kalo aku mendadak tenggelam, dan ga ada yang nolongin?” Seperti hari yang biasa juga, ketika tak ada jalan keluar buat perasaan takutku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Perdulilah, sudah kepalang basah, harus bisa.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka kulanjutkan sesuai instruksi pelatih. Berenang melawan ombak sampai batas yang jauh, lalu berenang searah ombak. Lalu berdiri di papan. Dan aku terjatuh dihantam ombak karena salah posisi. Dada terasa sesak, kepala pusing, pandangan berkunang-kunang, perut mual, kulit terasa perih, hanya tanganku yang kugunakan untuk menarik tali pada papan selancar agar bisa mengapung lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #e69138; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TJmBuGOWjCI/AAAAAAAAAEg/vZczl92sk4I/s1600/yows+n+leo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="234" src="http://2.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TJmBuGOWjCI/AAAAAAAAAEg/vZczl92sk4I/s320/yows+n+leo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika terus kucoba-coba sehingga lama-kelamaan papan selancar ini mulai bersahabat, ombak mulai melunak. Aku meluncur, merasakan angin yang mengusir kegelisahan, merasakah bahagia. Perasaan seperti anak kecil yang melihat setiap informasi sebagai pengetahuan baru, setiap tindakan sebagai pengalaman yang baru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika aku dan seorang teman bernama Arman, dalam wujud seorang anak sepuluh tahun berjalan tergesa di halaman belakang rumah. Rumah yang dikelilingi oleh halaman yang luas yang terisi bermacam pepohonan, tanaman, padang ilalang dan semak belukar. Dibelakang rumah, agak jauh kebelakang, setelah menuruni bukit dan menembus hutan dimana terdapat sebuah sungai alam yang saat itu tak disentuh peradaban manusia. Manusia lain kecuali kami, anak-anak nakal ini. Yang menerobos masuk ke dalam hutan dan menemukan sungai itu. Kami namakan sungai AUO, karena ada semacam akar yang melilit dari atas pohon hingga ke permukaan sungai, yang kami potong dan kami jadikan tempat bergelayutan sambil meneriakkan password AUOO. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika kami memanggul batang pisang, yang sudah ditebang karena buahnya keliahatan telah hampir matang, ke arah sungai yang jaraknya sekitar setengah kilometer dan tidak dalam batas pandang. Terkadang, dengan berlari-lari kecil menerobos semak karena tak sabar menemui sungai yang menanti kami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, ketika kami melempar potongan batang pisang itu ke sungai. Lalu melempar baju dan celana kami ke pinggiran, lalu melempar tubuh bugil kami ke sungai juga. Segera menghanyutkan diri berpegang pada batang pisang yang telah kami tambahkan kayu untuk berpegangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, saat kami tak memikirkan resiko untuk tenggelam di arus yang kencang karena belum punya kemampuan berenang, saat kami tak memikirkan resiko untuk dipatuk ular pada bagian terlarang yang saat itu tak terlindung, yang tentu akan kami sesali karena pada suatu saat akan menjadi bagian paling penting dalam kehidupan kami. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, setelah sekitar setengah kilo kami menghanyutkan diri, kami harus menarik potongan batang pisang itu kembali ke daratan, dan berjalan kembali ke hulu sungai menelusuri tepi hutan tanpa alas kaki dan tak takut akan duri untuk memulai semua dari awal lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #e69138; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #e69138; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari yang biasa saja, tetapi saat itu kami merasa gembira, kami menikmati sebuah hari. Kami merasa gembira, seperti orang yang jatuh cinta dan mengejarnya.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-3453704647705614155?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/3453704647705614155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=3453704647705614155' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3453704647705614155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/3453704647705614155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2010/09/hari-yang-biasa.html' title='Hari yang Biasa'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TJmBl09EIeI/AAAAAAAAAEQ/RSJ97BWvtJM/s72-c/Leo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-2654268165080645910</id><published>2010-08-30T21:53:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T06:21:49.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>JIngga: Perjalanan ke India dan Thailand, Mencari Surga di Bumi (review)</title><content type='html'>&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Judul: Jingga: Perjalanan ke India dan Thailand, Mencari Surga di Bumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Penulis: Marina S. Kusumawardhani&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Tebal: 416 Halaman&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Tahun Terbit: 2010&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Harga: 65.000&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Bukuini menceritakan tentang perjalanan. Judul bukunya adalah perjalanan, perjalanan kemana? Perjalanan ke India dan Thailand. Sudah barang tentu, di judulnya sudah dikatakan begitu. Apa yang istimewa? Teristimewanya, buku ini menceritakan perjalanan ke India dan Thailand, dalam rangka mencari surga di Bumi. Baiklah, selesai. Sudah disampaikan apa isi buku ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut, akan saya sampaikan sedikit kesan yang saya peroleh dari membaca bukuini. Buku ini ditulis oleh Marina dengan sudut pandang orang pertama,yang mengisahkan perjalanannya, seorang diri, ke India dan Thailand dalam rentang waktu sekitar Tahun 2003-2004. Untuk mencari surga dibumi. Surga di bumi? Sungguh berat topik yang dipilih, karena seingatku keberadaan surga di bumi merupakan perdebatan para ahli teologi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;"Hidup adalah travelling besar" katanya. Persepsi yang aneh bukan? Sangat aneh, disaat wanita-wanita kebanyakan lebih memilih untuk duduk di dalam rumah yang nyaman, di depan sebuah televisi dan dengan dedikasi tinggi menyimak setiap episode sinetron cinta fitri season enam yang sebentar lagi akan di buat season tujuhnya. Kali ini ada yang mengatakan bahwa hidup adalah travelling besar. Baiklah, mari kita lihat travelling seperti apa yang di ceritakan dibuku ini, mengapa sebegitu rupa sehingga sampai pada filosofi bahwa hidup bisa dihargai dengan sebuah travelling.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Cerita dimulai dengan perjalanannya keIndia dengan alasan yang sedikit (atau mungkin banyak) konyol, karena vokalis grub band idolanya: Khula Shaker pernah berkata: suatu saatdalam hidupmu, engkau harus sekali saja pergi ke India. Kalau vokalis tersebut berkata bahwa: suatu saat dalam hidupmu, engkau harus belajar tari piring, barangkali hal ini akan dilakoninya juga. India, negara yang kental dengan nuansa spiritualnya, berbagai agama besar berasal dari sana, dan oleh penulis disebut sebagai tanah perjanjian. Kira-kira apa hubungannya dengan tanah yang dijanjikan kepada pengikut nabi musa sambil menyebrang laut dalam kisah di alkitab? Entah. Dalam perjalanan dari bandara menuju Delhi, seorang supir taksi berkata kepadanya: "Kau sebetulnya mencari surga dibumi m'friend, dan kau akan menemukannya, satu atau lain cara."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Demikianlah perjalanan Marina yang dituntun oleh tangan takdir, menelusuri daerah-daerah mulai dari Delhi, Srinagar, Leh, Rishikesh dan sebagainya. India, yang lingkungannya mirip-mirip negeri asal Sahrul Khan, yang suasanya masih terimbas dampak pertikaian antar kepentingan dan antar agama yang dulu pernah (masih) terjadi. Hingga sampailah dia di Kashmir, demikian indah tempat yang dikunjungi itu, dikenal dunia internasional sebagai paradise on earth.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;"Danau yang dikelilingi pegunungan raksasa di sekelilingnya, riak-riak airnya mengalir lembutdan ditengah-tengah terlihat banyak lentera keemasan yang mengapung-ngapung dengan khidmat. Matahari terbenam membuat langit berwarna ungu muda dan semuanya terpantul pada danau yang luas itu, seolah membuat segala keindahan menjadi berlipat ganda."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Oke, tentunya Marina harus mendeskripsikan dengan cara yang lebih baik lagi untuk sebuah tempat yang disebut sebagai surga itu. Karena nama surga cukup berat untuk di sandang. Namun demikian, tempat tersebut oleh Salman Rushdie dalam Midnights Children diungkapkan dengan cara sama sekali berbeda, dengan deskripsi yang lebih suram. Dalam menyingkapi keindahan alam, ternyata orang-orang dengan latar belakang berbeda akan menanggapi dengan berbeda pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Berikut ini cara Marina mengungkapkan bagaimana satu bagian keindahan alam di wilayah itu:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;"Di balik segala keindahan yang sempurna secara komposisi itu, sesuatu yang lain tak hentinya memanggil-manggil. Mungkin semacam keindahan yang ilusif.Tidak ada yang bisa kau lakukan untuk menjaganya. Tidak bisa kaubotolkan ia dan kau bawa pulang. Tak bisa kau foto dan pajang begitu saja di kamarmu. Kau harus pergi ke sana, mendaki gunung-gunung itu, menyelami laut-laut itu, mengarungi sungai-sungai itu, hanya untuk menjumpainya sekali saja." Pendapat ini mengisyaratkan ada sesuatu dibalik keindahan itu, yang lebih agung, yang berhubungan dengan penciptaan. Itulah yang membuat seseorang layak menempuh perjalanan demikian jauh demi mendapatkannya. Namun, seorang lain yang bersamananya, seorang atheis dari Jepang menganggap bahwa semua keindahan itu tidak lain dari hanyalah "komposisi".&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Selama beberapa hari menginap di rumah perahu di tepi danau, ternyata suasana indah seperti surga di bumi tersebut, jadi terlihat biasa-biasa saja."Inilah tempat terindah di muka bumi, dimana orang-orang di dalamnya berjalan-jalan tanpa merasa bahagia. Seolah tempat-tempat terindah dibumi pun memang tidak akan dapat menyembuhkan pergulatan batin yang terjadi di dalam. Kalau surga di bumi saja tidak bisa membuat orang-orang senang, apalagi yang bisa?"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Maka Marina melanjutkan perjalanannya, mencari surga di bumi, di tempat lain, dengan pemaknaan yang lebih spiritual. Karena ternyata untuk melihat surga di bumi, "kau harus terlebih dahulu membenarkan cara melihat, kau harus mengosongkan terlebih dahulu isi kepalamu". Mungkin orang-orang yang sering dihujat dengan ucapan :"Tak ada kutengok otakmu!", sudah bisa menemukan surga di bumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Perjalanan yang dirangkai dengan konflik batin, seperti kenapa ada orang-orang tidak bahagia, kenapa pula ada orang yang kelihatan begitu bahagia, begitu tenang dan seolah-olah waktu yang ada hanyalah sekarang. Serta bagaimana caranya untuk mendapatkan perasaan seperti orang-orang tersebut dengan tradisi spiritual timur. Hal yang cukup mainstream bagi para backpacker barat yang mengalami krisis karena modernisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Dalam proses itu, bisa dikutip perkataan seorang biksu di Laddakh kepada Marina:"Semua ajaran besar selalu bermula dari jatuh cinta yang sama. Kau harus jatuh cinta dulu pada sesama, pada kehidupan, pada apapun, untuk bisa menguak rahasia besar kehidupan. Karena jatuh cinta menarikmu keluar dari dirimu sendiri. Kebenaran ada bukan dalam dirimu atau siapapun, tetapi dalam ruang di antara kita semua. Dalam kasih sayang antar kita semua."Atau ungkapan seperti:"Untuk mengenal kebenaran, kau harus mengenal dirimu sendiri." Yang mirip seperti pernyataan terkenal dari Rumi, yang mengenal dirinya yang mengenal Tuhannya. Kebenaran yang hakiki bisa disamakan dengan Ketuhanan. Sejalan juga dengan perkataan yang dinisbatkan pada Syekh SitiJenar:"Sesungguhnya surga neraka itu berada dalam jiwa kalian. Berada dalam jiwa setiap manusia yang bernafas."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Tentunya ada bermacam cara dalam bermacam agama untuk melakukan itu. Untuk mengenal lebih jauh ke dalam diri sendiri, ke dalam dimensi batin yang lebih tinggi, Marina menggunakan cara meditasi, yang dijalaninya di Rishikesh pusat yoga dunia, lalu di lanjutkannya dengan Ritrit disebuah kuil kota Wat Thailand. Hingga akhirnya dia bisa menemukan sesuatu yang bisa diterjemahkan sebagai pencerahan di sana. Bagaimana proses tersebut? Detailnya tersaji dalam buku ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, untuk itu, belum tentu kita harus pergi ke luar negeri atau ke planet lain atau yang lebih jauh dari itu, mungkin saja apabila memahami caranya, kita bisa mendapatkan semacam kebahagiaan batin itu dengan hanya melakukan perjalanan dari gerbang kampus ganesha ke masjid Salman di Bandung. Tapi itulah, bukan hanya hasilakhir yang berharga. Serangkaian proses untuk menuju hasil tersebut, proses menemukan tersebut, yang lebih menjadikan hasil akhirnya berarti. Serta tentunya, pemaknaan yang lebih mendalam terhadap perjalanan fisik yang dilakukan, selain hanya sekedar menikmati suasana dan pemandangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Yang jelas, Marina menumpahkan isi pikirannya ke dalam buku ini dengan baik, dengan gaya bahasa anak muda beserta pergolakan batinnya. Berisi dialog-dialog yang terkadang perlu dicerna dengan perlahan agar bisa dipahami. Yang pada akhirnya, dalam momen kedamaian yang dirasakannya, Marina sedikit 'memaksakan diri' untuk menjembatani dimensi batin kepada dimensi rasional dengan teori fisika kuantumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Perbedaan buku ini dengan buku yang sebelumnya ditulis: Keliling Eropa 6 Bulan Hanya Dengan Seribu Dollar, pada buku ini lebih terasa nuansa spiritualnya dibanding dengan nuansa jalan-jalan pada buku sebelumnya tersebut. Mungkin itu juga sebabnya di buku ini tidak ada gambar pemandangan, berbeda dengan buku sebelumnya yang penuh foto disana-sini. Karena yang spiritual itu harus dirasakan alih-alih hanya dipandang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;Lalu kenapa buku ini diberi judul jingga? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena sampulnya berwarna jingga. Bukan untuk didebatkan seperti manakah yang lebih dahulu, apakah itu telur atau ayam, apakah itu sampul atau judul. Maksudku, silahkan cari tau sendiri warna jingga tersebut dengan cara mendapatkannya di toko terdekat. Dengan kondisi fisik buku ini (ukuran, tebal, kertas dsb) harganya agak sedikit mahal, tapi untuk menjadi hiburan yang dilengkapi dengan pengetahuan sekaligus (mungkin) pengalaman spiritual? Rasanya pilihan untuk itu cukup terbatas..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #e69138; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-2654268165080645910?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/2654268165080645910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=2654268165080645910' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2654268165080645910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/2654268165080645910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2010/08/jingga-perjalanan-ke-india-dan-thailand.html' title='JIngga: Perjalanan ke India dan Thailand, Mencari Surga di Bumi (review)'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-6904793382653666418</id><published>2010-07-28T00:03:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T06:22:06.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jogja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>kereta malam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TE8RMchZzvI/AAAAAAAAAEA/TVTncfL_2-8/s1600/kereta2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TE8RMchZzvI/AAAAAAAAAEA/TVTncfL_2-8/s320/kereta2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;Hari ini berjalan mengejar hari besok. Sore baru saja berangsur malam. Malam ini, aku kembali dalam perjalanan dari Bandung menuju Jogja. Dengan kereta malam ku pulang sendiri. Duduk dihadapanku bukan seorang ibu yang kemungkinan dengan wajah sendu kelabu dan penuh rasa haru akan menatapku, seakan ingin memeluk dirik. Yang lalu bercerita tentang anak gadisnya yang telah tiada karena sakit dan tak terobati, yang wajahnya tidak mirip denganku, karena aku pria, sedangkan dia wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara kereta yang mulai melaju terdengar sahdu. Gejes gejes gejes, kira-kira begitu bunyinya. Berangkatlah semua yang berada di kereta ini meninggalkan Bandung kota kenangan, atau yang lebih dikenal sebagai bandung lautan asmara. Asmaranya siapa? Asmara kita semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melamun sendirian, hal yang lazim dilakukan daripada melamun masal. Teringat pengalaman beberapa tahun lalu, hampir sepuluh tahun, kalau ingatanku ini masih bisa diandalkan. Ingatan antara kejadian masa lalu, kejadian dalam mimpi, serta kejadian masa depan sering terasa penuh distorsi di benakku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu masih kuliah menjelang tingkat dua, aku sedang berlibur, meninggalkan Bandung menuju Jogja juga. Sejak aku kuliah di Bandung, kudengar abangku juga kuliah di Jogja, sehingga aku perlu datang untuk mengecek derajat kebenaran pendengaran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendirian, cukup senang berperjalanan sendirian karena sangat banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Termasuk di dalamnya hal-hal yang membangkitkan adrenalin dan merefleksikan ego. Tapi, tentunya, pastinya, sudah barang tentu, lebih enak berperjalanan berdua bersama kekasih yang memahamiku, sehingga bisa berkomentar dan tertawa atas apa saja dengan serta merta tanpa dianggap gila. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, disitulah aku, alih-alih berada di sebuah terminal aku malah berdiri di sebuah stasiun kereta. Alih-alih berada di Stasiun Hall Bandung, aku malah berdiri di Stasiun Kiara Condong. Alih-alih naik kereta eksekutif, aku malah membeli tiket kereta ekonomi eksklusif. Free seat, katanya di depan loket. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah aku, sedang berdiri bersama beberapa ratus orang yang memiliki tujuan sama, yaitu naik kereta. Yang sedang menghampar dengan bermacam gaya. &lt;br /&gt;Ningnongnengnong nengnong ningnong &lt;br /&gt;Pengumuman menunjukkan bahwa kereta sebentar lagi tiba. Tepat seperti yang bang iwan sampaikan, terlambat lebih sejam, dan itu tidaklah lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, langit terasa sangat pekat, sepekat aroma persaingan yang terbawa udara malam mengelilingi jiwa dan raga kami. Aku memutuskan mencari gerbong paling belakang, karena tingkat persaingan di gerbong tengah sangat tidak manusiawi. Maklum, musim liburan. Ternyata banyak orang beraliran sama, yang berbondong-bondong menuju lokasi yang diprediksi persis tempat gerbong paling belakang akan berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan kereta terlihat berjalan menuju kedekatan. Kecepatannya masih cukup cepat. Akhirnya satu dua tiga empat gerbong melewati titik kami berdiri. Hingga akhirnya kami sama menyadari bahwa kami berada di titik yang salah. Gerbong paling belakang akan berhenti jauh di depan kami. Maka kami berlari-lari menuju gerbong itu. Salah perhitungan yang fatal. Fatal sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung aku telah terbiasa berlari seminggu beberapa kali saat di ospek di kampus, sehingga cukup punya stamina. Sampai kami di pintu masuk. Ternyata untuk naik, kami harus meloncat setinggi satu meter. Sebelum kereta benar-benar berhenti aku sudah menggunakan ilmu meringankan tubuh meloncat, naik ke kereta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal ilmu meringankan tubuh itu, bolehlah ditanya darimana datangnya. Ilmu ini kudapat saat kelas dua SMA, sewaktu aku menjadi suhu bagi sekitar lima orang murit pake t yang merupakan kependekan dari murat-marit, yang menamakan perguruan kami: Perguruan Bebek Terbang. Bolehlah ditambahkan musik Jreng Jreng sebelum nama itu disebutkan. Misinya menyelamatkan bebek-bebek di seluruh galaksi. Mulia memang. Bayangkan, bebek yang bisa terbang, yang bisa menolong bebek-bebek tak berdaya lainnya, yang mengenakan celana dalam di luar. Saat itulah, saat mengajar disana aku jadi menguasai ilmu meringankan tubuh. Memang, seringkali cara belajar yang terbaik adalah dengan mengajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jangan berpikir kesulitan berhenti disitu kawan, karena ternyata pintu kereta tidak dibuka. Alhasil aku menggantung begitu rupa, menggedor-gedor minta dibukakan pintu. Orang di dalam sana menggeleng, tidak mau membuka. Celaka, ini di luar prediksi kami semua. Tanpa putus asa, kami terus menggedor, kali ini dengan mempersembahkan ekspresi wajah campuran atara marah dan frustasi. Makin banyak yang menggedor, sehingga akhirnya luluhlah sang penguasa pintu. Pintu dibuka, kami menghambur masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyelip melewati beberapa orang, yang entah dengan alasan apa, berdiri menyesaki pintu masuk. Berhasil. Aku berjalan mewati wajah-wajah lelah yang bersandar di kursi, akhirnya di ujung ada sebuah kursi kosong. Kursi terakhir di gerbong ini. Aku mendapatkannya dengan riang gembira. Seraya mengungkapkan Selebrasi dengan cengar-cengir tak karuan sambil salam kiri kanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pesaing yag mengejar dibelakangku, cuma mendapati ruang kosong diantara deretan kursi kereta. Saat dia menatap iri padaku, aku mempersembahkan senyum simpati yang lebih-lebih kurasakan sebagai senyum mengejek. Seolah-olah berkata:&lt;br /&gt;"Maaf kawan, dunia memang kejam." &lt;br /&gt;Mas mas tersebut akhirnya terduduk di lantai. Yang lain mengikuti, sehingga penuhlah koridor itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemuda yang terlambat, terlihat kebingungan mencari sisa tempat. Mereka berjalan berjingkat-jingkat, akhirnya bergerak ke arah ruang yang boleh diasumsikan sebagai toilet. &lt;br /&gt;"Naah, ini kosong." berkata salah satunya. &lt;br /&gt;"Iya, duduk sini ajalah." berkata yang lainnya. Maka mereka yang sebayak empat orang itu, menguji nyalinya, duduk di dalam toilet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta akhirnya melaju, setelah semua persaingan yang mengharu biru itu. Udara dingin yang berdesir mengalir dari jendela yang kacanya sudah tidak ada, menerbitkan rasa ngantuk. Kulirik mas mas yang tadi, terbesit sedikit rasa antara bersalah atau iba, sehingga kuberikan kertas koran untuk dijadikannya alas duduk. Dia berterima kasih dan berbasa basi sejenak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan padatnya penumpang yag bergelimpangan, jangan pernah membayangkan akan sebuah adegan ala before sunrise di kereta dari Budapest menuju Vienna dimana Jesse bertemu Celline. Yang terganggu oleh suara pertengkaran pasangan rumah tangga, sehingga pindah untuk duduk nyaman di ruang makan dan menghabiskan malam bersama yang mengubah hidup mereka selamanya. Akupun tertidur dengan potongan adegan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan juga, karena kereta ini eksklusif, maka setiap stasiun yang dilewatinya akan memintanya berhenti untuk sekedar bertegur sapa. Berhentilah kereta di sebuah stasiun, aku segera terbangun oleh suara orang-orang menjajakan dagangan. Bermacam rupanya, bermacam dagangannya, bermacam warnanya, bermacam juga harganya. Aku terkesima mengamati satu persatu yang lewat. Karena melihat langsung akan ditafsir sebagai menaksir, tak jarang aku hanya melirik dengan sudut mata. Curi-curi pandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lewat dengan caranya masing-masing dan logat masing-masing pula. &lt;br /&gt;nasi rames makan makan: logat bandung  &lt;br /&gt;aqua aqua ye: logat bandung  &lt;br /&gt;nasi ayam telor: logat batak &lt;br /&gt;tahu tahunya sumedang tahu: logat sumedang &lt;br /&gt;es es minum minum: logat sunda  &lt;br /&gt;kacang rebus kacang: logat dian sastro aadc    &lt;br /&gt;koran mas seribu: logat tegal &lt;br /&gt;selai pisang goring: logat jawa &lt;br /&gt;kopi susu pop mie kopi susu: logat indramayu  &lt;br /&gt;yang garut oleh-oleh garut: logat garut pastinya &lt;br /&gt;rokok tisu basah: logat jakarte &lt;br /&gt;sol patuk: logat cimahi &lt;br /&gt;salak pondoh salak pondoh: logat jawa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ini, aku menyebutnya dengan istilah kerakyatan. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Karena rasanya hanya rakyat yang berada di sini, tidak ada pejabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem perdagangan ini, aku menyebutnya dengan sistem politik dagang salak dalam karung. Adalah, penjual salak membawa sekarung penuh salak. Lalu mulai menjual dengan harga 10ribu sekilo di awal gerbong. Beberapa orang membelinya. Lalu ditengah2 mendadak harganya turun menjadi 5ribu sekilo, beberapa orang lain membelinya. Lalu di ujung gerbong sampailah harganya pada kisaran 5ribu sekarung. Sungguh, sistem dagang yang amat sangat sensional, brilliant, two thumbs up. Salak dalam karung. Terbayang olehku, pembeli awal salak tersebut sedang meratapi takdirnya karena duduk di ujung depan. Terbesit juga pikiran bahwa sang penjual hanya berjualan sebagai wujud aktualisasi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu yang berlalu, akhirnya ada petugas yang bertugas memeriksa karcis. Menanyai satu persatu karcis penumpang. Kuberikan karcisku untuk diperiksa, selesai sekejap kemudian. Lalu pak petugas beranjak ke orang sebelahku, orang tersebut merogoh kantongnya untuk mengambil sesuatu, lalu berjabat tangan dengan petugas karcis seperti bertemu teman lama yang akrab. Setelah itu, petugas karcis langsung ikut merogoh kantong untuk menaruh sesuatu. Apakah gerangan sesuatu itu, masih menjadi pertanyaan besar bagiku. Yang jelas, semua terjadi dalam gerakan yang sangat harmonis, sinergis. Praktis aku terpana seolah menatap keteraturan alam semesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu, kereta melaju dalam deru dan debu. Mendadak kurasakan sebentuk perasaan ingin buang air kecil. Kuberanikan diri untuk bangkit dan bergerak menuju toilet. Ada empat pemuda sedang duduk disana, bermacam gaya dan posisinya, salah satu menatapku dengan pandangan tidak wajar yang menghipnotis. Hasrat ku pun terlupakan sudah, segera duduk lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa yang disebut toilet itu, janganlah sekali-kali membayangkan sebuah tempat yang nyaman dimana orang bisa duduk membaca koran, sambil menghirup aneka wangi bunga. Cukup bayangkan sebuah kotak persegi saja, yang ada sebentuk closed yang dari lubangnya lintasan rel bisa terlihat. Untuk sebuah privasi, benda ini tidak direkomendasikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, seorang ibu tertular hasrat buang air. Berjalan menuju toilet, persis saat ibu itu berdiri di depan pintu, terdengar pertanyaan. &lt;br /&gt;"Mo ngapain bu?" &lt;br /&gt;Dari nadanya yang tak ramah, tentu saja boleh dibayangkan juga tatapan mengintervensi yang diberikan pemilik pertanyaan. &lt;br /&gt;"Ini gimana sih, ko wc diduduki?" &lt;br /&gt;Ibu itu pergi sambil ngomel. Dihampirinya petugas yang kebetulan lewat, dan mengadukan kekecewaannya. Petugas menjawab dengan sama kecewanya. &lt;br /&gt;"Salah sendiri naek ekonomi." &lt;br /&gt;Katanya seraya berlalu. Aku membeku di tempat duduk ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta terus melaju, meski aku membeku. Lalu ditengah jalan terasa kecepatannya menurun dan sesaat kemudian berhenti. Tidak ada stasiun, berarti bisa diasumsikan bahwa kereta berhenti untuk menunggu kereta lain yang akan lewat, karena jalurnya berselisihan. Seperti junior yang akan dilewati senior, kereta menunggu dengan bersabar. Saat senior lewat, yang dalam hal ini dikategorikan sebagai kelas bisnis atau eksekutif, maka junior akan menghormat. Terdengar aba-aba. &lt;br /&gt;"Hormat gerak!" Saat senior sudah lewat seluruhnya, terdengar lagi aba-aba. &lt;br /&gt;"Tegak gerak!"&lt;br /&gt;Yang biasanya berlaku seperti dalam sekolah kedinasan, prosesi ini dikenal sebagai PPM (peraturan penghormatan militer).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih membeku. “Salah sendiri naik kereta ekonomi” katanya, penghormatan terhadap kereta yang tiketnya lebih mahal. Mau tidak mau terasa juga perbedaan kelas sosial dalam negara yang berkeadilan sosial. Kelas sosial, rangkaian huruf dalam Madilog dan Das Capital memenuhi pikiranku, dalam untaian yang sulit dipahami seperti biasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, mengeluarkan uang senilai seribu rupiah untuk menempuh jarak sekitar 25 km termasuk murah, murah meriah. Sangat menolong bagi orang-orang yang keperluannya untuk mobilitas sangat tinggi dengan penghasilan sangat rendah, sehingga tidak menguras bagian penghasilannya yang seharusnya digunakan untuk konsumsi, sehingga patut juga aku berterimakasih pada pemerintah atas layanannya ini. Sehingga mahasiwa yang sisa uang kirimannya perbulan yang jika dilewatkan ke kasir Mc D hanya akan mendapat dua potong es cream cone juga bisa ikut melancong. Tak apalah, setidaknya ada ikatan emosional yang bisa kurasakan dengan sesama penumpang. Akupun tertidur lagi. Mas mas tidak dikenal, telah tertidur di lantai beralaskan koran. Dari posisiku, posisinya malah terlihat lebih nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akirnya kereta tiba di Jogja, aku menggeliat bangun. Tak sabar melihat abang yang sejak aku lahir telah setia menjadi seorang abang. Akupun bergegas menuju pintu keluar. Aku menyelip melewati beberapa orang, yang entah dengan alasan apa, berdiri menyesaki pintu keluar. Berhasil. Aku berjalan melewati beberapa lajur rel. Celingak-celinguk mengamati sekitar, mampir ke warung yang ada di pojokan untuk membeli pengganjal perut. Kurogoh saku belakang dan demi daun yang jatuh dari atas pohon yang sudah tercatat di lauhl mahfudz, dompetku telah sukses mempelajari ilmu menghilangkan diri. KTP, SIM, KTM, ATM serta uang yang tak seberapa banyaknya juga turut serta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan kejadian mulai dari naik kereta sampai turun barusan dengan cepat menghambur, tak kutemukan adegan di mana ia menghilang. Kuputar ulang lagi dengan fast forward pada beberapa adegan, tetap misterius. Lalu kutemukan slow motion pada adegan Aku menyelip melewati beberapa orang, yang entah dengan alasan apa, berdiri menyesaki pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhampiri aparat yang sedang bertugas. Akan kulaporkan perihhal jurus menghilang dompetku. Aku tau, peluangnya untuk ditemukan satu banding sejuta, peluang untuk aparat membantu mencari sebelas dua belas saja dengan yang sebelumnya. Tapi, aparat itu akan membantuku melewati hari, karena kuceritakan bebanku padanya. Karena mungkin dia akan mendengarkan, bahkan mungkin akan mencatat dengan penuh perhatian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terjaga dari lamunan. Masih di kereta. Tak ada orang-orang yang berserakan di koridor kereta ini. Suasana kerakyatan yang tadi kukenang cukup kurindukan. Tapi, kali ini, aku membeli tiket eksekutif...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-6904793382653666418?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/6904793382653666418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=6904793382653666418' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/6904793382653666418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/6904793382653666418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2010/07/kereta-malam.html' title='kereta malam'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TE8RMchZzvI/AAAAAAAAAEA/TVTncfL_2-8/s72-c/kereta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-5926633233843094766</id><published>2010-07-24T10:56:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T06:22:18.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>maaf</title><content type='html'>&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Jika sebuah kata saja yang bisa kuucapkan kepadamu, maka kata itu adalah maaf. Sebuah kata saja, karena sedikit kata tak kuharap akan menyakiti. Tetapi jika engkau membutuhkan yang lebih dari itu, akan kucoba menjelaskan dengan hati-hati. Agar tetap tidak menyakiti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lelaki dan engkau wanita, jelas itu berbeda. Dengan perbedaan itu, orang-orang menyatu menjadi keluarga dengan berbagai proses yang dilaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, proses itu berarti, aku menyadari ada yang berbeda dengan perasaanku terhadapmu sejak pertama kali bertemu, lalu aku akan memutuskan untuk mulai mengenalmu dan itu tidak berlaku&amp;nbsp; untuk sebaliknya, masih bagiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, waktu pertemuan kita tidaklah ideal. Itu untuk mengartikan bahwa pada saat bertemu denganmu, aku sedang sangat mencintai wanita lain, yang kuharapkan menjadi ibu dari anak-anakku. Sehingga tidaklah mungkin menaruh sedikit perasaan terhadapmu diatas perasaan lain yang memenuhi hatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, mengejar cintaku adalah sebuah keniscayaan. Yang berarti dikejar-kejar perasaan cinta adalah kemustahilan. Tak perlulah mengirimkan kata-kata apapun atau melakukan tindakan apapun karena tak ada ruang untuk itu dalam diriku. Tindakanmu hanya mengingatkanku akan cintaku yang telah pergi dan masih ingin kukejar. Tak enak rasanya mengingat itu semua. Terlebih aku khawatir hanya akan menyalahkanmu atas kehilanganku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, meski masih sendirian melewati malam, dalam umur yang menua, dalam julukan yang membujang lapuk, tak akan bisa diartikan bahwa aku mengambil kesempatan yang mudah dibandingkan dengan berjuang dengan hal-hal yang sulit dan kemungkinan yang lebih melimpah. Yang berujung pada diriku menikmati malam, masih sendirian, dalam waktu yang lebih lama, yang melentur menjadi tak hingga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, engkau harus menemukan orang lain, yang akan mencintaimu dengan sepenuh hati. Karena penting bagi wanita untuk dicintai, dan penting bagi laki-laki untuk mencintai. Tak perlulah menyia-nyiakan waktumu yang berharga itu. Sebagaimana aku tak ingin menyiakan waktuku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagimu, apalah artinya diriku ini. Diriku yang tak rupawan dalam wajah, yang seringkali terseok dalam langkah, yang seringkali gundah dalam arah, yang sering terlanggar dalam sumpah, yang akan sering kau dapati matanya memerah saat mengingat ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, apa maumu, apa mauku, tidak memungkinkan untuk bertemu. Sehingga yang kuucapkan seharusnya adalah sebuah saja kata maaf, agar tidak akan menyakiti. Maaf. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-5926633233843094766?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/5926633233843094766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=5926633233843094766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/5926633233843094766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/5926633233843094766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2010/07/maaf.html' title='maaf'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-4019743646231314435</id><published>2010-07-05T23:19:00.001+07:00</published><updated>2012-01-20T06:22:27.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Padang Bulan (Resensi)</title><content type='html'>&lt;div style="color: orange;"&gt;Judul : Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Pengarang : Andrea Hirata &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Penerbit : Bentang, Juni 2010&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TDIFVbFMeYI/AAAAAAAAAD4/3A1QUKhTO4I/s1600/Image651.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TDIFVbFMeYI/AAAAAAAAAD4/3A1QUKhTO4I/s320/Image651.jpg" width="206" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Ini adalah buku kelima dari Andrea Hirata sang penulis novel best seller tetralogi laskar pelangi. Padang bulan menjadi sebuah dwilogi bersama dengan Cinta di Dalam Gelas. Dua buku bisa didapatkan dalam satu paket, sebuah buku bersampul orange di depan dan marun di belakang. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Padang bulan dan Cinta di Dalam Gelas masih menceritakan kehidupan di sekeliling ikal, kehidupan orang melayu yang tinggal di pulau Belitong. Selain menceritakan kisah si Ikal, andrea juga menceritakan kisah seorang anak perempuan bernama Maryamah, yang biasa dipanggil Enong, yang menjadi pembuka buku ini dengan kehidupan yang dihinggapi tragedi tapi selalu bangkit dan berdiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Pengaruh besar perasaan cinta dalam kehidupan manusia menjadi bagian penting dari buku ini. seperti dalam kutipan berikut. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;"Tak dapat dipungkiri, hal paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia di muka bumi ini sebagian besar berasal-muasal dari cinta." Atau dalam bagian lain dikatakan “Cinta, yang jika seluruh gunung di dunia ini digabungkan, masih akan lebih kecil darinya.” &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Ikal harus berhadapan dengan kenyataan, ketika perasaan cinta pertamanya menuai pertentangan antara mencintai ayahnya dan mencintai A Ling yang tak direstui ayahnya. Ikal berniat membawa A Ling pergi ke Jakarta. Suka dan duka sebagai paradoks yang diakibatkan oleh perasaan cinta digambarkan dengan kutipan ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;"Bagi yang tengah jatuh cinta. Waktu mengisi relung dada mereka dengan kegembiraan, sekaligus kecemasan. Karena teristimewa untuk cinta, waktu menjadi jerat. Semakin cinta melekat, semakin kuat waktu menjerat. Jika cinta yang lama itu menukik, jerat itu mencekik." &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Cerita berlanjut hingga sampai pada kenyataan dimana Ikal mendapat saingan yang akan merebut cintanya dari dirinya. Perasaan cemburu itu tergambar dengan begitu mempesona. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;"Akupun sesungguhnya ingin bertemu dengan Zinar. Sesungguhnya aku ingin tahu, bagaimana muka orang yang telah membuat A Ling mabuk kepayang, yang telah pula membuatku sengsara. Sore itu aku naik sepeda ke manggar. Kukayuh sepedaku dengan marah dan tergesa-gesa. Nafas meburu, hati membiru, tangan menggenggam tinju, kepala penuh pikiran jahat. Trifolia cemburu pada bunga desember, capung cemburu pada kumbang, danau ingin ditinggalkan sendiri, awan bercerai-berai, langit curiga pada angin dan angin membenci gunung. Alam penuh angkara murka." &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Dimana si perebut kebahagiaannya dibayangkannya dalam sebentuk deskripsi yang amat sangat super kejam sekali. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;"Bayangan manusia lain menyerbu. Giginya tonggos, wajahnya bulat, hidungnya meleleh karena suntikan silikon yang gagal dan ia dulu adalah seorang perempuan." &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Rasa kehilangan terhadap orang yang dicintai yang diungkapkannya juga terasa mengiris hati, terutama bagi yang pernah mengalami. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;"Namun, ternyata, jika seseorang hanya memikirkan seseorang, bertahun-tahum dan dari waktu kewaktu mengisi hatinya sendiri dengan cinta hanya untuk orang itu saja, maka saat orang itu pergi, kehilangan menjelma menjadi sakit yang tak tertanggungkan, menggeletar sepanjang waktu." &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Dilanjutkan dengan teori empirisnya terhadap kebenaran-kebenaran di alam semesta. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;"Dunia ini rupanya penuh dengan orang yang kita inginkan, tapi tak menginginkan kita, dan sebaliknya. Kurasa itulah postulat pertama hukum keseimbangan alam. Jika kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, seseorang akan naik ke puncak bukit, lalu meniup sangkakala, dunia kiamat." &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Andrea juga sangat piawai dalam menggambarkan kehidupan disekitar Ikal yang berisi tragedi dengan cara komedi, yang banyak ditemui disepanjang cerita. Salah satunya adalah tentang teman semasa kecilnya yan disebut sebagai Detektif M Nur. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;"Nasibku dan Detektif M Nur mirip. Kami adalah pengangguran, lebih dari itu kami adalah bagian dari golongan pria-pria yang paling menyedihkan di dunia ini, yaitu pria yang tak jelas masa depannya, mulai memasuki satu tahap yang disebut sebagai bujang lapuk, dan masih tinggal dengan ibu." &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Namun dalam pada itu, penulis tetap mengisi narasinya dengan semangat untuk berjuang, dengan mimpi dan harapan bahwa potensi kemanusiaan bisa terus berkembang. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;"Orang-orang telah melupakan bahwa belajar tidak melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan penghargaan terhadap diri sendiri." atau “Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar.” &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Demikian buku Padang Bulan berkisah. Lalu dilanjutkan dengan buku keduanya: Cinta di Dalam Gelas, tetap dengan gaya bahasa satire yang sama indahnya. Mengisahkan keadaan sosial dan kultural di daerahnya, yang menaruh harga diri dalam pertandingan catur, yang mengadukan kegetiran hidup di dalam sebuah warung kopi, yang kesemuanya terangkum dalam segelas kopi, yang adalah penjelmaan dari sebuah cinta di dalam gelas. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Seperti biasanya, cerita ini dilengkapi dengan pelajaran moral nomer sekian serta penyakit gila nomer sekian sekian yang tak pernah ditempatkan dengan urutan, seolah-olah dia hanya menyebutkan angka apa saja yang sedang terlintas di kepala. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;“Pelajaran moral no dua puluh dua: kemiskinan susah diberantas karena pelakunya senang menjadi miskin.” &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Hingga akhirnya penyakit gila itu hinggap di kepala narator, ketika dia bercerita tentang Yamuna blender kesayangannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;“Jika warung kopi sedang sepi, aku bercakap-cakap dengan blender itu. Aku berkisah tentang kawan-kawan masa kecilku. Blender itu bercerita tentang musim yang tak menentu dan keluhannya tentang dapur tempat tinggalnya yang berantakan.” &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: justify;"&gt;Sangat indah sekali bagaimana andrea menceritakan tragedi, harapan dan perasaan cinta berdasarkan pengamatan dan perasaan yang mendalam, dengan gaya bahasa yang masih sama seperti buku-buku sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10823294-4019743646231314435?l=yows.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yows.blogspot.com/feeds/4019743646231314435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10823294&amp;postID=4019743646231314435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4019743646231314435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10823294/posts/default/4019743646231314435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yows.blogspot.com/2010/07/padang-bulan-resensi.html' title='Padang Bulan (Resensi)'/><author><name>Yows</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09350144481536049052</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://bp2.blogger.com/_G_WIqwmIo8o/SIp6CM1qrjI/AAAAAAAAAAw/PP7OvQrzwuE/S220/YOWS.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TDIFVbFMeYI/AAAAAAAAAD4/3A1QUKhTO4I/s72-c/Image651.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10823294.post-8351695030115874850</id><published>2010-06-07T13:50:00.013+07:00</published><updated>2012-01-20T06:22:41.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>children's delusion (bab sikok)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TAyXZxMQTcI/AAAAAAAAADw/UP4tsGT3-bs/s1600/children%27s+delusion+%28cover%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TAyXZxMQTcI/AAAAAAAAADw/UP4tsGT3-bs/s400/children%27s+delusion+%28cover%29.jpg" width="308" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Goudy Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;BIODATA PENGARANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Goudy Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Wahyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ciri&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Gagah, caem, mirip ngandi low dan ngaron kwok, agak sedikit pendek dibanding teman-temannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Profesi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ilmuan terkenal dari SD 150, kemudian masuk SMP 16, kemudian ke Titian Teras (TT) dan akhirnya lulus dengan nilai terbaik di Oxford University. Saat ini menjadi guru besar perguruan kungfu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;TULISAN BERWARNA HITAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: cyan; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Firman &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: cyan; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;CIri&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: cyan; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Cakep, gemuk kayak derom, mirip Jet Lee tapi Jet Lee yang tidak sipit. JUga mirip aktor terkenal Kua Lee, tapi sayang ternyata saya ini agak sedikit gila. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: cyan; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Profesi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: cyan; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dirut PT. Thamak, berasal dari SD Adiyaksa, dan masuk ke SMP 16, setelah itu masuk kebun binatang&amp;nbsp; dan akhirnya masuk Rumah Sakit Jiwa Level IV. Kemudian saya keluar dari RSJ karena dianggap sebagai orang gila teladan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b style="color: cyan;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;TULISAN BERWARNA BIRU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: #0070c0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: lime; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Andi Mangatas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: lime; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ciri&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: lime; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Gagah, tampan mirip Bruce Lee dan Brandon Lee, tinggi atletis rambut hitam tapi cribow dikits. He..he… &lt;b&gt;(Tulisan berwarna hijau)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: lime; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Profesi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpMiddle" style="color: lime; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sebagai mahasiswa Universitas Oxford, lulus dengan predikat yang memuaskan. Menyandang gelar lebih dari gelar yang ada di Eropa dan di Asia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ListParagraphCxSpLast" style="color: lime; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;TULISAN BERWARNA HIJAU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cxp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Goudy Old Style"; panose-1:2 2 5 2 5 3 5 2 3 3; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face {font-family:Calibri; mso-font-alt:"Century Gothic"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Goudy Old Style&amp;quot;; font-size: 15pt; line-height: 115%;"&gt;BAB SIKOK&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Goudy Old Style&amp;quot;; font-size: 15pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Goudy Old Style&amp;quot;; font-size: 15pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Goudy Old Style&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cxp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cxp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="State" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Calibri; mso-font-alt:"Century Gothic"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;}@page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;}div.Section1 {page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada suatu hari, yaitu hari N bulan M minggu Y tahun Z dan abad x&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; . Nampak seorang pelajar yang gagah sedang berjalan untuk pergi ke SMP 16. Tau &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; SMP 16? SMP yang kuno, di pedalaman, dan terisi oleh berbagai macam makhluk aneh seperti: Firman, Andi, Syamsir, Hariyanto, dan Nopi. SMP itu dikepalai oleh kepala sekolah dan di wakil kepalai oleh wakil kepala sekolah, begitulah kiranya. Guru-guru di SMP itu sudah senior semua, ada yang senior dalam hal makan, minum,mandi, cuti tangan, cuci muka, cuci mata, ngepel dan juga ngelap sepatu. Mereka memang sudah pada mandiri (mandi sendiri), begitulah kiranya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pemuda gagah yang sedang berjalan tadi tiba-tiba mendapat firasat yang aneh.&amp;nbsp; Dan dari kejauhan terdengar suara motor yang mirip pesawat tempur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;DROONG DROONG BROOM BROOM CKIIIIT!! BRUAK BRUAK BRUAK BLETUK KLENTUNG!!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tiba-tiba motor itu terpeleset akibat kulit pisang usil yang sedang jalan-jalan cari udara segar. Dan akhirnya motor itu nyungsep ke pagar rumah orang batax. Pemuda tadi segera bersembunyi di balik semak-semak dengan hati berdebar-debar ria. Pengendara motor yang terpeleset itu ternyata adalah Om Jhony (salah seorang staf pengajar di SMP) yang kemudian membetulkan motor yang berbentuk seperti Harley Davidson dari jaman nabi Adam itu. Setelah mengambil motor yang nyangkut dipagar itu, guru yang perkasa dan penuh wibawa bak kolonel jendral mahsyur itu langsung mengendarai motornya lagi menuju SMP. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;BROOM BROOM BREEENG DOR DOR DOR BROOOOM!!! (music by. Firman)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Pemuda tadi yang ternyata bernama Wahyu langsung keluar dari persembunyiannya dan langsung berlari-lari kecil, berlari-lari sedang, dan kadang berlari-lari besar menuju SMP 16. Sesampainya di SMP 16 dia bertemu dengan salah satu makhluk aneh dan unik di SMP itu, yaitu Firman. Firman sedang member makan chachink nya yang bernama Alex, Alexander dan Alex Murphy. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Wahyu lalu melempar senyum dan mengenai kepala Firman. Firman marah dan membalas melempar senyum. Akhirnya mereka saling lempar-melempar senyum. Dan Firman terkena banyak senyum, mukanya benjol-benjol dan akhirnya dia duduk sambil menangis tersedu.-sedu ditemani ketiga cacingnya yang juga ikut bersedih. Wahyu yang tidak terkena satu lemparan pun dengan cueknya berjalan menuju kelasnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tapi kembali dia bertemu makhluk mengerikan lainnya yang berambut cribow yaitu Samsir.&amp;nbsp; Kembali Wahyu melempar senyum, tetapi malah terkena Mr. Punk yang “killer”nya sangat terkenal sadis itu. Akibatnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;POKA BOKA MOKA TOKA COCA COLA FANTA SPRITE FANTA SEVEN UP LIMUN SAPARILLA BUAG BUAG AGH!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #0070c0;"&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;Wahyu di hajar habis-habisan sampai babak belur, babak penyisihan, babak semi final hingga akhirnya ke babak final. Setelah itu Mr. Punk pergi ke kantor tanpa perasaan “berdosa”. &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="color: cyan;" w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; detik kemudian Wahyu yang cedera berat, kira-kira beratnya 3 ton akhirnya masuk ke kelas. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ternyata lonceng telah berdenting NING NONG NING NONG. Wahyu pun menghentikan atraksi babak belurnya. Kemudian masuk ke kelasnya. Kelasnya sudah riuh rendah dengan suara aneh makhluk-makhluk yang lumayan aneh juga. Wahyu tetap berjalan dengan &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; cuek bebeknya. Lho? Mukanya ko berubah jadi kaya bebek? Setelah tidak cuex bebek lagi maa mukanya yang semula kaya bebek itu berubah gagah seperti semula. Dia pun duduk di bangkunya, kemudian membuka tasnya. Kelihatannya tas itu lumayan penuh juga. Di dalamnya ada buku-buku pelajaran seperti fisika, matika, kimia dan bahasa inggris. Disitu juga ada buku cerita seperti Kobo Chan, Nana Chan, Chan-Chan, Mari Chan dan buku lainnya. Didalamnya juga ada barang-barang seperti meja, kursi, papan tulis, kamar mandi, telepon, kulkas, dan juga barang pecah belah seperti piring pecah, gelas pecah, mangkuk pecah, senduk pepacah, kapal pecah dan juga barang perabotan rumah tangga lain yang juga pecah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TAyUJXN1jPI/AAAAAAAAAC4/HkNavJjHSaA/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://1.bp.blogspot.com/_G_WIqwmIo8o/TAyUJXN1jPI/AAAAAAAAAC4/HkNavJjHSaA/s400/3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cxp%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C07%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="State" namesp
